Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Pertamina Goes to Campus 2026 di Unand: Saat Kampus Didorong Jadi Motor Inovasi Energi Sumbar

04 September 2026 | September 04, 2026 WIB Last Updated 2026-09-04T07:54:20Z

Pertamina Goes to Campus 2026 di Unand: Saat Kampus Didorong Jadi Motor Inovasi Energi Sumbar



D'On, Padang — Dunia kampus tak lagi cukup hanya menjadi ruang untuk menimba pengetahuan. Di tengah tuntutan transisi energi dan kebutuhan mencari sumber energi masa depan, mahasiswa ditantang mengambil peran lebih besar sebagai penghasil gagasan, inovator, sekaligus calon penggerak industri energi.


Pesan tersebut mengemuka dalam Program Pertamina Goes to Campus 2026 yang digelar di Auditorium Universitas Andalas (Unand), Limau Manis, Kota Padang, Jumat (4/9/2026).


Kegiatan yang berlangsung meriah itu menjadi ruang pertemuan antara pemerintah, perguruan tinggi dan dunia industri untuk membahas masa depan energi sekaligus membuka wawasan mahasiswa terhadap perkembangan sektor energi nasional.


Program tersebut dibuka secara resmi oleh Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi, didampingi jajaran pimpinan PT Pertamina (Persero), termasuk Vice President Pertamina, serta Rektor Universitas Andalas.


Pemerintah Kota Padang turut memberikan dukungan terhadap agenda tersebut. Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Padang, Fauzan Ibnovi, hadir mewakili Wali Kota Padang memenuhi undangan resmi penyelenggara.


Bukan Sekadar Seminar, Kampus Didorong Melahirkan Solusi Energi


Pertamina Goes to Campus bukan sekadar agenda seremonial antara perusahaan energi dan perguruan tinggi. Forum ini diarahkan menjadi jembatan yang mempertemukan pengetahuan akademik dengan kebutuhan nyata dunia industri.


Sejumlah isu strategis seperti tata kelola energi nasional, transisi menuju energi berkelanjutan, hingga peluang inovasi di sektor industri energi menjadi bagian penting dari forum tersebut.


Bagi perguruan tinggi, isu energi memiliki ruang yang sangat luas untuk dikembangkan melalui penelitian dan inovasi. Mahasiswa tidak hanya dituntut memahami persoalan energi dari sisi teori, tetapi juga didorong menghasilkan gagasan yang dapat menjawab kebutuhan masyarakat dan daerah.


Keterlibatan mahasiswa dalam isu energi juga dinilai penting karena perubahan menuju sistem energi yang lebih berkelanjutan membutuhkan sumber daya manusia yang memiliki kemampuan akademik sekaligus keberanian berinovasi.


Dalam konteks Sumatera Barat, peluang tersebut menjadi semakin strategis karena daerah ini memiliki berbagai potensi yang dapat dikembangkan melalui pendekatan teknologi, riset dan inovasi.


Karena itu, kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri diharapkan tidak berhenti pada kegiatan diskusi semata. Gagasan yang lahir dari lingkungan akademik harus memiliki peluang untuk diterjemahkan menjadi riset aplikatif dan solusi yang memberi manfaat nyata.


Mahasiswa Didorong Jadi Agent of Change


Pemko Padang memandang keterhubungan antara dunia pendidikan dan dunia industri sebagai salah satu kunci untuk mempersiapkan generasi muda menghadapi perubahan ekonomi dan teknologi.


Melalui forum seperti Pertamina Goes to Campus, mahasiswa diharapkan tidak hanya ditempatkan sebagai penerima informasi, tetapi ikut mengambil posisi sebagai agent of change.


Artinya, mahasiswa memiliki ruang untuk menawarkan gagasan, melakukan penelitian, menciptakan inovasi, sekaligus melihat persoalan energi sebagai peluang untuk menghasilkan solusi.


Kepala DPMPTSP Kota Padang Fauzan Ibnovi mengatakan, kegiatan tersebut diharapkan mampu memberikan motivasi kepada generasi muda, khususnya mahasiswa Universitas Andalas, untuk mengambil bagian dalam pengembangan sektor energi.


"Alhamdulillah kegiatan ini terlaksana dengan sukses, dibuka oleh Gubernur Sumatera Barat dan juga didampingi oleh Vice President Pertamina dan juga Rektor Unand," ujar Fauzan.


Menurutnya, pertemuan antara dunia kampus, pemerintah dan industri harus mampu melahirkan semangat baru bagi generasi muda untuk melihat sektor energi secara lebih luas.


"Harapan kita adalah kegiatan ini dapat menjadi motivasi bagi generasi muda, khususnya mahasiswa-mahasiswa Universitas Andalas, untuk bagaimana nanti ke depan ikut dalam pengembangan energi, ikut menjadi alternatif solusi yang bisa mendukung keberadaan dari potensi-potensi Sumatera Barat," katanya.


Potensi Sumbar Menunggu Sentuhan Inovasi


Pernyataan tersebut sekaligus menegaskan pentingnya menempatkan mahasiswa sebagai bagian dari ekosistem pembangunan daerah.


Sumatera Barat tidak hanya membutuhkan lulusan perguruan tinggi yang memiliki kompetensi akademik, tetapi juga generasi yang mampu membaca potensi daerah dan mengubahnya menjadi kekuatan ekonomi baru.


Sektor energi menjadi salah satu bidang yang membutuhkan kontribusi tersebut.


Perguruan tinggi memiliki modal berupa sumber daya manusia, laboratorium, penelitian dan jejaring akademik. Sementara dunia industri memiliki pengalaman, teknologi, kebutuhan riil serta tantangan yang harus dipecahkan.


Ketika kedua kekuatan tersebut dipertemukan, peluang menghasilkan inovasi yang lebih relevan dengan kebutuhan masyarakat akan semakin besar.


Di titik inilah Pertamina Goes to Campus memiliki arti strategis. Program tersebut dapat menjadi pintu masuk bagi mahasiswa untuk mengenal lebih dekat dunia industri sekaligus memahami bahwa persoalan energi bukan hanya urusan perusahaan atau pemerintah.


Energi berkaitan langsung dengan kehidupan masyarakat, pertumbuhan ekonomi, pembangunan daerah, hingga keberlanjutan lingkungan.


Pemko Padang Dukung Kolaborasi Industri dan Kampus


Kehadiran Pemko Padang dalam kegiatan tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap upaya memperkuat hubungan antara pemerintah daerah, perguruan tinggi dan sektor industri.


Pemko berharap sinergi yang terbangun tidak berhenti pada satu agenda, tetapi dapat berkembang menjadi kolaborasi yang lebih konkret.


Terlebih, Kota Padang sebagai pusat pendidikan dan aktivitas ekonomi di Sumatera Barat memiliki posisi strategis dalam mendorong lahirnya inovasi berbasis pengetahuan.


Kampus dan mahasiswa dapat menjadi salah satu sumber gagasan untuk menjawab berbagai persoalan pembangunan, termasuk persoalan energi.


Dengan demikian, forum Pertamina Goes to Campus 2026 di Unand tidak hanya menjadi panggung untuk berbicara mengenai energi hari ini, tetapi juga menjadi ruang untuk membicarakan siapa yang akan menentukan arah energi Sumatera Barat dan Indonesia pada masa mendatang.


Jawabannya tidak semata berada di ruang rapat pemerintah maupun kantor perusahaan.


Sebagian jawabannya bisa saja lahir dari ruang-ruang kelas, laboratorium, pusat penelitian, dan dari gagasan mahasiswa yang hari ini masih duduk di bangku kuliah.


Dan ketika gagasan itu bertemu dengan teknologi, industri dan keberanian untuk berinovasi, potensi daerah bukan lagi sekadar angka dalam dokumen perencanaan melainkan peluang yang dapat diwujudkan menjadi solusi nyata bagi masyarakat.


(Mond)


#Pertamina #Padang #Daerah

×
Berita Terbaru Update