
Padang Bersiap Menuju Swasti Saba Wistara 2027, Data KKS Dikebut hingga 30 September
D'On, Padang - Pemerintah Kota (Pemko) Padang terus mematangkan persiapan menghadapi penilaian Kabupaten/Kota Sehat (KKS) Tahun 2026. Salah satu tahapan penting dilakukan melalui Rapat Koordinasi dan Penyamaan Persepsi Penginputan Data Capaian KKS Kota Padang Tahun 2026 pada aplikasi Swasti Saba dan SIPANTAS.
Kegiatan tersebut digelar di Aula Dinas Kesehatan Kota Padang, Kamis (17/9/2026), dan diikuti para keyperson dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) pengampu KKS serta keyperson tingkat kecamatan se-Kota Padang.
Rapat ini menjadi bagian dari upaya Pemko Padang memastikan seluruh indikator penilaian, dokumen pendukung, hingga titik dan objek pantau KKS dapat dipersiapkan secara matang dan terkoordinasi.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang, Srikurnia Yati, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian persiapan yang telah disusun dalam sebuah timeline menuju penilaian Kota Sehat.
Menurutnya, Pemko Padang memiliki target yang jelas dalam proses tersebut, yakni mempersiapkan Kota Padang agar mampu meraih Swasti Saba Wistara pada penilaian tingkat nasional tahun 2027.
"Kegiatan kita hari ini merupakan rangkaian kegiatan yang sudah kita buatkan timeline terkait dengan penilaian Kota Sehat. Karena memang harapan kita untuk tahun 2027 nanti, penilaian dari pusat, Kota Padang mendapatkan Swasti Saba Wistara," ujar Srikurnia.
Seluruh OPD Diminta Perkuat Data Dukung
Dalam rapat tersebut, pembahasan tidak hanya berkutat pada proses penginputan data. Para peserta juga melakukan penyamaan persepsi mengenai indikator KKS, kelengkapan dokumen pendukung capaian tahun 2025 dan 2026, serta kesiapan menentukan titik dan objek pantau yang akan menjadi bagian dari tahapan penilaian.
Srikurnia menyebutkan, keterlibatan seluruh OPD pengampu menjadi sangat penting karena capaian Kota Sehat merupakan pekerjaan lintas sektor yang tidak dapat dibebankan hanya kepada satu perangkat daerah.
"Kita mengundang seluruh keyperson masing-masing OPD, kemudian mengundang juga keyperson dari kecamatan. Di diskusi dan penilaian dokumen yang sudah kita laksanakan penginputannya di aplikasi Swasti Saba, ini semua yang kita bicarakan: dokumen, kemudian kelengkapan dari dokumen, kemudian nanti titik pantau, objek pantau yang harus kita tentukan," jelasnya.
Ia menilai proses diskusi berjalan cukup intens. Berbagai masukan dari OPD menunjukkan adanya perhatian serius terhadap pemenuhan indikator dan dokumen yang menjadi bagian dari penilaian.
"Sinergi dan kolaborasi antara OPD pengampu Kota Sehat sangat kelihatan," katanya.
Menurut Srikurnia, kolaborasi tersebut merupakan modal penting untuk mewujudkan Kota Padang sebagai daerah yang tidak sekadar mengejar penghargaan, tetapi juga mampu menghadirkan lingkungan perkotaan yang memberikan rasa aman, nyaman, bersih, dan sehat bagi masyarakat.
"Harapan kita dengan apa yang kita laksanakan, Kota Padang menjadi kota yang bersih, aman, nyaman, dan sehat untuk seluruh masyarakat Kota Padang," tuturnya.
Tenggat Data 30 September
Ketua Forum Kota Sehat (FKS) Kota Padang, Rukayah Anwar, menegaskan seluruh OPD pengampu KKS harus memperhatikan batas waktu penginputan data capaian tahun 2026.
Data tersebut paling lambat disampaikan pada 30 September 2026 melalui aplikasi yang telah ditentukan.
"Kita menyampaikan kepada OPD pengampu bahwa 30 September batas maksimalnya mereka harus memberikan data kita untuk data 2026, dan 9 Oktober akan diverifikasi oleh tim pembina Provinsi Sumatera Barat," ujar Rukayah.
Setelah proses penginputan dan pemenuhan dokumen, tahapan berikutnya adalah verifikasi oleh Tim Pembina Provinsi Sumatera Barat yang dijadwalkan berlangsung pada 9 Oktober 2026.
Tahapan ini menjadi salah satu titik penting karena dokumen dan data capaian Kota Padang akan diperiksa sebelum memasuki proses penilaian pada tingkat berikutnya.
Apabila dinyatakan lolos verifikasi tingkat provinsi, berkas Kota Padang akan diteruskan ke tingkat nasional untuk menjalani proses verifikasi oleh tim pusat yang dijadwalkan pada April 2027.
Rangkaian tersebut kemudian berlanjut dengan tahapan presentasi oleh Wali Kota Padang sebelum pelaksanaan kunjungan lapangan atau field evaluation oleh tim nasional. Kunjungan lapangan tersebut diperkirakan berlangsung pada Juli atau Agustus 2027.
Mempertahankan Prestasi, Membidik Penghargaan Nasional
Target Pemko Padang tidak berhenti pada kelengkapan administrasi. Pemerintah kota bersama FKS juga membawa ambisi untuk mempertahankan capaian di tingkat Provinsi Sumatera Barat sekaligus meningkatkan prestasi pada tingkat nasional.
Rukayah mengungkapkan, Kota Padang pada tahun sebelumnya berhasil meraih peringkat pertama di tingkat Provinsi Sumatera Barat. Capaian tersebut menjadi pijakan sekaligus motivasi dalam menghadapi penilaian berikutnya.
"Tahun kemarin kita dapat peringkat satu di provinsi. Tentunya kita berharap tahun ini dan 2027 nanti kita kembali mendapat peringkat satu untuk provinsi serta meraih Swasti Saba Wistara pada penilaian tingkat nasional tahun 2027," ungkapnya.
Karena itu, persiapan dilakukan sejak jauh hari. Setiap OPD diminta memastikan data yang disampaikan benar-benar menggambarkan capaian program sekaligus didukung dokumen yang memadai.
Di sisi lain, penentuan titik dan objek pantau juga menjadi perhatian. Hal ini penting untuk memastikan ketika tahapan verifikasi dan evaluasi lapangan berlangsung, berbagai capaian yang telah dilaporkan dapat dipertanggungjawabkan dan terlihat secara nyata di lapangan.
Kota Sehat Bukan Sekadar Penghargaan
Bagi Pemko Padang dan FKS, penilaian KKS pada akhirnya bukan semata-mata tentang mengejar predikat atau penghargaan.
Lebih jauh, proses tersebut menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi lintas sektor dalam membangun kualitas lingkungan dan kehidupan masyarakat.
Kota Sehat membutuhkan keterlibatan banyak pihak, mulai dari pemerintah daerah, OPD, kecamatan, hingga masyarakat. Karena itu, kesamaan persepsi antar-pengampu menjadi penting agar berbagai program yang dijalankan tidak berjalan sendiri-sendiri.
Srikurnia menegaskan optimisme tersebut setelah melihat langsung dinamika pembahasan dalam rapat koordinasi.
"Kita optimistis. Dilihat dari diskusi tadi, kawan-kawan kita dari OPD sudah memberikan masukan, diskusinya cukup alot. Sinergi dan kolaborasi antara OPD pengampu Kota Sehat sangat kelihatan," katanya.
Dengan tenggat penginputan data yang semakin dekat, Pemko Padang kini mendorong seluruh OPD pengampu dan kecamatan untuk mempercepat penyempurnaan data serta dokumen pendukung.
Seluruh tahapan tersebut menjadi bagian dari perjalanan panjang Kota Padang menuju penilaian nasional 2027.
Jika seluruh proses berjalan sesuai rencana, Kota Padang tidak hanya diharapkan mampu mempertahankan prestasi di tingkat Provinsi Sumatera Barat, tetapi juga tampil dalam penilaian nasional dengan kesiapan yang lebih kuat untuk membidik Swasti Saba Wistara 2027.
(Mond)
#Padang #Daerah