Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Nelayan Padang Kembali Melaut, Pemko Salurkan 19 Perahu Fiber, Mesin Tempel dan 724 Jaring Pascabencana

19 September 2026 | September 19, 2026 WIB Last Updated 2026-09-19T12:44:44Z

Nelayan Padang Kembali Melaut, Pemko Salurkan 19 Perahu Fiber, Mesin Tempel dan 724 Jaring Pascabencana




D'On, Padang - Harapan para nelayan di Kecamatan Padang Utara untuk kembali melaut dan memulihkan penghidupan pascabencana mulai mendapat angin segar. Pemerintah Kota Padang melalui Dinas Perikanan dan Pangan menyerahkan bantuan sarana penangkapan ikan kepada kelompok nelayan terdampak bencana, Sabtu (19/9/2026).


Penyerahan bantuan berlangsung di Lapangan Voli Universitas Bung Hatta, Ulak Karang. Bantuan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah membantu nelayan yang terdampak bencana pada November 2025 sekaligus mempercepat pemulihan aktivitas ekonomi masyarakat pesisir.


Bantuan yang diserahkan terdiri atas 19 unit perahu fiber, 19 unit mesin tempel berkekuatan 15 PK, serta 724 unit jaring penangkap ikan.


Bantuan tersebut diperuntukkan bagi kelompok nelayan dan Kelompok Usaha Bersama (KUB) di empat kelurahan, yakni Ulak Karang Utara, Ulak Karang Selatan, Kampung Lapai, dan Kampung Olo.


Sekretaris Dinas Perikanan dan Pangan Kota Padang, M. Dwi Richie, mengatakan bantuan tersebut merupakan bagian dari program unggulan Pemerintah Kota Padang di bawah kepemimpinan Wali Kota Padang Fadly Amran dan Wakil Wali Kota Maigus Nasir, khususnya melalui program Padang Melayani dan penanganan pascabencana.


“Pada hari ini kita melaksanakan penyerahan bantuan dari Pemerintah Kota Padang melalui Dinas Perikanan Pangan berupa perahu fiber sebanyak 19 unit, mesin tempel sebanyak 19 unit, dan jaring sebanyak 724 unit,” ujar Dwi Richie.


Menurutnya, bantuan tersebut tidak sekadar menjadi bentuk dukungan pemerintah, tetapi diharapkan dapat menjadi modal penting bagi nelayan untuk kembali menjalankan aktivitas penangkapan ikan secara lebih optimal.


Terlebih, bencana yang terjadi pada November 2025 turut memberikan dampak terhadap aktivitas dan perekonomian masyarakat nelayan. Kondisi tersebut membuat sebagian nelayan membutuhkan dukungan sarana agar dapat kembali produktif.


“Ini merupakan program unggulan Bapak Wali Kota Fadly Amran dan Bapak Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir dalam rangka melaksanakan penanganan pascabencana dan juga melalui program unggulan Padang Melayani,” katanya.


Dwi Richie juga mengingatkan kelompok penerima agar bantuan yang telah disalurkan dapat dimanfaatkan secara bertanggung jawab dan benar-benar mendukung aktivitas ekonomi nelayan.


“Kepada KUB penerima, diharapkan sesuai dengan arahan Bapak Wali Kota untuk memanfaatkan sebaik mungkin bantuan yang telah diterima sehingga dapat meringankan beban pada saat pascabencana yang lalu pada bulan November 2025,” tuturnya.


Menjangkau Empat Kelurahan


Distribusi bantuan perahu fiber dan mesin tempel dilakukan kepada nelayan di empat kelurahan di Kecamatan Padang Utara.


Rinciannya, Kelurahan Ulak Karang Utara mendapatkan tiga unit perahu fiber beserta mesin tempel, Ulak Karang Selatan lima unit, Kampung Lapai dua unit, dan Kampung Olo satu unit.


Lurah Ulak Karang Utara, Saringat, yang mewakili empat kelurahan penerima bantuan, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Padang dan Dinas Perikanan dan Pangan.


Ia menyebut bantuan tersebut merupakan bentuk perhatian pemerintah terhadap masyarakat nelayan yang terdampak bencana sekaligus dapat membantu mereka kembali menggerakkan roda perekonomian keluarga.


“Alhamdulillah kami pada hari ini warga menerima bantuan pascabencana, yaitu berupa kapal fiber dan mesin tempel,” kata Saringat.


Ia menjelaskan, khusus Ulak Karang Utara memperoleh tiga unit kapal fiber beserta mesin. Sementara Ulak Karang Selatan memperoleh lima unit, Kampung Lapai dua unit, dan Kampung Olo satu unit.


“Kami mewakili warga masyarakat dari empat kelurahan mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kota Padang melalui Kepala Dinas Perikanan dan Pangan atas bantuan yang diberikan pascabanjir ini,” ujarnya.


Saringat berharap bantuan tersebut tidak berhenti sebagai bantuan pemulihan, tetapi mampu memberikan dampak langsung terhadap peningkatan pendapatan masyarakat.


“Mudah-mudahan dengan bantuan ini dapat menambah income pendapatan dari warga masyarakat kami dalam memenuhi kebutuhan ekonomi sehari-hari,” katanya.


Nelayan: Bantuan Jadi Penyemangat untuk Kembali Melaut


Bagi nelayan, keberadaan perahu, mesin tempel, dan jaring bukan sekadar perlengkapan kerja. Sarana tersebut merupakan penopang utama untuk mencari nafkah dan memenuhi kebutuhan keluarga.


Perwakilan Kelompok Nelayan Hasil Family Ulak Karang, Danil Saputra, mengatakan bantuan perahu fiber dan mesin tempel 15 PK sangat membantu nelayan yang terdampak bencana.


Ia menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kota Padang dan Dinas Perikanan dan Pangan yang telah memberikan perhatian terhadap kondisi nelayan.


“Saya banyak mengucapkan terima kasih kepada Pemko Padang dan Dinas Perikanan dan Pangan beserta jajarannya atas pemberian bantuan pascabencana. Bantuan yang kita terima berupa kapal fiber beserta mesin 15 PK,” ungkap Danil.


Menurutnya, bantuan tersebut memberikan manfaat nyata bagi nelayan, terutama untuk mendukung kembali operasional penangkapan ikan setelah aktivitas mereka sempat terdampak bencana.


“Bantuan ini sangat bermanfaat bagi nelayan yang terdampak bencana kemarin,” katanya.


Danil berharap dukungan sarana tersebut dapat meningkatkan kemampuan nelayan dalam menjalankan aktivitas melaut sehingga hasil tangkapan pun dapat meningkat.


“Semoga ini lebih dapat meningkatkan hasil tangkapan dari pihak nelayan, khususnya di Ulak Karang ini,” ujarnya.


Dorong Pemulihan Ekonomi Masyarakat Pesisir


Penyerahan bantuan tersebut memperlihatkan bahwa pemulihan pascabencana tidak hanya berkaitan dengan perbaikan infrastruktur, tetapi juga pemulihan mata pencaharian masyarakat yang terdampak.


Bagi masyarakat nelayan, kemampuan untuk kembali melaut berarti membuka kembali sumber pendapatan keluarga. Perahu menjadi sarana utama, mesin tempel menjadi penggerak aktivitas di laut, sedangkan jaring menjadi alat produksi yang menentukan hasil tangkapan.


Karena itu, kombinasi bantuan berupa perahu fiber, mesin tempel, dan ratusan jaring diharapkan mampu memperkuat kembali aktivitas ekonomi nelayan di kawasan pesisir Padang Utara.


Pemerintah Kota Padang juga menekankan agar bantuan tersebut dimanfaatkan secara optimal oleh KUB penerima. Dengan pengelolaan yang baik, bantuan diharapkan tidak hanya membantu nelayan melewati masa pemulihan pascabencana, tetapi juga menjadi sarana untuk meningkatkan produktivitas dan pendapatan masyarakat dalam jangka lebih panjang.


Di tengah proses pemulihan tersebut, suara para nelayan menjadi penanda bahwa bantuan yang diterima memiliki arti lebih dari sekadar fasilitas. Bagi mereka, perahu dan mesin yang kembali tersedia berarti kesempatan untuk kembali melaut, kembali bekerja, dan kembali menata kehidupan keluarga setelah diterpa bencana.


(Mond)


#Padang #Daerah

×
Berita Terbaru Update