
Jalasenastri Kunjungi Museum dan Galeri Arsip Statis Kota Padang, Heriza Syafani: Arsip Adalah Ingatan Kolektif Kota
D'On, Padang - Museum dan Galeri Arsip Statis Kota Padang kembali menjadi ruang pembelajaran sejarah dan kebudayaan. Sebanyak 14 anggota Pengurus Cabang 6 Daerah Kodaeral II Gabungan Jalasenastri Koarmada RI mengunjungi Museum dan Galeri Arsip Statis Kota Padang, Selasa (29/9/2026).
Kunjungan tersebut tidak sekadar menjadi agenda wisata edukasi. Rombongan juga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengenal lebih dekat perjalanan sejarah Kota Padang, berbagai warisan kebudayaan, serta arsip dan dokumentasi yang merekam dinamika kehidupan masyarakat dari masa ke masa.
Selama berada di Museum dan Galeri Arsip Statis Kota Padang, rombongan mendapatkan penjelasan mengenai berbagai koleksi yang tersimpan dan dipamerkan. Peserta juga melihat secara langsung sejumlah dokumentasi serta benda-benda bersejarah yang menjadi bagian penting dari perjalanan Kota Padang.
Berbagai arsip yang ditampilkan menjadi pintu masuk untuk memahami bahwa sejarah sebuah daerah tidak hanya tersimpan dalam buku-buku sejarah, tetapi juga dalam dokumen, foto, catatan, benda, dan berbagai rekaman perjalanan pemerintahan maupun kehidupan sosial masyarakat.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Kota Padang, Heriza Syafani, mengatakan keberadaan museum dan galeri arsip statis memiliki posisi penting dalam menjaga kesinambungan pengetahuan sejarah daerah.
Menurutnya, arsip bukan sekadar kumpulan dokumen lama yang disimpan di ruang penyimpanan. Lebih dari itu, arsip merupakan rekaman autentik yang dapat menjadi sumber pengetahuan sekaligus bukti perjalanan sebuah daerah.
“Arsip adalah ingatan kolektif sebuah kota. Kalau arsip kita rawat, maka generasi hari ini dan generasi yang akan datang masih memiliki rujukan yang autentik untuk memahami dari mana kita berasal dan bagaimana sebuah kota tumbuh,” ujar Heriza.
Ia menilai kunjungan seperti yang dilakukan Pengurus Cabang 6 Daerah Kodaeral II Gabungan Jalasenastri Koarmada RI menjadi bagian penting dalam memperkenalkan fungsi strategis arsip kepada masyarakat.
Heriza menyebut, pelestarian arsip tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau lembaga kearsipan. Kesadaran masyarakat untuk mengenali, menghargai, dan ikut menjaga warisan sejarah juga sangat diperlukan.
“Kita ingin museum dan galeri arsip statis tidak hanya menjadi tempat menyimpan benda dan dokumen bersejarah. Tempat ini harus hidup sebagai ruang edukasi, ruang dialog, dan ruang untuk membangun kesadaran bahwa sejarah daerah adalah bagian dari identitas kita,” katanya.
Menurut Heriza, dokumentasi masa lalu memiliki nilai yang semakin penting ketika sebuah daerah terus berkembang. Kemajuan pembangunan, perubahan sosial, serta perkembangan teknologi tidak boleh membuat masyarakat kehilangan jejak sejarahnya.
Ia menegaskan, setiap generasi memiliki tanggung jawab untuk memastikan rekam perjalanan daerah tidak terputus.
“Pembangunan boleh bergerak cepat, zaman boleh berubah, tetapi jejak sejarah jangan sampai hilang. Karena ketika sebuah masyarakat kehilangan arsip dan dokumentasi sejarahnya, pada saat yang sama kita kehilangan sebagian dari memori tentang identitas daerah itu sendiri,” tutur Heriza.
Kunjungan tersebut juga memperlihatkan bagaimana museum dan arsip dapat menjadi media pembelajaran yang lebih dekat dengan masyarakat. Peserta tidak hanya memperoleh informasi melalui penjelasan, tetapi juga dapat melihat langsung berbagai koleksi dan dokumentasi yang menjadi saksi perjalanan Kota Padang.
Bagi rombongan Jalasenastri, kunjungan ini menjadi kesempatan untuk memperluas wawasan mengenai sejarah dan kebudayaan Kota Padang. Informasi yang diperoleh selama kunjungan diharapkan dapat menumbuhkan apresiasi yang lebih kuat terhadap keberadaan museum, arsip, serta berbagai peninggalan sejarah yang dimiliki daerah.
Selain aspek edukasi, kegiatan tersebut juga menjadi bentuk apresiasi terhadap upaya Pemerintah Kota Padang dalam merawat dan mengelola arsip statis sebagai sumber informasi sejarah.
Kehadiran arsip statis di ruang publik sekaligus memberikan pesan bahwa dokumen sejarah memiliki nilai yang jauh melampaui usia fisiknya. Sebuah foto, surat, catatan, atau dokumen pemerintahan dapat menjadi sumber penting untuk memahami perubahan sebuah kota dan masyarakatnya.
Kegiatan kunjungan berlangsung tertib, aman, dan lancar. Rombongan juga menyampaikan apresiasi atas pelayanan serta informasi yang diberikan selama berada di Museum dan Galeri Arsip Statis Kota Padang.
Melalui kunjungan tersebut, diharapkan semakin banyak masyarakat mengenal museum dan arsip bukan hanya sebagai tempat menyimpan peninggalan masa lalu, tetapi sebagai ruang belajar yang menghubungkan masa lalu, masa kini, dan masa depan.
Sebab, merawat arsip pada hakikatnya bukan hanya menjaga dokumen lama, melainkan menjaga cerita tentang sebuah daerah agar tetap dapat dibaca oleh generasi yang akan datang.
(Mond)
#Padang #Daerah