
Ditintelkam Polda Sumbar dan JMSI Bangun Jembatan Komunikasi, Menjaga Ruang Publik Tetap Sehat
D'On, Padang - Di tengah derasnya arus informasi digital yang bergerak nyaris tanpa jeda, kecepatan bukan lagi satu-satunya ukuran. Ketepatan, verifikasi, keberimbangan, dan kemampuan menghadirkan informasi yang dapat dipercaya menjadi kebutuhan penting masyarakat.
Di tengah situasi itulah, komunikasi antara aparat penegak hukum dan media menjadi semakin relevan.
Bukan sekadar hubungan kelembagaan, tetapi sebuah kebutuhan untuk memastikan setiap informasi yang berkembang di tengah masyarakat dapat dikomunikasikan secara baik, diklarifikasi ketika diperlukan, serta disampaikan secara bertanggung jawab kepada publik.
Semangat tersebut terasa dalam kunjungan silaturahmi jajaran Direktorat Intelijen dan Keamanan (Ditintelkam) Polda Sumatera Barat ke Sekretariat Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Provinsi Sumatera Barat, Jalan Manggopoh No. 12, Kota Padang, Selasa (29/9/2026).
Kunjungan yang dilakukan Subdit I Ditintelkam Polda Sumbar itu berlangsung dalam suasana akrab dan penuh kekeluargaan.
Rombongan Ditintelkam Polda Sumbar dipimpin Kasubdit I Ditintelkam Polda Sumbar Kompol Budi Hendra, SH, bersama Panit Aldi dan sejumlah jajaran.
Kedatangan mereka disambut Dewan Penasehat JMSI Sumbar Novrianto Ucok, Ketua JMSI Sumbar Aguswanto, Sekretaris JMSI Sumbar Almudazir serta sejumlah anggota JMSI Sumbar.
Pertemuan tersebut menjadi ruang untuk membuka percakapan yang lebih luas mengenai dinamika informasi publik, perkembangan media siber, sekaligus pentingnya membangun komunikasi dua arah antara kepolisian dan perusahaan pers.
Ketika Informasi Bergerak Lebih Cepat dari Klarifikasi
Perkembangan teknologi digital telah mengubah cara masyarakat memperoleh informasi.
Sebuah peristiwa yang terjadi di suatu tempat dapat diketahui masyarakat dalam hitungan menit. Informasi dapat berpindah dari satu platform ke platform lain dengan sangat cepat. Namun, kecepatan tersebut juga membawa tantangan: tidak semua informasi yang beredar telah melalui proses verifikasi.
Dalam kondisi seperti itu, komunikasi menjadi salah satu kunci.
Kompol Budi Hendra mengatakan, silaturahmi dengan JMSI merupakan bagian dari upaya memperkuat komunikasi dengan organisasi pers dan para pelaku media di Sumatera Barat.
Menurutnya, media memiliki posisi penting dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.
Karena itu, hubungan komunikasi yang baik antara kepolisian dan media diperlukan agar informasi yang berkembang dapat dikelola dan disampaikan secara tepat kepada publik.
"Silaturahmi ini merupakan bagian dari upaya kami untuk memperkuat komunikasi dan membangun hubungan yang baik dengan JMSI serta insan pers di Sumatera Barat. Kami berharap komunikasi yang sudah terjalin ini dapat terus ditingkatkan sehingga tercipta sinergi yang positif," ujar Kompol Budi Hendra.
Bagi kepolisian, ruang komunikasi dengan media juga menjadi bagian penting ketika muncul informasi yang membutuhkan penjelasan maupun klarifikasi.
Budi Hendra menekankan, komunikasi yang berjalan dua arah dapat membantu mencegah munculnya kesalahpahaman di tengah masyarakat.
"Tujuan kita tentu bagaimana komunikasi dapat berjalan dua arah. Ketika ada informasi yang perlu diklarifikasi atau membutuhkan penjelasan, kita dapat berkomunikasi dengan baik sehingga tidak terjadi kesalahpahaman di tengah masyarakat," ujarnya.
Media Bukan Sekadar Penyampai Informasi
Dalam pertemuan tersebut, pembicaraan tidak berhenti pada persoalan hubungan antara polisi dan media.
Lebih jauh, keduanya membahas tanggung jawab yang melekat pada masing-masing institusi dalam menjaga ruang informasi publik.
Budi Hendra berharap media dapat terus menghadirkan informasi yang edukatif dan mencerdaskan masyarakat.
"Kami berharap rekan-rekan media dapat terus memberikan informasi yang edukatif, mencerdaskan dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Dari sisi kepolisian, kami juga terbuka untuk membangun komunikasi dan koordinasi yang lebih baik dengan media," katanya.
Menurutnya, sinergi kepolisian dan media bukan semata-mata hubungan antarinstansi.
Ada kepentingan masyarakat yang lebih besar di dalamnya, yakni mendapatkan informasi yang jelas dan bermanfaat.
Terlebih, perkembangan media digital membuat masyarakat memiliki akses yang begitu luas terhadap berbagai sumber informasi. Kondisi tersebut menuntut setiap pihak untuk semakin berhati-hati dalam menyampaikan maupun menerima informasi.
Ditintelkam Polda Sumbar pun berharap JMSI Sumbar dapat menjadi salah satu mitra strategis dalam membangun komunikasi publik yang konstruktif, khususnya berkaitan dengan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di Sumatera Barat.
JMSI: Profesionalisme dan Verifikasi Adalah Keharusan
Ketua JMSI Sumbar Aguswanto menyambut baik kunjungan jajaran Ditintelkam Polda Sumbar.
Menurut Aguswanto, komunikasi antara kepolisian dengan organisasi perusahaan pers perlu terus dipelihara, terlebih ketika masyarakat hidup dalam lingkungan informasi yang berubah begitu cepat.
"JMSI Sumbar menyambut baik silaturahmi dari jajaran Ditintelkam Polda Sumbar. Bagi kami, komunikasi seperti ini sangat penting untuk membangun hubungan yang semakin baik antara kepolisian dengan perusahaan pers dan insan media," kata Aguswanto.
Ia menegaskan bahwa media memiliki tanggung jawab besar dalam menghadirkan informasi kepada masyarakat.
Di tengah banjir informasi, media siber dituntut tidak hanya cepat, tetapi juga mampu memastikan informasi yang disampaikan telah melalui proses jurnalistik yang profesional.
"Di tengah derasnya arus informasi dan maraknya berbagai informasi yang beredar di media sosial, media siber harus mampu menjadi sumber informasi yang terpercaya. Karena itu, profesionalisme, verifikasi dan keberimbangan menjadi hal yang sangat penting," tutur Aguswanto.
Pernyataan tersebut menjadi salah satu titik penting dalam pertemuan itu.
Sebab, ketika informasi bergerak semakin cepat, proses jurnalistik justru dituntut semakin kuat.
Media tidak cukup hanya menjadi pihak yang pertama menyampaikan kabar. Media juga memiliki tanggung jawab untuk memastikan informasi tersebut akurat, memiliki konteks, berimbang, dan dapat dipertanggungjawabkan.
JMSI Sumbar, kata Aguswanto, terus mendorong perusahaan media yang tergabung di dalamnya untuk menjalankan kegiatan jurnalistik secara profesional dengan tetap berpedoman pada kode etik jurnalistik dan ketentuan yang berlaku.
Membangun Komunikasi Sebelum Persoalan Muncul
Sementara itu, Dewan Penasehat JMSI Sumbar Novrianto Ucok melihat silaturahmi tersebut sebagai momentum penting untuk membangun komunikasi yang lebih intensif.
Menurutnya, hubungan antara kepolisian dan media idealnya tidak hanya terbangun ketika terdapat persoalan yang menjadi perhatian publik.
Komunikasi justru perlu dijaga dalam berbagai situasi.
"Media membutuhkan komunikasi yang baik dengan kepolisian, begitu juga sebaliknya. Dengan komunikasi yang terbuka, kita dapat bersama-sama menyampaikan informasi yang benar, berimbang dan tidak menimbulkan keresahan di tengah masyarakat," kata Novrianto.
Ia berharap komunikasi yang telah terbangun dapat dilanjutkan secara berkelanjutan.
"Harapan kami, komunikasi seperti ini bisa terus dilakukan secara berkelanjutan. Tidak hanya ketika ada persoalan, tetapi dalam suasana apa pun. Dengan begitu, hubungan antara kepolisian dan media semakin kuat dan memberikan manfaat bagi masyarakat Sumatera Barat," ujarnya.
Pandangan tersebut memperlihatkan bahwa komunikasi tidak semestinya hadir hanya sebagai respons terhadap sebuah persoalan.
Komunikasi yang dibangun sejak awal dapat menjadi jembatan ketika terdapat perbedaan informasi, kebutuhan klarifikasi, maupun persoalan yang membutuhkan penjelasan kepada masyarakat.
Dari Ruang Pertemuan Menuju Kepentingan Publik
Sekretaris JMSI Sumbar Almudazir bersama sejumlah anggota JMSI turut mengikuti pertemuan tersebut.
Diskusi berlangsung cair. Tidak ada sekat yang kaku. Masing-masing pihak bertukar pandangan mengenai perkembangan media digital, dinamika informasi publik, serta tantangan menghadirkan informasi yang sehat di tengah masyarakat.
Bagi media, komunikasi dengan kepolisian dapat membuka ruang untuk memperoleh penjelasan yang lebih utuh terhadap berbagai persoalan yang menjadi perhatian publik.
Sementara bagi kepolisian, komunikasi dengan media dapat menjadi bagian dari upaya menyampaikan informasi kepada masyarakat secara lebih luas dan terukur.
Di titik inilah kepentingan keduanya bertemu: masyarakat.
Publik membutuhkan informasi yang cepat, tetapi juga membutuhkan informasi yang benar.
Masyarakat membutuhkan keterbukaan, tetapi juga membutuhkan konteks agar sebuah informasi tidak dipahami secara keliru.
Dan ketika ruang digital dipenuhi berbagai informasi yang belum tentu terverifikasi, keberadaan media profesional serta komunikasi yang baik dengan lembaga terkait menjadi semakin penting.
Sinergi yang Tidak Berhenti di Seremonial
Silaturahmi Ditintelkam Polda Sumbar dan JMSI Sumbar diharapkan tidak berhenti sebagai agenda seremonial.
Kedua pihak sama-sama menyampaikan harapan agar komunikasi dapat terus dibangun dan ditingkatkan dalam berbagai kesempatan.
Bagi kepolisian, hubungan yang baik dengan media dapat mendukung penyampaian informasi publik sekaligus membuka ruang komunikasi ketika dibutuhkan klarifikasi.
Bagi JMSI, komunikasi dengan kepolisian menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem pers yang profesional, bertanggung jawab, dan mampu memberikan informasi yang bermanfaat bagi masyarakat.
Pada akhirnya, hubungan kepolisian dan media bukan hanya tentang dua institusi yang saling berkomunikasi.
Ada kepentingan publik yang jauh lebih besar di belakangnya.
Ketika polisi membuka ruang komunikasi, media memiliki kesempatan memperoleh informasi dan penjelasan yang lebih jelas.
Ketika media menjalankan proses jurnalistik secara profesional, masyarakat memperoleh informasi yang lebih terukur.
Dan ketika keduanya mampu menjaga komunikasi secara terbuka, ruang publik memiliki peluang lebih besar untuk terhindar dari kesalahpahaman akibat informasi yang tidak utuh maupun belum terverifikasi.
Pertemuan di Sekretariat JMSI Sumbar itu pun ditutup dengan ramah tamah dan foto bersama.
Namun, yang diharapkan tidak ikut berakhir adalah komunikasi yang telah dibangun.
Sebab di tengah dunia digital yang bergerak semakin cepat, menjaga kepercayaan publik tidak hanya membutuhkan informasi yang cepat disampaikan, tetapi juga komunikasi yang sehat, verifikasi yang kuat, serta komitmen bersama untuk menempatkan kepentingan masyarakat di atas derasnya arus informasi.
Dari ruang sederhana di Sekretariat JMSI Sumbar, sebuah pesan penting mengemuka: ketika kepolisian dan media mampu menjaga komunikasi, masyarakat memiliki ruang yang lebih luas untuk mendapatkan informasi yang jelas, berimbang, dan dapat dipercaya.
(Mond)
#JMSI #SumateraBarat #PoldaSumbar