Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Dispusip Padang Raih Penghargaan Pemerhati Disabilitas, Komitmen Inklusi Terus Diperkuat

28 September 2026 | September 28, 2026 WIB Last Updated 2026-09-28T06:42:15Z

Dispusip Padang Raih Penghargaan Pemerhati Disabilitas, Komitmen Inklusi Terus Diperkuat



D'On, Padang -  Komitmen Pemerintah Kota Padang dalam membangun ruang publik dan layanan yang inklusif mendapat apresiasi. Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kota Padang menerima penghargaan sebagai Pemerhati Disabilitas dalam rangka memperingati Hari Bahasa Isyarat Internasional 2026.


Penghargaan tersebut diserahkan pada Sabtu, 26 September 2026, di kawasan Kota Tua Padang. Kegiatan tersebut turut dihadiri langsung oleh Wali Kota Padang, Fadly Amran, serta jajaran terkait dan para pegiat inklusi.


Penghargaan diberikan oleh Yayasan Rumah Inklusi Padang sebagai bentuk apresiasi terhadap kontribusi Pemerintah Kota Padang melalui Dispusip dalam mendorong terwujudnya lingkungan sosial yang lebih ramah, terbuka, dan setara bagi penyandang disabilitas.


Salah satu bentuk nyata komitmen tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Kelas Bahasa Isyarat yang dilaksanakan Dispusip melalui kerja sama dengan Yayasan Rumah Inklusi Padang.


Program ini tidak sekadar menjadi kegiatan pembelajaran bahasa, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membuka ruang komunikasi yang lebih luas antara masyarakat dengan teman-teman tuli maupun penyandang disabilitas lainnya.


Di tengah perkembangan masyarakat yang semakin beragam, kemampuan memahami bahasa isyarat menjadi salah satu bentuk nyata dari kepedulian terhadap kesetaraan akses komunikasi. Perpustakaan sebagai ruang publik dan pusat literasi memiliki posisi strategis untuk memastikan bahwa layanan pengetahuan tidak hanya terbuka bagi sebagian masyarakat, tetapi dapat diakses oleh semua kalangan.


Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Padang, Heriza Syafani, mengatakan penghargaan tersebut tidak semata-mata dipandang sebagai capaian institusi, melainkan sebagai pengingat bahwa pelayanan publik harus terus berkembang mengikuti kebutuhan seluruh masyarakat.


Menurutnya, perpustakaan tidak boleh hanya dimaknai sebagai tempat membaca dan meminjam buku. Lebih dari itu, perpustakaan harus menjadi ruang bertemu, belajar, berinteraksi, sekaligus membangun kesetaraan sosial.

 

“Penghargaan ini tentu menjadi kehormatan bagi Dispusip Kota Padang, tetapi yang lebih penting adalah bagaimana penghargaan ini menjadi pengingat bagi kami untuk terus memperkuat layanan yang inklusif. Setiap warga memiliki hak yang sama untuk memperoleh pengetahuan, berkomunikasi, belajar, dan mendapatkan pelayanan yang layak,” ujar Heriza.


Ia menegaskan, penyelenggaraan Kelas Bahasa Isyarat merupakan bagian dari langkah konkret Dispusip untuk menghilangkan hambatan komunikasi yang selama ini dapat menjadi salah satu kendala dalam mengakses layanan publik.

 

“Bahasa isyarat bukan sekadar keterampilan untuk berkomunikasi dengan teman-teman tuli. Di dalamnya ada pesan yang jauh lebih besar, yaitu tentang kesediaan kita untuk memahami, menghargai, dan membuka ruang yang setara bagi setiap orang,” katanya.


Heriza menyebut, membangun inklusi membutuhkan proses yang berkelanjutan. Tidak cukup hanya menghadirkan fasilitas fisik, tetapi juga diperlukan kesiapan sumber daya manusia dan perubahan cara pandang dalam memberikan pelayanan.


Karena itu, menurutnya, kerja sama dengan Yayasan Rumah Inklusi Padang menjadi langkah penting untuk memperkuat kapasitas dan pemahaman aparatur maupun masyarakat mengenai kebutuhan penyandang disabilitas.

 

“Inklusi tidak boleh berhenti pada slogan. Ia harus hadir dalam tindakan, dalam cara kita melayani, dalam cara kita berkomunikasi, dan dalam cara kita memastikan tidak ada warga yang merasa tertinggal hanya karena memiliki keterbatasan tertentu,” tutur Heriza.


Ia menambahkan, Dispusip Kota Padang akan terus berupaya menghadirkan program-program literasi yang dapat menjangkau lebih banyak kelompok masyarakat, termasuk penyandang disabilitas.


Menurutnya, perpustakaan idealnya menjadi ruang publik yang memberikan kesempatan kepada siapa pun untuk tumbuh melalui pengetahuan. Ketika akses terhadap informasi dan literasi dapat dirasakan secara merata, maka perpustakaan turut berperan dalam membangun masyarakat yang lebih berdaya.


Peringatan Hari Bahasa Isyarat Internasional 2026 di Kota Tua Padang pun menjadi momentum untuk memperkuat kesadaran bersama bahwa keberagaman merupakan bagian dari kehidupan masyarakat.


Penghargaan kepada Dispusip Kota Padang menjadi penanda bahwa upaya membangun ekosistem pelayanan yang inklusif mulai mendapat perhatian dan apresiasi dari berbagai pihak.


Bagi Dispusip, penghargaan tersebut bukanlah garis akhir. Justru menjadi dorongan untuk memperluas kolaborasi, meningkatkan kualitas layanan, dan memastikan perpustakaan benar-benar menjadi ruang yang dapat diakses serta dirasakan manfaatnya oleh seluruh masyarakat Kota Padang.


Dengan semangat tersebut, inklusi diharapkan tidak hanya hadir dalam kegiatan seremonial, tetapi tumbuh menjadi budaya dalam penyelenggaraan pelayanan publik bahwa setiap orang, dengan segala keberagaman dan kemampuannya, memiliki hak yang sama untuk mendapatkan kesempatan belajar, memperoleh informasi, dan menjadi bagian dari kehidupan sosial.


(Mond)


#Padang #Daerah

×
Berita Terbaru Update