Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Bantuan Pangan BULOG Disalurkan, 629 Warga Koto Baru Nan XX Terima Beras untuk Tiga Bulan

13 September 2026 | September 13, 2026 WIB Last Updated 2026-09-13T09:18:43Z

Bantuan Pangan BULOG Disalurkan, 629 Warga Koto Baru Nan XX Terima Beras untuk Tiga Bulan



D'On, Padang Pemerintah bersama Perum BULOG terus memperkuat upaya menjaga ketahanan pangan sekaligus membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok. Hal itu terlihat dalam penyaluran bantuan pangan berupa beras kepada masyarakat Kelurahan Koto Baru Nan XX, Kecamatan Lubuk Begalung, Kota Padang, Minggu (13/9/2026).


Penyaluran bantuan yang berlangsung di Kantor Lurah Koto Baru Nan XX tersebut dihadiri Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir, Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Alex Indra Lukman, Pemimpin Wilayah Perum BULOG Sumatera Barat R. Darma Wijaya, Kepala Dinas Pertanian Yoice Yuliani, Camat Lubuk Begalung Ikrar Prakarsa, serta sejumlah tamu undangan lainnya.


Dalam kegiatan tersebut, Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir mendampingi Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Alex Indra Lukman untuk melihat langsung proses penyaluran bantuan pangan kepada masyarakat penerima manfaat.


629 Penerima Dapat Bantuan Beras


Untuk Kelurahan Koto Baru Nan XX, bantuan pangan diberikan kepada 629 Penerima Bantuan Pangan (PBP). Bantuan tersebut merupakan alokasi untuk tiga bulan sekaligus, yakni Juli, Agustus, dan September 2026.


Setiap penerima memperoleh 10 kilogram beras per bulan. Dengan demikian, untuk alokasi tiga bulan, masing-masing penerima mendapatkan total 30 kilogram beras.


Secara keseluruhan, beras yang dialokasikan untuk 629 penerima di Kelurahan Koto Baru Nan XX mencapai 18,870 ton.


Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu meringankan pengeluaran rumah tangga, terutama untuk memenuhi salah satu kebutuhan pokok yang tidak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari masyarakat.


Maigus Nasir menyampaikan apresiasi kepada Perum BULOG dan DPR RI yang terus memberikan perhatian terhadap masyarakat Kota Padang melalui program bantuan pangan.


Ia berharap bantuan yang diterima masyarakat benar-benar memberikan manfaat dan mampu membantu memenuhi kebutuhan pokok keluarga.

 

“Semoga bantuan yang diterima masyarakat ini dapat membantu memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari. Kami juga berharap dukungan dan pengawasan dari Perum BULOG bersama DPR RI agar program ini dapat terus berjalan dengan baik dan tepat sasaran,” ujar Maigus.


Pemko Padang Dorong Urban Farming


Di tengah penyaluran bantuan pangan, Maigus juga mengajak masyarakat untuk tidak hanya bergantung pada bantuan, tetapi mulai memanfaatkan potensi yang tersedia di lingkungan masing-masing.


Salah satu upaya yang terus didorong Pemerintah Kota Padang adalah urban farming atau pemanfaatan lahan di sekitar rumah untuk menanam berbagai kebutuhan pangan.


Menurut Maigus, lahan yang tersedia di sekitar rumah dapat dimanfaatkan untuk menanam komoditas sederhana seperti cabai, sayuran, dan tanaman pangan lainnya.


Dengan memanfaatkan lahan yang ada, masyarakat dapat memenuhi sebagian kebutuhan pangan keluarga secara mandiri. Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan rumah tangga.


Pemerintah Kota Padang, kata Maigus, juga telah bekerja sama dengan Bank Indonesia Perwakilan Sumatera Barat dalam penyediaan bantuan bibit untuk mendukung kegiatan tersebut.

 

“Kami juga mengajak masyarakat untuk memanfaatkan lahan yang ada di sekitar rumah untuk menanam kebutuhan pangan, seperti cabai, sayuran, dan tanaman pangan lainnya. Dengan begitu, sebagian kebutuhan pangan rumah tangga dapat dipenuhi secara mandiri,” katanya.


Pesan tersebut menjadi penting karena ketahanan pangan tidak hanya dibangun melalui program bantuan pemerintah, tetapi juga melalui keterlibatan masyarakat dalam memproduksi sebagian kebutuhan pangannya sendiri.


DPR RI Pastikan Bantuan Tepat Sasaran


Sementara itu, Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Alex Indra Lukman menegaskan bahwa penyaluran bantuan pangan tersebut juga menjadi bagian dari fungsi pengawasan DPR RI terhadap program pemerintah.


Menurutnya, pengawasan diperlukan agar bantuan yang telah dialokasikan pemerintah benar-benar sampai kepada masyarakat yang membutuhkan.

 

“Kita terus melakukan pengawasan agar bantuan ini benar-benar sampai kepada masyarakat yang membutuhkan,” ujar Alex.


Ia juga mendorong agar penyaluran bantuan pangan untuk periode berikutnya dapat dilakukan lebih cepat.


Alex meminta agar alokasi bantuan untuk Oktober, November, dan Desember 2026 dapat dipercepat penyalurannya sehingga masyarakat penerima manfaat dapat memperoleh kepastian bantuan untuk memenuhi kebutuhan pangan mereka.


Dorongan tersebut sekaligus menunjukkan pentingnya kesinambungan program bantuan pangan, terutama bagi masyarakat yang masih membutuhkan dukungan dalam memenuhi kebutuhan pokok.


Bantuan Pangan Jangkau 74.716 Penerima di Kota Padang


Pemimpin Wilayah Perum BULOG Sumatera Barat R. Darma Wijaya menjelaskan bahwa program bantuan pangan yang disalurkan tidak hanya menyasar masyarakat di Kelurahan Koto Baru Nan XX.


Khusus untuk Kota Padang, program tersebut mencakup 74.716 Penerima Bantuan Pangan (PBP) dengan total pagu sebanyak 2.241,480 ton beras.


Besarnya cakupan tersebut menunjukkan skala program bantuan pangan yang dilaksanakan pemerintah melalui Perum BULOG dalam membantu masyarakat di Kota Padang.


Darma Wijaya mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk kehadiran pemerintah bersama DPR dalam membantu masyarakat, sekaligus bagian dari implementasi Asta Cita Presiden.

 

“Bantuan ini merupakan bentuk kehadiran pemerintah bersama DPR sesuai dengan Asta Cita Bapak Presiden. Mudah-mudahan bantuan ini dapat membantu dan meringankan beban masyarakat serta memudahkan urusan perekonomian Bapak dan Ibu semua,” ujarnya.


Bukan Sekadar Beras, Ada Pesan Ketahanan Pangan


Penyaluran bantuan di Koto Baru Nan XX memperlihatkan dua pendekatan yang berjalan beriringan dalam upaya memperkuat ketahanan pangan masyarakat.


Di satu sisi, pemerintah hadir melalui bantuan beras untuk membantu memenuhi kebutuhan pokok masyarakat yang masuk dalam daftar penerima. Di sisi lain, masyarakat juga didorong untuk mengambil peran melalui pemanfaatan lahan di sekitar rumah.


Bantuan beras untuk alokasi Juli, Agustus, dan September memberikan tambahan dukungan bagi rumah tangga penerima. Sementara itu, program urban farming diarahkan agar masyarakat memiliki alternatif untuk memenuhi sebagian kebutuhan pangan secara mandiri.


Sinergi antara pemerintah daerah, DPR RI, Perum BULOG, dan masyarakat menjadi faktor penting agar program ketahanan pangan tidak berhenti pada penyaluran bantuan, tetapi berkembang menjadi gerakan yang mampu memperkuat kemandirian pangan masyarakat.


Dengan pengawasan yang berkelanjutan dan penyaluran yang tepat sasaran, bantuan pangan diharapkan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Pada saat yang sama, pemanfaatan lahan rumah melalui urban farming dapat menjadi langkah sederhana yang dilakukan masyarakat untuk menjaga ketersediaan pangan keluarga.


Kegiatan di Kelurahan Koto Baru Nan XX pun menjadi gambaran bahwa upaya menjaga ketahanan pangan membutuhkan kolaborasi dari berbagai pihak—mulai dari pemerintah, lembaga legislatif, BULOG, hingga masyarakat sebagai penerima sekaligus pelaku utama ketahanan pangan di tingkat keluarga.


(Mond)


#Padang #Daerah

×
Berita Terbaru Update