
Adu Kualitas Sekolah Sehat di Padang Dimulai, Program UKS Tak Cukup Sekadar di Atas Kertas
D'On, Padang — Pemerintah Kota (Pemko) Padang mulai menguji sejauh mana komitmen satuan pendidikan dalam membangun lingkungan sekolah yang sehat. Bukan sekadar soal kebersihan halaman atau kelengkapan ruang UKS, penilaian juga diarahkan untuk melihat apakah program kesehatan sekolah benar-benar berjalan dan memberi dampak bagi peserta didik.
Hal itu terlihat dalam Ekspose Penilaian Lomba Sekolah Sehat Berstratifikasi UKS/M Strata Standar Tingkat Kota Padang Tahun 2026 yang digelar di Ruang Abu Bakar Jaar, Balai Kota Padang, 1–3 September 2026.
Kegiatan tersebut dilaksanakan Pemko Padang melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setdako Padang dengan melibatkan tim juri penilaian serta perwakilan sekolah peserta.
Plt Kabag Kesra Setdako Padang, Zul Asfi Lubis, menegaskan bahwa ekspose bukanlah tahap akhir untuk menentukan sekolah terbaik. Tahapan tersebut justru menjadi bagian dari proses penilaian yang lebih menyeluruh.
Menurutnya, tim tidak hanya melihat dokumen yang diserahkan sekolah maupun materi yang dipaparkan dalam ekspose. Setelah seluruh peserta menyampaikan program dan capaian masing-masing, tim juri akan melakukan verifikasi langsung ke lapangan.
“Kita melakukan lomba UKS melalui beberapa kategori, dari mulai dokumen yang kita kumpulkan, lalu kemudian ekspos sekolah-sekolah terbaik,” ujar Zul Asfi.
Ia menjelaskan, proses verifikasi lapangan diperlukan untuk memastikan adanya kesesuaian antara apa yang disampaikan sekolah dengan kondisi sebenarnya.
“Sebelum kita menentukan mana yang terbaik, kita akan pastikan dulu seluruh eksposnya ini selesai dari sekolah-sekolah terbaik di Kota Padang, baru nanti ada waktunya tim akan turun untuk monitoring ke lapangan, check and balance apakah sesuai dengan yang disampaikan, apakah faktanya seperti itu adanya,” katanya.
Tiga Hari, Tiga Jenjang Pendidikan
Penilaian ekspose berlangsung selama tiga hari dengan pembagian berdasarkan jenjang pendidikan. Tahapan ini memberikan ruang bagi setiap sekolah untuk memaparkan program, inovasi, serta berbagai upaya yang telah dilakukan dalam membangun budaya hidup sehat di lingkungan pendidikan.
Pada hari pertama, Selasa (1/9/2026), giliran lima perwakilan terbaik dari jenjang taman kanak-kanak (TK) yang mempresentasikan program masing-masing.
Kelima peserta tersebut yakni TK Negeri Pembina, TK Kemala Bhayangkari IV, RA Ikhlas, TK Mariana, dan TK Semen Padang.
Beranjak ke jenjang sekolah dasar pada Rabu (2/9/2026), lima sekolah kembali tampil dalam tahap ekspose. Mereka adalah SDN 20 Indarung, SDN 03 Alai, SDN 15 Padang Sarai, SDN 27 Anak Air, dan SD Islam Al Azhar 32.
Sementara itu, penilaian untuk jenjang SMP dilaksanakan pada Kamis (3/9/2026) sebagai rangkaian terakhir ekspose.
Pola penilaian yang dilakukan secara bertahap tersebut menunjukkan bahwa program UKS/M tidak hanya ditempatkan sebagai kegiatan pelengkap sekolah. Aspek kesehatan menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang mendukung tumbuh kembang peserta didik.
Bukan Sekadar Menang Lomba
Di balik kompetisi sekolah sehat, terdapat tujuan yang lebih besar: mendorong sekolah membangun kebiasaan hidup sehat secara konsisten.
Zul Asfi menyebut, Pemko Padang berharap pelaksanaan lomba ini dapat menjadi momentum untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan UKS di seluruh satuan pendidikan.
Artinya, sekolah tidak semata-mata dituntut tampil baik ketika mengikuti penilaian. Program yang dipaparkan harus memiliki implementasi nyata dan dapat dipertanggungjawabkan ketika tim juri melakukan monitoring langsung.
Pendekatan tersebut sekaligus menjadi mekanisme check and balance agar penilaian tidak berhenti pada kelengkapan administratif maupun presentasi program.
Sekolah yang memaparkan program unggulan nantinya akan menghadapi tahapan berikutnya berupa verifikasi lapangan. Tim juri akan melihat secara langsung kondisi dan pelaksanaan program di masing-masing unit pendidikan.
Dengan demikian, antara dokumen, ekspose, dan fakta lapangan harus memiliki keterkaitan.
Mendorong Anak Lebih Peduli Kesehatan
Lebih jauh, keberhasilan UKS tidak semestinya hanya diukur dari seberapa lengkap fasilitas yang tersedia. Yang tidak kalah penting adalah bagaimana lingkungan sekolah mampu membentuk perilaku sehat peserta didik dalam kehidupan sehari-hari.
Sekolah memiliki posisi strategis dalam membangun kebiasaan tersebut karena sebagian besar waktu anak dihabiskan dalam lingkungan pendidikan.
Karena itu, keberadaan UKS/M diharapkan tidak berhenti sebagai ruangan atau program seremonial, tetapi menjadi bagian dari budaya sekolah mulai dari kepedulian terhadap kebersihan lingkungan, perilaku hidup sehat, hingga keterlibatan warga sekolah dalam menjaga kesehatan bersama.
Zul Asfi berharap kompetisi tahun ini memberikan hasil yang lebih baik dibanding pelaksanaan sebelumnya.
“Mudah-mudahan UKS pada tahun ini lebih baik dan juga anak-anak kita lebih bersemangat untuk bisa hidup sehat di lingkungan sekolah masing-masing,” tuturnya.
Melalui rangkaian penilaian tersebut, Pemko Padang tidak hanya mencari sekolah yang layak menyandang predikat terbaik. Lebih dari itu, ajang ini diharapkan menjadi pemicu bagi sekolah-sekolah di Kota Padang untuk terus memperkuat ekosistem pendidikan yang sehat, bersih, aman, dan mendukung tumbuh kembang anak.
Sebab pada akhirnya, ukuran keberhasilan sekolah sehat bukan hanya terlihat saat tim juri datang melakukan penilaian, tetapi dari kebiasaan hidup sehat yang tetap berjalan ketika tidak ada kamera, tidak ada juri, dan tidak ada perlombaan.
(Mond)
#Padang #Daerah #UKS #Pendidikan