
Truk Diduga Alami Gangguan Persneling, Tabrak Land Cruiser di Jalur Sumbar-Riau, Satu Penumpang Tewas
D'On, LIMA PULUH KOTA — Malam di jalur lintas Sumatera Barat-Riau mendadak berubah menjadi petaka. Sebuah Mitsubishi Truck Tronton dan Toyota Land Cruiser terlibat kecelakaan di Jalan Nasional Sumbar-Riau Kilometer 159, Jorong Simpang Tiga, Kenagarian Koto Alam, Kecamatan Pangkalan Koto Baru, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sabtu (15/8/2026) sekitar pukul 19.30 WIB.
Kecelakaan tersebut menewaskan satu orang penumpang Toyota Land Cruiser. Dua orang lainnya, termasuk pengemudi kedua kendaraan, mengalami luka-luka dan harus mendapatkan perawatan medis.
Peristiwa maut itu melibatkan Mitsubishi Truck Tronton BA 9155 BU yang dikemudikan HH (38) dan Toyota Land Cruiser BM 1951 NF yang dikemudikan DS (46).
Diduga Persneling Bermasalah, Truk Kehilangan Kendali
Kecelakaan bermula ketika truk tronton melaju dari arah Payakumbuh menuju Pekanbaru.
Saat mendekati lokasi kejadian, kendaraan tersebut melintasi ruas jalan yang memiliki karakteristik cukup menantang. Jalan dalam kondisi menikung dan menurun, sementara jarak pandang pengemudi terbatas karena kecelakaan terjadi pada malam hari.
Di tengah perjalanan, truk diduga mengalami gangguan pada bagian persneling.
Pada saat bersamaan, dari arah berlawanan melaju Toyota Land Cruiser yang dikemudikan DS, bergerak dari Pekanbaru menuju Payakumbuh.
Diduga akibat gangguan tersebut, HH tidak mampu mengendalikan laju truk. Kendaraan kemudian bergerak hingga bertabrakan dengan Land Cruiser yang datang dari arah berlawanan.
Benturan pun tak terhindarkan.
Kedua kendaraan mengalami kerusakan cukup parah. Bagian depan truk tronton rusak, sedangkan Toyota Land Cruiser mengalami kerusakan pada bagian depan dan sisi kanan.
Satu Penumpang Land Cruiser Meninggal
Tabrakan itu membuat tiga orang menjadi korban.
HH, pengemudi Mitsubishi Truck Tronton, mengalami luka robek pada lutut kaki kanan serta luka lebam pada paha kiri dan tangan kanan.
Sementara DS, pengemudi Toyota Land Cruiser, mengalami luka pada kepala dan bahu kanan serta luka robek pada lengan kanan.
Namun, kondisi paling fatal dialami R (43), penumpang Toyota Land Cruiser.
R mengalami luka pada bagian leher serta luka lebam pada dada dan perut sebelah kanan. Setelah mendapat penanganan, korban dinyatakan meninggal dunia.
Seluruh korban kemudian mendapatkan penanganan medis di fasilitas kesehatan terdekat.
Tikungan, Turunan dan Pandangan Terbatas
Ruas jalan tempat kecelakaan terjadi merupakan jalan nasional yang menghubungkan wilayah Sumbar dengan Riau. Kondisi jalan berupa aspal dengan lebar sedang dan dilengkapi rambu lalu lintas.
Saat kejadian, permukaan jalan dilaporkan kering. Namun, lokasi berada pada kawasan tikungan dan turunan dengan pandangan yang terbatas. Arus lalu lintas juga tergolong ramai.
Kondisi tersebut membuat pengendara dituntut ekstra hati-hati, terlebih kecelakaan berlangsung pada malam hari.
Kerugian materiel akibat kecelakaan diperkirakan mencapai Rp30 juta.
Polisi Turun ke Lokasi
Peristiwa tersebut kemudian dilaporkan dan dituangkan dalam Laporan Polisi Nomor: LP/A/83/VIII/2026/SPKT.SATLANTAS/RES-50 KOTA/POLDA SUMBAR, tertanggal 17 Agustus 2026.
Personel Satlantas Polres 50 Kota telah melakukan sejumlah langkah penanganan, mulai dari menerima laporan, mendatangi lokasi, melaksanakan TPTKP, mengumpulkan keterangan saksi dan pihak terkait, hingga melakukan pengukuran serta penggambaran lokasi kecelakaan.
Hasil penanganan di lapangan selanjutnya dilaporkan kepada pimpinan untuk proses lebih lanjut.
Polisi Ingatkan Pengendara
Polres 50 Kota kembali mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap remeh kondisi kendaraan sebelum melakukan perjalanan, terutama ketika melewati jalur lintas dengan medan berat dan arus kendaraan yang cukup padat.
Pengemudi juga diminta memastikan kendaraan dalam kondisi laik jalan serta meningkatkan kewaspadaan ketika melewati jalan menurun, tikungan, maupun lokasi dengan jarak pandang terbatas.
Kecelakaan di Km 159 tersebut menjadi pengingat bahwa perjalanan di jalur lintas tidak hanya membutuhkan keterampilan mengemudi, tetapi juga kendaraan yang benar-benar siap menghadapi kondisi jalan.
Satu gangguan teknis yang terjadi di tengah perjalanan dapat berubah menjadi kecelakaan fatal dalam hitungan detik.
(Mond)
#Peristiwa #Kecelakaan