
Tragis! Siswa SMP Murni Padang Ditemukan Tak Bernyawa Setelah Tenggelam di Sungai Batang Arau
D'On, Padang — Upaya pencarian terhadap seorang siswa SMP Murni Padang yang dilaporkan tenggelam di Sungai Batang Arau, Kota Padang, akhirnya membuahkan hasil. Tim SAR Gabungan menemukan korban pada Minggu (16/8/2026) dalam kondisi meninggal dunia di sekitar kawasan Pulau Sinyaru.
Korban diketahui bernama Josua Perkasa Lase, seorang pelajar SMP Murni Padang. Ia sebelumnya dilaporkan tenggelam di aliran Sungai Batang Arau pada Jumat (14/8/2026).
Penemuan korban menjadi akhir dari operasi pencarian yang dilakukan Basarnas bersama sejumlah unsur Tim SAR Gabungan. Setelah titik keberadaan korban diketahui, petugas langsung melakukan proses evakuasi dari kawasan Pulau Sinyaru.
Dengan penuh kehati-hatian, tim membawa jenazah korban dari Pulau Sinyaru menuju Pelabuhan Muara Padang. Proses evakuasi dilakukan menggunakan sarana yang tersedia dengan mempertimbangkan kondisi perairan dan keselamatan seluruh personel yang terlibat.
Setibanya di Pelabuhan Muara Padang, jenazah Josua kemudian dibawa ke rumah sakit untuk menjalani proses pemeriksaan dan autopsi sesuai prosedur.
Pemeriksaan tersebut dilakukan sebelum jenazah diserahkan kepada pihak keluarga untuk proses pemakaman. Rencananya, jenazah korban akan diserahkan kepada keluarga yang berada di Kelurahan Seberang Palinggam, Kecamatan Padang Selatan, Kota Padang.
Dua Hari dalam Pencarian
Peristiwa tenggelamnya Josua di Sungai Batang Arau memicu operasi pencarian yang melibatkan unsur SAR gabungan. Kawasan sungai dan perairan di sekitar lokasi menjadi fokus penyisiran tim untuk menemukan keberadaan korban.
Setelah pencarian dilakukan secara intensif, korban akhirnya ditemukan pada Minggu pagi di sekitar Pulau Sinyaru.
Lokasi penemuan yang berada di kawasan perairan tersebut menunjukkan tantangan yang harus dihadapi petugas selama proses pencarian. Arus sungai serta kondisi kawasan perairan menjadi bagian dari faktor yang harus diperhitungkan tim dalam menjalankan operasi SAR.
Begitu korban ditemukan, prioritas utama tim adalah mengevakuasi korban secepat dan seaman mungkin agar dapat dibawa ke daratan untuk penanganan lebih lanjut.
Duka Mendalam bagi Keluarga
Kabar ditemukannya Josua menjadi kabar duka bagi keluarga. Harapan agar korban dapat ditemukan dalam keadaan selamat akhirnya berubah menjadi kepastian setelah tim menemukan korban dalam kondisi meninggal dunia.
Jenazah kemudian menjalani proses medis di rumah sakit sebelum nantinya diserahkan kepada keluarga.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat bahwa aktivitas di sekitar aliran sungai, terutama kawasan dengan arus dan kedalaman yang sulit diprediksi, memiliki risiko tinggi. Kehadiran Tim SAR menjadi sangat penting ketika terjadi keadaan darurat di wilayah perairan.
Dengan ditemukannya Josua, operasi pencarian terhadap korban tenggelam di Sungai Batang Arau tersebut memasuki tahap akhir. Selanjutnya, penanganan korban diserahkan melalui prosedur medis dan kepada pihak keluarga.
Kepergian Josua meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, sekolah, serta orang-orang yang mengenalnya. Di tengah kesedihan tersebut, proses evakuasi dan penanganan korban menjadi bagian penting agar keluarga dapat menerima dan memberikan penghormatan terakhir kepada almarhum.
(Mond)
#Peristiwa