Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Tanam Pohon di Tepian Batang Arau, Padang dan Hildesheim Teguhkan Persahabatan Menuju Kota Global

08 August 2026 | August 08, 2026 WIB Last Updated 2026-08-08T08:03:31Z

Tanam Pohon di Tepian Batang Arau, Padang dan Hildesheim Teguhkan Persahabatan Menuju Kota Global



D'On, Padang — Semangat menjaga lingkungan sekaligus mempererat hubungan internasional mewarnai rangkaian Hari Jadi Kota (HJK) Padang ke-357. Pemerintah Kota Padang bersama Kota Hildesheim, Jerman, menandai persahabatan kedua kota dengan aksi bersih-bersih Sungai Batang Arau dan penanaman pohon di kawasan Taman Jembatan Hildesheim, Jumat (7/8/2026).


Kegiatan tersebut bukan sekadar aksi lingkungan. Dua pohon Tanjung yang ditanam langsung oleh Wali Kota Padang Fadly Amran dan Wali Kota Hildesheim Ingo Meyer menjadi simbol hubungan persahabatan dan kerja sama kedua kota yang telah terjalin sejak 1988.


Momentum tersebut turut dihadiri Sekretaris Jenderal Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia Denny Abdi, Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir, Ketua DPRD Kota Padang Muharlion, unsur Forkopimda, Ketua TP PKK Kota Padang Ny. Dian Puspita Fadly Amran, serta The Resident Representative of the United Nations Development Programme (UNDP) in Indonesia, Sarah Ferrer Olivella.


Suasana kegiatan berlangsung meriah. Warga sekitar Taman Jembatan Hildesheim ikut menyambut kehadiran para pejabat dan tamu undangan. Aksi membersihkan kawasan sungai juga menjadi pesan penting bahwa menjaga lingkungan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh masyarakat.


Dua Pohon Tanjung, Satu Pesan Persahabatan


Di tengah rangkaian kegiatan, perhatian tertuju pada penanaman dua pohon Tanjung. Masing-masing pohon ditanam oleh Wali Kota Padang Fadly Amran dan Wali Kota Hildesheim Ingo Meyer.


Pemilihan lokasi dan momentum penanaman pohon memiliki makna tersendiri. Taman Jembatan Hildesheim menjadi salah satu penanda hubungan Padang dengan kota kembarannya di Jerman tersebut.


Fadly Amran mengatakan, penanaman pohon itu menjadi simbol nyata persahabatan yang telah berlangsung selama puluhan tahun.

 

“Penanaman pohon ini menjadi tanda bentuk persahabatan Kota Padang dan Kota Hildesheim yang telah berlangsung sejak tahun 1988,” ujar Fadly.


Menurutnya, hubungan antara Padang dan Hildesheim tidak semata-mata menjadi hubungan seremonial antarpemerintah kota. Persahabatan tersebut diharapkan terus berkembang menjadi kerja sama yang memberikan manfaat bagi masyarakat dan mendukung kemajuan Kota Padang.


Fadly juga menegaskan keterbukaan Kota Padang untuk membangun hubungan dengan berbagai pihak di tingkat nasional maupun internasional.

 

“Kota Padang siap bersahabat dengan siapapun. Kota Padang siap menjadi Kota Global dan kita pastikan ini betul-betul tampak dalam gerakan kita,” tegasnya.


Pernyataan tersebut menunjukkan arah pembangunan Padang yang tidak hanya berorientasi ke dalam, tetapi juga membuka ruang kolaborasi dengan kota-kota dunia.


Batang Arau Punya Potensi Jadi Destinasi Wisata


Di balik aksi bersih-bersih sungai, tersimpan gagasan yang lebih besar: menjadikan kawasan Sungai Batang Arau sebagai ruang publik dan destinasi wisata yang bernilai ekonomi bagi masyarakat.


Sekretaris Jenderal Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, Denny Abdi, melihat kawasan sungai tersebut memiliki potensi yang dapat dikembangkan lebih jauh.


Menurut Denny, sungai bukan sekadar aliran air yang harus dijaga kebersihannya. Jika ditata dan dikelola secara tepat, kawasan sungai dapat menjadi ruang wisata yang menarik sekaligus memberikan dampak ekonomi kepada masyarakat di sekitarnya.

 

“Sungai ini adalah daerah yang bagus dan bisa menguntungkan jika dikembangkan. Seperti di negara German yang telah berhasil memberdayakan daerah seperti ini menjadi objek wisata,” kata Denny.


Ia menilai, pengalaman sejumlah wilayah di Jerman dalam mengembangkan kawasan sungai dapat menjadi salah satu inspirasi bagi Padang.


Karena itu, Denny mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan dan kelestarian Sungai Batang Arau. Menurutnya, lingkungan yang terawat akan menjadi modal penting untuk menghadirkan lebih banyak aktivitas masyarakat dan wisatawan.

 

“Kepada masyarakat supaya bersama-sama menjaga kelestarian lingkungan supaya semakin banyak orang yang datang dan meramaikan kegiatan seperti acara Salaju Sampan ini,” ujarnya.


Dari Sungai untuk Masa Depan Padang


Sungai Batang Arau memiliki posisi penting dalam sejarah dan kehidupan Kota Padang. Kawasan ini bukan hanya bagian dari bentang alam kota, tetapi juga menyimpan potensi sosial, budaya, ekonomi, dan pariwisata.


Karena itu, aksi bersih sungai yang digelar dalam rangka HJK Padang ke-357 menjadi momentum untuk mengingatkan kembali pentingnya menjaga kawasan tersebut.


Kegiatan lingkungan yang melibatkan pemerintah, masyarakat, dan mitra internasional memperlihatkan bahwa pengelolaan sungai dapat menjadi bagian dari gerakan bersama.


Jika kebersihan, penataan kawasan, aktivitas budaya, hingga potensi wisata air dikembangkan secara berkelanjutan, Batang Arau bukan tidak mungkin menjadi salah satu ikon wisata perkotaan Padang.


Terlebih, keberadaan kegiatan seperti Salaju Sampan menunjukkan bahwa sungai dapat menjadi ruang untuk mempertemukan masyarakat, budaya, olahraga, pariwisata, sekaligus menggerakkan perekonomian lokal.


HJK ke-357 dan Semangat Kota Global


Peringatan HJK Padang ke-357 tahun ini pun tidak hanya dimaknai sebagai perayaan bertambahnya usia kota. Momentum tersebut menjadi ruang untuk memperlihatkan arah Padang ke depan sebuah kota yang peduli terhadap lingkungan, terbuka terhadap kerja sama internasional, dan berupaya mengoptimalkan potensi lokal.


Kehadiran Wali Kota Hildesheim Ingo Meyer menjadi simbol kuat bahwa persahabatan Padang dengan dunia internasional terus dijaga.


Penanaman dua pohon Tanjung di Taman Jembatan Hildesheim seolah menjadi pesan sederhana namun bermakna: persahabatan dapat ditanam, dirawat, dan tumbuh bersama seperti pohon yang ditanam di tanah kota.


Sementara Sungai Batang Arau menjadi ruang untuk menghubungkan pesan tersebut dengan masa depan Padang.


Dari tepian sungai, Padang tidak hanya berbicara tentang kebersihan lingkungan, tetapi juga tentang kolaborasi, persahabatan antarbangsa, pariwisata, ekonomi masyarakat, dan cita-cita menjadi Kota Global.


Kini tantangannya adalah bagaimana semangat yang ditanam melalui kegiatan tersebut dapat terus dirawat, sebagaimana dua pohon Tanjung yang kelak tumbuh menjadi penanda perjalanan panjang persahabatan Padang dan Hildesheim.


(Mond)


#Padang #Daerah

×
Berita Terbaru Update