Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Rehab Pascabanjir Mulai Dikebut, Pemko Padang Gerakkan 7 Paket Proyek Fisik

10 August 2026 | August 10, 2026 WIB Last Updated 2026-08-10T08:49:28Z

Rehab Pascabanjir Mulai Dikebut, Pemko Padang Gerakkan 7 Paket Proyek Fisik



D'On,  Padang — Setelah melewati tahapan perencanaan dan proses tender, Pemerintah Kota (Pemko) Padang akhirnya mulai menggerakkan pekerjaan fisik rehabilitasi dan rekonstruksi sejumlah infrastruktur yang rusak akibat bencana banjir.


Perbaikan tersebut menjadi bagian dari upaya percepatan pemulihan infrastruktur pascabencana yang sebelumnya mengalami kerusakan di sejumlah kawasan Kota Padang. Pada Senin (10/8/2026), aktivitas rehabilitasi mulai terlihat di beberapa titik, di antaranya kawasan Limau Manis, Lubuk Kilangan, serta Tabiang Banda Gadang.


Sejumlah infrastruktur yang menjadi sasaran penanganan meliputi bendungan, jembatan dan sistem drainase yang terdampak bencana. Pemerintah Kota Padang memastikan pekerjaan dilakukan secara bertahap sesuai hasil perencanaan teknis dan ketentuan yang berlaku.


Wali Kota Padang Fadly Amran mengatakan, percepatan pemulihan pascabencana memang menjadi perhatian utama Pemko Padang. Namun, proses tersebut tidak dapat dilakukan secara serampangan karena setiap pekerjaan fisik pemerintah harus melewati tahapan perencanaan hingga pengadaan sesuai aturan.


“Sama seperti masyarakat, kita juga ingin cepat. Namun ada tahapan perencanaan dan tender yang tidak bisa dibypass, karena ada aturan yang mengikat. Saat ini Alhamdulillah beberapa rehab fisik sudah mulai dilakukan, karena proses perencanaan dan tendernya sudah selesai,” ujar Fadly.


Menurutnya, pemerintah memahami keresahan masyarakat yang berharap berbagai kerusakan akibat banjir dapat segera ditangani. Karena itu, begitu seluruh tahapan administratif dan teknis selesai, pekerjaan fisik langsung didorong untuk dimulai.


Fadly juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang telah bersabar menunggu proses pemulihan infrastruktur pascabencana.


“Mohon maaf dan terima kasih kepada masyarakat Kota Padang yang sudah menunggu,” katanya.


Tujuh Paket Fisik Mulai Dikerjakan


Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Padang, Malvi Hendri, menjelaskan bahwa saat ini sedikitnya tujuh paket proyek fisik telah mulai memasuki tahap pelaksanaan di sejumlah lokasi terdampak bencana.


“ Saat ini 7 paket proyek fisik sudah dimulai pekerjaannya. Antara lain rekonstruksi jembatan di Kampung Jambak, rehab bendungan Limau Manis, rehab bendungan Lubuk Kilangan, rehab Bendungan Sungkai, dan drainase di Tabiang Banda Gadang,” jelas Malvi.


Dimulainya pekerjaan tersebut menjadi langkah penting dalam rangka mengembalikan fungsi infrastruktur yang sebelumnya terganggu akibat bencana.


Bendungan, misalnya, memiliki peran penting dalam pengelolaan aliran air. Kerusakan pada infrastruktur tersebut tidak hanya menyangkut bangunan fisik, tetapi juga dapat berpengaruh terhadap sistem pengendalian dan pengelolaan air di kawasan sekitarnya.


Begitu pula dengan drainase. Infrastruktur ini menjadi salah satu bagian vital dalam mengalirkan limpasan air hujan. Kondisi drainase yang terganggu atau mengalami kerusakan dapat memperbesar risiko terjadinya genangan ketika curah hujan tinggi kembali terjadi.


Karena itu, rehabilitasi tidak sekadar diarahkan untuk memperbaiki kerusakan yang terlihat, tetapi juga untuk mengembalikan fungsi infrastruktur agar dapat kembali bekerja secara optimal.


Dana TKD Dikembalikan untuk Percepatan Pemulihan


Pemko Padang menggunakan anggaran yang bersumber dari Dana Transfer ke Daerah (TKD) yang dikembalikan oleh Pemerintah Pusat kepada Kota Padang untuk mendukung proses rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur pascabencana.


Pemanfaatan anggaran tersebut menjadi bagian penting dalam upaya pemerintah daerah memulihkan berbagai fasilitas publik yang terdampak bencana.


Namun, sebelum pekerjaan fisik dimulai, pemerintah tetap harus menyelesaikan sejumlah tahapan, mulai dari perencanaan, penyusunan kebutuhan teknis, hingga proses tender. Tahapan tersebut diperlukan agar pekerjaan yang dilakukan memiliki dasar teknis dan administratif yang jelas serta dapat dipertanggungjawabkan.


Wali Kota Fadly Amran sebelumnya telah menegaskan bahwa Pemko Padang berkomitmen mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. Akan tetapi, percepatan tidak berarti mengabaikan prosedur yang telah ditetapkan.


Kini, setelah sejumlah paket menyelesaikan proses perencanaan dan tender, pekerjaan fisik mulai bergerak di lapangan.


Dari Perencanaan Menuju Pemulihan Nyata


Dimulainya tujuh paket pekerjaan tersebut menandai pergeseran tahapan penanganan pascabencana dari fase perencanaan menuju pemulihan fisik.


Masyarakat yang selama ini menunggu perbaikan sejumlah infrastruktur terdampak bencana mulai melihat pekerjaan secara langsung di lapangan.


Pemko Padang memastikan proses rehabilitasi akan terus didorong sesuai tahapan yang telah ditetapkan. Infrastruktur yang rusak akan ditangani secara bertahap berdasarkan kebutuhan, kondisi kerusakan dan kesiapan masing-masing paket pekerjaan.


Langkah tersebut diharapkan tidak hanya mengembalikan kondisi infrastruktur seperti sebelum bencana, tetapi juga memperkuat fungsi infrastruktur agar lebih mampu mendukung aktivitas masyarakat dan menghadapi ancaman bencana hidrometeorologi di masa mendatang.


Bagi masyarakat Kota Padang, dimulainya pekerjaan fisik ini menjadi tanda bahwa proses pemulihan pascabencana terus bergerak. Setelah melalui tahapan yang membutuhkan waktu, kini pekerjaan mulai memasuki fase yang paling dinanti: pembangunan dan perbaikan nyata di lapangan.


Pemko Padang pun memastikan komitmen untuk terus mengawal proses tersebut hingga pekerjaan selesai dan infrastruktur yang terdampak dapat kembali berfungsi bagi masyarakat.


(Mond)


#Padang #Daerah #Infrastruktur

×
Berita Terbaru Update