Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Maulid Nabi di Teluk Bayur, Fadly Amran Ajak Jamaah Perti Perkuat Pendidikan Generasi Muda dan Dukung Padang Menuju Kota Gastronomi Dunia

25 August 2026 | August 25, 2026 WIB Last Updated 2026-08-25T16:55:18Z

Maulid Nabi di Teluk Bayur, Fadly Amran Ajak Jamaah Perti Perkuat Pendidikan Generasi Muda dan Dukung Padang Menuju Kota Gastronomi Dunia



D'On, Padang — Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Raya Teluk Bayur, Kecamatan Padang Selatan, Selasa (25/8/2026), tidak sekadar menjadi momentum mengenang kelahiran Rasulullah SAW. Di hadapan jamaah Persatuan Tarbiyah Islamiyah (Perti), Wali Kota Padang Fadly Amran menyampaikan sejumlah pesan penting yang bersentuhan langsung dengan masa depan generasi muda, kebersihan kota hingga penguatan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.


Kegiatan yang digelar Pimpinan Anak Cabang (PAC) Perti Kecamatan Padang Selatan tersebut berlangsung dalam suasana religius dan penuh kekhidmatan. Hadir dalam kegiatan itu Fadly Amran, Plt. Kabag Kesra Kota Padang Zul Asfi Lubis, Ketua PAC Perti Kecamatan Padang Selatan Idham Tanjung, Prof. Duski Samad, jajaran KUA Padang Selatan serta jamaah Perti Padang Selatan.


Dalam kesempatan tersebut, Fadly Amran mengajak keluarga besar Perti untuk tidak hanya menjadikan Maulid Nabi sebagai kegiatan seremonial, tetapi juga menjadikannya sebagai titik temu antara nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW dengan pembangunan Kota Padang.


Menurut Fadly, pembangunan daerah tidak cukup hanya mengandalkan pemerintah. Dukungan masyarakat, termasuk organisasi keagamaan, menjadi kekuatan penting untuk memastikan berbagai program yang dirancang pemerintah benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.


Salah satu program yang disorot Fadly adalah Smart Surau. Program tersebut dinilai memiliki posisi strategis karena masjid dan musala tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga dapat berkembang menjadi ruang pembelajaran, pembinaan karakter dan penguatan kapasitas generasi muda.


Saat ini sekitar 60.000 siswa telah mengikuti kegiatan Subuh Mubarakah. Pemerintah Kota Padang juga terus memperkuat perhatian terhadap guru mengaji, imam masjid, dan penyediaan ruang pembelajaran digital bagi masjid dan musala di Kota Padang.


Fadly berharap dukungan dari jamaah Perti dapat semakin memperkuat ekosistem pendidikan keagamaan di tengah tantangan perkembangan zaman. Menurutnya, masjid harus mampu menjadi ruang yang dekat dengan anak-anak dan generasi muda, sekaligus menjadi tempat tumbuhnya karakter, pengetahuan dan nilai-nilai keislaman.


Dari Masjid, Fadly Serukan Gerakan Peduli Sampah


Tidak hanya berbicara mengenai pendidikan dan pembinaan generasi muda, Fadly juga mengajak jamaah mengambil peran dalam persoalan lingkungan.


Ia menilai persoalan sampah tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah. Kebiasaan masyarakat dalam mengelola sampah dari rumah menjadi salah satu kunci utama untuk menciptakan lingkungan perkotaan yang bersih dan sehat.


Karena itu, ia meminta masyarakat membiasakan diri memilah sampah organik dan anorganik sebelum membuangnya.


“Kita bertekad menjadikan Padang sebagai kota nomor satu terbersih di Indonesia. Untuk itu, kami mohon dukungan Bapak dan Ibu untuk melakukan pemilahan sampah sebelum dibuang, karena sangat menentukan dalam mewujudkan Padang menjadi kota terbersih di Indonesia,” tegas Fadly.


Ia menyebut Kota Padang saat ini berada di peringkat kedelapan sebagai kota terbersih di Indonesia. Posisi tersebut, kata dia, harus menjadi motivasi untuk melangkah lebih jauh.


Target menjadi kota terbersih nomor satu bukan semata-mata soal penghargaan atau peringkat. Lebih dari itu, kebersihan kota berkaitan erat dengan kualitas hidup masyarakat, kesehatan lingkungan serta citra Padang di mata masyarakat luar daerah maupun wisatawan.


Karena itu, Fadly mengajak jamaah Perti menjadi bagian dari gerakan tersebut dengan memulainya dari lingkungan keluarga, masjid, musala dan lingkungan tempat tinggal.


Nasi Padang dan Rendang Jadi Modal Menuju Kota Gastronomi Dunia


Dalam pertemuan itu, Fadly juga membawa pesan besar terkait arah pembangunan pariwisata dan ekonomi kreatif Kota Padang.


Ia mengungkapkan cita-cita Pemerintah Kota Padang untuk membawa Padang menuju predikat Kota Gastronomi Dunia melalui UNESCO.


Cita-cita tersebut dinilai memiliki peluang besar karena Padang memiliki kekayaan kuliner yang telah dikenal luas, baik di tingkat nasional maupun internasional.


“Nasi Padang dan rendang” tidak hanya dipandang sebagai makanan, tetapi juga bagian dari identitas, budaya dan cerita masyarakat Minangkabau yang dapat dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi.


Kekayaan kuliner kita seperti nasi Padang dan rendang merupakan potensi besar yang dapat dikembangkan. Jika kita berhasil menjadi Kota Gastronomi Dunia, maka akan memberikan dampak terhadap kunjungan masyarakat dunia ke Kota Padang, yang tentunya berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat.


Semangat tersebut juga sejalan dengan tema Hari Jadi Kota Padang (HJK) ke-357, yakni “Taste of Padang Experience, Road to Gastronomy City.”


Fadly melihat pengembangan gastronomi sebagai peluang untuk menghubungkan berbagai sektor sekaligus. Mulai dari kuliner, UMKM, pariwisata, ekonomi kreatif, budaya hingga promosi daerah.


Dengan demikian, makanan khas Padang tidak hanya berhenti sebagai produk konsumsi, tetapi dapat menjadi pintu masuk bagi wisatawan untuk mengenal sejarah, tradisi, budaya dan kehidupan masyarakat Kota Padang.


Prof. Duski Samad: Maulid Jangan Berhenti pada Seremonial


Sementara itu, Prof. Duski Samad dalam tausiyahnya mengajak jamaah menjadikan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sebagai momentum untuk kembali menggali keteladanan Rasulullah SAW.


Menurutnya, kehidupan Nabi Muhammad SAW menyimpan banyak pelajaran yang relevan untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Keteladanan itu tidak hanya terlihat dalam hubungan Rasulullah dengan umat, tetapi juga dalam kehidupan keluarga beliau.


Karena itu, peringatan Maulid seharusnya tidak berhenti pada kegiatan memperingati sejarah kelahiran Nabi. Nilai-nilai yang terkandung dalam perjalanan hidup Rasulullah harus diterjemahkan menjadi perilaku nyata di tengah masyarakat.


Keteladanan Rasulullah, termasuk kehidupan beliau bersama istri dan anak-anak, dapat menjadi pelajaran penting dalam membangun keluarga yang kuat, harmonis dan berlandaskan nilai-nilai agama.


Pesan tersebut menjadi semakin relevan di tengah perubahan sosial yang berlangsung cepat. Keluarga, masjid dan lingkungan pendidikan memiliki peran penting dalam membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara pengetahuan, tetapi juga memiliki akhlak dan kepedulian sosial.


Maulid sebagai Titik Temu Agama dan Pembangunan


Peringatan Maulid Nabi di Masjid Raya Teluk Bayur akhirnya membawa pesan yang lebih luas: pembangunan kota membutuhkan partisipasi seluruh elemen masyarakat.


Pemerintah membutuhkan dukungan masyarakat untuk menjalankan program pendidikan dan pembinaan generasi muda. Masyarakat juga memiliki peran dalam menjaga kebersihan lingkungan. Di sisi lain, kekuatan budaya dan kuliner lokal dapat dikembangkan menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru.


Dalam konteks itu, masjid dan organisasi keagamaan seperti Perti memiliki posisi strategis. Masjid bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga dapat menjadi pusat pembentukan karakter, pendidikan dan kepedulian sosial.


Pesan Fadly Amran di hadapan jamaah Perti pun menjadi ajakan agar pembangunan Kota Padang tidak hanya diukur dari pembangunan fisik, tetapi juga dari kualitas manusia, lingkungan yang terjaga serta kemampuan daerah mengolah kekayaan budaya menjadi kekuatan ekonomi.


Dari Masjid Raya Teluk Bayur, semangat Maulid Nabi kemudian menemukan makna yang lebih luas: meneladani Rasulullah SAW dalam kehidupan sekaligus bergerak bersama membangun Padang yang religius, bersih, berbudaya dan semakin dikenal dunia.


(Mond)


#Padang #Daerah

×
Berita Terbaru Update