Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Maulid Nabi di Kurao Pagang, Maigus Nasir Tekankan Keteladanan Rasulullah dan Penguatan Smart Surau

29 August 2026 | August 29, 2026 WIB Last Updated 2026-08-29T10:32:28Z

Maulid Nabi di Kurao Pagang, Maigus Nasir Tekankan Keteladanan Rasulullah dan Penguatan Smart Surau



D'On, Padang — Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah di Masjid Baiturrahim, Komplek Villaku Indah IV, Kelurahan Kurao Pagang, Kecamatan Nanggalo, Kota Padang, Sabtu (29/8/2026), berlangsung dalam suasana penuh kekhidmatan dan kebersamaan.


Momentum keagamaan tersebut tidak hanya menjadi ruang untuk mengenang kelahiran Rasulullah Muhammad SAW, tetapi juga menjadi kesempatan untuk memperkuat nilai-nilai keimanan, persaudaraan, kepedulian sosial, serta membangun karakter generasi muda di tengah dinamika kehidupan masyarakat.


Peringatan Maulid itu dihadiri Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir, Camat Nanggalo David Ferdinand, Kepala KUA Kecamatan Nanggalo Welhendri, serta sejumlah elemen masyarakat setempat.


Kehadiran jajaran pemerintah bersama masyarakat menunjukkan bahwa kehidupan keagamaan memiliki posisi penting dalam pembangunan Kota Padang. Sebab, pembangunan kota tidak semata-mata berbicara mengenai infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menyangkut kualitas manusia, karakter, moral, dan kehidupan sosial masyarakat.


Dalam sambutannya, Maigus Nasir mengingatkan masyarakat agar tidak memaknai Maulid Nabi sebatas agenda seremonial yang berlangsung setiap tahun.


Menurutnya, peringatan kelahiran Nabi Muhammad SAW harus menjadi momentum untuk melakukan refleksi sekaligus memperkuat komitmen dalam meneladani kehidupan Rasulullah.


“Rasulullah SAW adalah suri teladan terbaik dalam seluruh aspek kehidupan. Melalui peringatan Maulid ini, kita diingatkan kembali untuk mencontoh akhlak beliau, terutama dalam hal kepedulian, persaudaraan, dan kepemimpinan yang penuh kasih sayang,” ujar Maigus.


Maulid sebagai Energi Sosial Masyarakat


Maigus menilai, nilai-nilai yang diwariskan Rasulullah SAW sangat relevan diterapkan dalam kehidupan masyarakat saat ini.


Di tengah perubahan zaman yang berlangsung cepat, masyarakat membutuhkan fondasi moral dan spiritual yang kuat agar kemajuan tidak kehilangan arah.


Menurutnya, semangat saling membantu, menghormati, menjaga persaudaraan dan memperkuat kepedulian terhadap sesama merupakan bagian penting dari keteladanan Rasulullah yang harus terus dihidupkan.


Karena itu, ia berharap kegiatan keagamaan seperti Maulid Nabi tidak berhenti ketika acara selesai. Nilai-nilai yang disampaikan dalam ceramah dan sambutan diharapkan dapat diterjemahkan menjadi tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari.


“Dengan sinergi antara pemerintah dan masyarakat, insya Allah visi kejayaan Kota Padang dapat kita raih bersama,” katanya.


Ia menekankan, pemerintah tidak mungkin bekerja sendiri dalam membangun kota. Peran masyarakat, tokoh agama, pengurus masjid, orang tua, guru, pemuda hingga berbagai elemen sosial sangat menentukan keberhasilan pembangunan.


Semangat kebersamaan tersebut, kata Maigus, sejalan dengan visi pembangunan Kota Padang yang menggerakkan seluruh potensi masyarakat untuk mewujudkan Padang sebagai Kota Pintar dan Kota Sehat yang berlandaskan agama dan budaya menuju kota yang maju dan sejahtera.


Smart Surau Jadi Benteng Generasi Muda


Dalam kesempatan tersebut, Maigus juga memaparkan salah satu Program Unggulan Pemerintah Kota Padang, yakni Smart Surau.


Program ini, menurutnya, dirancang bukan sekadar untuk menghidupkan kembali aktivitas surau dan masjid, tetapi juga menjadikan rumah ibadah sebagai ruang pembentukan karakter generasi muda.


Smart Surau diarahkan untuk menciptakan generasi yang memiliki kemampuan intelektual sekaligus memiliki akhlak, integritas dan keteladanan.


“Program Smart Surau meliputi Subuh Mubarokah, Remaja Masjid Reborn, pendidikan MDTA/MDTW, serta penyediaan ruang belajar digital dan akses WiFi gratis. Kami berharap para guru, orang tua dan semua pihak mendukung kesuksesan program ini,” tutur Maigus.


Menurutnya, masjid dan surau memiliki potensi besar sebagai pusat pembelajaran masyarakat. Selain menjadi tempat ibadah, rumah ibadah juga dapat menjadi ruang interaksi sosial, pendidikan agama, pembinaan pemuda hingga pengembangan kemampuan generasi muda di bidang teknologi.


Konsep tersebut menjadi penting karena generasi saat ini tumbuh di tengah perkembangan teknologi digital yang begitu pesat.


Kemudahan mengakses informasi harus diimbangi dengan kemampuan menyaring informasi serta fondasi agama dan karakter yang kuat. Dalam konteks inilah, Smart Surau diharapkan mampu menjadi jembatan antara nilai-nilai keagamaan dengan kebutuhan generasi muda di era digital.


Masjid dan Surau Bukan Sekadar Tempat Ibadah


Maigus menegaskan, penguatan peran masjid dan surau merupakan bagian dari upaya membangun manusia Kota Padang secara utuh.


Subuh Mubarokah diharapkan mampu menghidupkan kembali budaya salat berjemaah dan membangun kedekatan masyarakat dengan masjid. Sementara Remaja Masjid Reborn diarahkan untuk memberikan ruang lebih besar bagi anak muda agar aktif dalam kegiatan positif dan keagamaan.


Begitu pula pendidikan MDTA/MDTW yang menjadi bagian penting dalam memberikan bekal pendidikan agama bagi anak-anak.


Di sisi lain, penyediaan ruang belajar digital dan akses WiFi gratis menjadi upaya untuk menyesuaikan fungsi surau dengan perkembangan zaman.


Dengan demikian, surau diharapkan tidak hanya menjadi tempat masyarakat datang untuk beribadah, tetapi juga menjadi ruang tumbuh bagi anak-anak dan generasi muda.


“Harapan kita, melalui Smart Surau akan lahir generasi yang cerdas, berkarakter, berakhlak dan mampu menghadapi tantangan zaman tanpa kehilangan nilai-nilai agama dan budaya,” ujar Maigus.


Pemerintah dan Masyarakat Harus Bergerak Bersama


Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Baiturrahim tersebut sekaligus memperlihatkan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam menjaga kehidupan sosial dan keagamaan.


Maigus mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga kekompakan, memperkuat silaturahmi dan menjadikan masjid sebagai pusat kegiatan yang mampu memberikan manfaat luas bagi lingkungan sekitar.


Ia juga mengingatkan bahwa kemajuan sebuah kota tidak hanya dapat diukur dari pembangunan fisik. Kualitas sumber daya manusia, kehidupan sosial yang harmonis serta kuatnya nilai agama dan budaya juga menjadi indikator penting keberhasilan pembangunan.


Karena itu, momentum Maulid Nabi diharapkan tidak hanya meninggalkan kesan sebagai sebuah kegiatan tahunan, tetapi menjadi pengingat bersama untuk membawa keteladanan Rasulullah SAW ke dalam kehidupan nyata.


Dari masjid, nilai-nilai itu diharapkan tumbuh menjadi energi sosial yang memperkuat keluarga, membina generasi muda, mempererat persaudaraan dan pada akhirnya ikut menopang cita-cita menjadikan Kota Padang sebagai kota yang maju, sehat, pintar, religius dan sejahtera.


(Mond)


#Padang #SmartSurau #Daerah

×
Berita Terbaru Update