Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Mata Jeli HJK 357: Warga Padang Diajak Jadi Pengawas Kebersihan, Kemeriahan HJK Harus Tetap Rancak dan Bersih

08 August 2026 | August 08, 2026 WIB Last Updated 2026-08-08T08:52:05Z

Mata Jeli HJK 357: Warga Padang Diajak Jadi Pengawas Kebersihan, Kemeriahan HJK Harus Tetap Rancak dan Bersih



D'On, Padang — Kemeriahan peringatan Hari Jadi Kota (HJK) Padang ke-357 tidak hanya diwarnai berbagai kegiatan yang menghadirkan hiburan dan keramaian bagi masyarakat. Pemerintah Kota Padang juga mengajak warga mengambil peran langsung dalam memastikan seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan tetap menjaga kebersihan lingkungan.


Melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Padang, Pemko Padang menggagas gerakan "Mata Jeli HJK 357" yang berlangsung pada 6 hingga 10 Agustus 2026 di berbagai lokasi kegiatan di Kota Padang.


Gerakan ini menjadi bentuk kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam mengawasi kondisi kebersihan selama rangkaian HJK Padang ke-357. Warga tidak hanya diposisikan sebagai penonton, tetapi juga diajak menjadi bagian dari mata dan telinga pemerintah dalam melihat kondisi lingkungan secara langsung di tengah tingginya aktivitas masyarakat.


Kepala DLH Kota Padang, Fadelan Fitra Mastra, mengatakan gerakan tersebut sengaja dibuat dengan konsep partisipatif agar masyarakat memiliki ruang untuk menyampaikan kondisi kebersihan secara langsung, termasuk memberikan kritik maupun masukan terhadap pelayanan kebersihan.

 

"Melalui gerakan Mata Jeli HJK 357, Pemko Padang mengajak seluruh masyarakat ikut berpartisipasi menjaga kebersihan selama rangkaian Hari Jadi Kota Padang. Kami berharap HJK tahun ini dikenang bukan hanya karena kemeriahannya, tetapi juga karena kebersihan dan kepedulian seluruh warganya," ujar Fadelan.


Warga Jadi Mata Pemerintah di Lapangan


Konsep "Mata Jeli" terbilang sederhana, tetapi memiliki pesan yang kuat. Masyarakat diajak mengamati kondisi kebersihan di sekitar lokasi kegiatan, kemudian mengabadikannya melalui foto atau video.


Temuan tersebut selanjutnya dapat dibagikan melalui Instagram Feed atau Reels dengan menandai akun @dlh_padang dan @diskominfokotapadang, serta menggunakan tagar #MataJeliHJK357, #PadangRancak, dan #HJK357Padang.


Dengan mekanisme tersebut, masyarakat memiliki kesempatan untuk menyampaikan kondisi lapangan secara cepat dan terbuka. Mulai dari kondisi sampah, kebersihan area kegiatan, hingga berbagai persoalan lingkungan lainnya dapat menjadi perhatian bersama.


Yang menarik, gerakan ini tidak memberikan batasan berdasarkan usia, profesi, domisili, maupun jumlah pengikut di media sosial.


Artinya, siapa pun memiliki kesempatan yang sama untuk berpartisipasi.


Bahkan, masyarakat yang tidak memiliki banyak pengikut di media sosial tetap dapat memberikan kontribusi. Yang menjadi perhatian bukan seberapa besar jangkauan akun, melainkan seberapa jujur pengamatan dan seberapa konstruktif masukan yang disampaikan.


Kritik Bukan Sekadar Kritik, tetapi Bahan Evaluasi


DLH Kota Padang menempatkan laporan dan penilaian masyarakat sebagai bagian dari proses evaluasi pelayanan kebersihan.


Karena itu, masyarakat tidak hanya diajak untuk mengunggah kondisi yang sudah bersih, tetapi juga menyampaikan temuan atau persoalan yang masih perlu dibenahi.


Menurut Fadelan, penilaian masyarakat sangat penting karena warga merupakan pihak yang bersentuhan langsung dengan kondisi lingkungan selama kegiatan berlangsung.

 

"Masyarakat dapat membagikan foto atau video kondisi kebersihan di lokasi kegiatan melalui Instagram Feed atau Reels, disertai masukan yang membangun. Penilaian yang jujur dari masyarakat sangat kami harapkan, karena akan menjadi bahan evaluasi DLH untuk terus meningkatkan kualitas layanan," katanya.


Dengan pendekatan tersebut, Mata Jeli HJK 357 tidak sekadar menjadi kampanye di media sosial. Gerakan ini diarahkan menjadi sarana komunikasi dua arah antara pemerintah dan masyarakat.


Pemerintah mendapatkan gambaran kondisi kebersihan dari sudut pandang warga, sementara masyarakat mendapatkan ruang untuk menyampaikan aspirasi secara langsung.


Semarak HJK Tak Boleh Meninggalkan Sampah


Peringatan HJK ke-357 tentu akan menghadirkan mobilitas masyarakat dalam jumlah besar. Berbagai kegiatan yang digelar berpotensi meningkatkan aktivitas di ruang publik, termasuk menghasilkan volume sampah yang lebih tinggi dibandingkan hari biasa.


Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri dalam menjaga wajah Kota Padang tetap bersih selama perayaan berlangsung.


Di sinilah gerakan Mata Jeli HJK 357 mendapatkan relevansinya.


Kemeriahan sebuah kota bukan hanya diukur dari banyaknya masyarakat yang hadir atau ramainya kegiatan, tetapi juga dari bagaimana masyarakat dan pemerintah mampu menjaga ruang publik tetap nyaman setelah acara selesai.


Semangat tersebut sejalan dengan pesan yang ingin dibangun Pemko Padang: perayaan HJK harus meninggalkan kesan positif, bukan meninggalkan persoalan sampah.


Fadelan mengajak masyarakat tidak hanya menjadi pengamat, tetapi juga menjadi pelaku utama dalam menjaga kebersihan.

 

"Kita mengajak seluruh masyarakat ikut meramaikan seluruh rangkaian HJK ke-357 sekaligus menjadi bagian dari upaya menjaga kebersihan kota. Caranya sederhana: cukup abadikan kondisi kebersihan di lokasi kegiatan melalui foto atau video, lalu unggah ke Instagram Feed atau Reels disertai masukan yang membangun," ujarnya.


Ada Apresiasi untuk Warga yang Peduli


Untuk meningkatkan antusiasme masyarakat, Pemko Padang juga menyiapkan hadiah menarik bagi warga yang menghasilkan unggahan dengan masukan atau penilaian terbaik.


Pemberian apresiasi tersebut menjadi pemicu semangat sekaligus bentuk penghargaan pemerintah terhadap warga yang mau meluangkan waktu untuk memperhatikan kondisi lingkungan.


Namun, lebih dari sekadar hadiah, gerakan ini diharapkan mampu menumbuhkan kebiasaan baru di tengah masyarakat.


Yakni, kebiasaan untuk tidak hanya mengeluhkan persoalan kebersihan, tetapi ikut melihat, menyampaikan, dan mencari solusi bersama.


Dari Kebersihan Menuju Kepedulian Kemanusiaan


Rangkaian HJK ke-357 tahun ini mengusung tema "Padang Build Back Better: Road to Gastronomy Charity".


Semangat tersebut tidak berhenti pada kegiatan kebersihan. Rangkaian HJK juga membuka ruang bagi masyarakat untuk menunjukkan kepedulian terhadap sesama melalui donasi kemanusiaan.


Masyarakat dapat berpartisipasi melalui QRIS Pemko Padang Charity, yang ditujukan untuk membantu korban bencana.


Dengan demikian, HJK Padang ke-357 tidak hanya menjadi momentum merayakan perjalanan panjang Kota Padang, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat kepedulian sosial dan lingkungan secara bersamaan.


Ada pesan penting yang ingin dibangun: kota yang maju bukan hanya kota yang ramai dengan kegiatan, tetapi kota yang warganya peduli terhadap lingkungan dan sesamanya.


Mata Jeli, Mata Warga, Mata untuk Kota


Pada akhirnya, gerakan Mata Jeli HJK 357 menempatkan masyarakat sebagai bagian penting dari pembangunan kota.


Sebab, kebersihan bukan semata-mata tugas petugas kebersihan atau pemerintah. Kebersihan merupakan tanggung jawab bersama yang dimulai dari perilaku sederhana setiap individu.


Membuang sampah pada tempatnya, menjaga fasilitas umum, mengingatkan sesama dengan cara yang baik, serta melaporkan kondisi lingkungan yang membutuhkan perhatian adalah bentuk-bentuk kecil kepedulian yang jika dilakukan bersama dapat memberikan dampak besar.


Melalui gerakan ini, Pemko Padang berharap semangat HJK ke-357 tidak hanya terlihat dari gemerlap acara, tetapi juga tercermin dari wajah kota yang bersih, tertib, nyaman, dan penuh kepedulian.


Karena perayaan HJK bukan hanya tentang bagaimana Padang dirayakan, tetapi juga tentang bagaimana Padang dijaga.


Dan melalui Mata Jeli HJK 357, setiap warga diberi kesempatan untuk menjadi bagian dari penjaga wajah Kota Padang.


(Mond)


#Padang #Daerah #HJKPadang357

×
Berita Terbaru Update