
Lima Warga, Termasuk Dua Balita, Berhasil Dievakuasi dari Kepungan Banjir di Aie Pacah
D'On, Padang – Respons cepat ditunjukkan Tim Satuan Tugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang bersama Tim SAR Gabungan dalam menyelamatkan lima warga yang terjebak banjir di kawasan Masjid Nurul Falah, RT 03 RW 04, Kelurahan Aie Pacah, Kecamatan Koto Tangah, Senin (3/8/2026) malam. Berkat koordinasi yang sigap, seluruh korban berhasil dievakuasi dengan selamat ke lokasi yang lebih aman.
Peristiwa tersebut terjadi setelah hujan berintensitas cukup tinggi mengguyur hampir seluruh wilayah Kota Padang sejak siang hingga malam hari. Curah hujan yang terus meningkat menyebabkan debit air meluap dan merendam sejumlah kawasan permukiman, termasuk lingkungan sekitar Masjid Nurul Falah. Kondisi itu membuat lima warga yang terdiri atas dua balita dan tiga orang dewasa tidak dapat menyelamatkan diri karena akses keluar telah terputus oleh genangan air.
Laporan mengenai adanya warga yang terjebak segera diterima Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) BPBD Kota Padang. Tanpa menunggu lama, personel BPBD bersama Tim SAR Gabungan langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan proses penyelamatan.
Sekitar pukul 21.10 WIB, tim berhasil menjangkau para korban meski harus menghadapi arus banjir dan medan yang cukup sulit. Dengan mengutamakan keselamatan, terutama terhadap dua balita yang menjadi prioritas utama, seluruh warga akhirnya berhasil dievakuasi satu per satu menuju tempat yang aman.
Operasi penyelamatan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Padang, Ricki Januar. Ia memastikan seluruh proses evakuasi berjalan lancar berkat sinergi lintas instansi yang bekerja tanpa mengenal waktu.
"Evakuasi terhadap warga terdampak banjir sudah kita lakukan," ujar Ricki Januar.
"Warga sudah kita evakuasi ke tempat aman," lanjutnya.
Keberhasilan evakuasi ini merupakan hasil kolaborasi berbagai unsur yang tergabung dalam Tim SAR Gabungan. Selain personel BPBD Kota Padang, operasi kemanusiaan ini juga melibatkan TNI, Polri, Satpol PP, Dinas Pemadam Kebakaran, jajaran Kecamatan Koto Tangah, Pemerintah Kelurahan Aie Pacah, Kelompok Siaga Bencana (KSB), para relawan kebencanaan, hingga masyarakat setempat yang bahu-membahu membantu proses penyelamatan.
Sesampainya di lokasi aman, seluruh korban langsung menjalani pemeriksaan kesehatan awal untuk memastikan kondisi fisik mereka tetap stabil setelah beberapa waktu berada di tengah kepungan banjir. Langkah ini menjadi bagian penting dari penanganan darurat agar tidak muncul dampak kesehatan lanjutan, terutama bagi anak-anak dan kelompok rentan.
Banjir yang melanda sejumlah wilayah Kota Padang kembali menjadi pengingat bahwa cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi sewaktu-waktu. Pemerintah Kota Padang melalui Pusdalops-PB BPBD mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, terutama warga yang tinggal di daerah rawan banjir maupun bantaran sungai. Masyarakat juga diminta segera melaporkan setiap kejadian darurat agar dapat ditangani secepat mungkin oleh petugas.
Peristiwa di Aie Pacah membuktikan bahwa kecepatan respons, koordinasi yang solid, dan semangat gotong royong menjadi kunci utama dalam menyelamatkan nyawa saat bencana datang. Di tengah derasnya hujan dan tingginya genangan air, kerja sama seluruh unsur pemerintah, aparat, relawan, dan masyarakat berhasil menghadirkan harapan, memastikan lima warga, termasuk dua balita, dapat kembali berkumpul dengan keluarga mereka dalam keadaan selamat.
(Mond)
#Peristiwa #Banjir #Padang #Daerah