Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Dari Gedung Joeang 45 untuk Warga: 150 Masyarakat Padang Dapat Pemeriksaan Mata dan Kacamata Gratis

09 August 2026 | August 09, 2026 WIB Last Updated 2026-08-09T11:03:59Z

Dari Gedung Joeang 45 untuk Warga: 150 Masyarakat Padang Dapat Pemeriksaan Mata dan Kacamata Gratis



D'On, Padang — Peringatan kemerdekaan tidak selalu harus dirayakan dengan seremoni dan kemeriahan. Di Kota Padang, semangat kemerdekaan justru dihadirkan melalui aksi nyata yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.


Semangat itu terlihat di Gedung Joeang 45, Jalan Samudera, Kota Padang, Minggu (9/8/2026). Di tempat yang sarat dengan sejarah perjuangan tersebut, Bakti Kemerdekaan Angkatan 45 DHD BPK 45 Sumatera Barat menggelar pengabdian kepada masyarakat berupa pemeriksaan mata dan pembagian kacamata gratis.


Sebanyak 150 warga menjadi penerima manfaat dalam kegiatan yang digelar dalam rangka menyemarakkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus Hari Jadi Kota (HJK) Padang ke-357.


Namun, kegiatan ini bukan sekadar membagikan kacamata.


Di balik pemeriksaan mata dan layanan kesehatan yang diberikan secara cuma-cuma, terselip pesan penting bahwa kemerdekaan harus menghadirkan manfaat yang bisa dirasakan masyarakat secara langsung.


Tidak hanya pemeriksaan mata, warga yang hadir juga memperoleh layanan pemeriksaan kesehatan jantung dan laboratorium darah. Masyarakat juga diberi kesempatan untuk berpartisipasi dalam aksi donor darah.


Ketua Panitia Bakti Kemerdekaan Angkatan 45 DHD BPK 45 Sumatera Barat, Fajar Rusvan, mengatakan seluruh rangkaian layanan tersebut diberikan secara gratis kepada masyarakat.

 

“Jadi di pengabdian masyarakat ini ada pemeriksaan mata gratis, pembagian kacamata gratis, kemudian pemeriksaan kesehatan jantung, laboratorium darah, serta aksi donor darah,” ujar Fajar.


Menurutnya, terselenggaranya kegiatan tersebut tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak, termasuk para sponsor yang memiliki kepedulian terhadap kegiatan sosial dan kemanusiaan.

 

“Semuanya itu kita selenggarakan secara gratis. Alhamdulillah berkat bantuan para sponsor yang ingin berkontribusi aktif di dalam kegiatan ini,” katanya.


Bukan Sekadar Kacamata, tetapi Kemudahan bagi Warga


Pemeriksaan mata dan pemberian kacamata dalam kegiatan tersebut terutama diprioritaskan bagi warga senior dan lanjut usia. Meski demikian, masyarakat secara umum tetap diberikan kesempatan untuk memanfaatkan layanan yang tersedia.


Fajar menjelaskan, pihaknya sengaja menghadirkan layanan tersebut karena kebutuhan terhadap pemeriksaan mata dan kacamata cukup besar di tengah masyarakat, khususnya bagi warga lanjut usia.


Bagi sebagian warga, memiliki kacamata mungkin terlihat sebagai kebutuhan sederhana. Namun, bagi masyarakat dengan keterbatasan ekonomi maupun warga lanjut usia yang kesulitan mengakses fasilitas kesehatan, pemeriksaan mata dan mendapatkan kacamata bukan perkara mudah.


Karena itu, layanan gratis tersebut diharapkan dapat memangkas hambatan yang selama ini dirasakan masyarakat.


Menariknya, masyarakat tidak dibebani persyaratan administrasi yang rumit. Informasi mengenai kegiatan disebarluaskan melalui berbagai kanal, mulai dari media sosial, lembaga-lembaga veteran, Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI), Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), hingga sejumlah perangkat daerah.


Dengan cara tersebut, penerima manfaat diharapkan tidak hanya berasal dari lingkungan tertentu, tetapi dapat menjangkau masyarakat yang benar-benar membutuhkan.


Ketika Gedung Bersejarah Menjadi Ruang Pengabdian


Pemilihan Gedung Joeang 45 sebagai lokasi kegiatan juga memiliki makna tersendiri.


Gedung tersebut bukan sekadar bangunan tempat berlangsungnya kegiatan. Ia merupakan bagian dari jejak sejarah perjuangan kemerdekaan dan menjadi ruang yang mengingatkan generasi sekarang bahwa kemerdekaan Indonesia lahir dari perjuangan panjang.


Karena itu, kegiatan Bakti Kemerdekaan Angkatan 45 DHD BPK 45 Sumatera Barat berupaya menghubungkan sejarah perjuangan masa lalu dengan kebutuhan masyarakat hari ini.


Semangat perjuangan tidak hanya dikenang melalui cerita, tetapi diterjemahkan menjadi kepedulian kepada sesama.


Fajar mengatakan, kegiatan tersebut juga menjadi sarana untuk mempererat silaturahmi sekaligus mengenalkan kembali nilai-nilai kejuangan kepada masyarakat.


Dengan demikian, peringatan kemerdekaan tidak berhenti pada mengenang masa lalu, tetapi menjadi dorongan untuk terus melakukan sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat.


Kesaksian Warga: “Lebih Mudah dan Cepat”


Manfaat kegiatan tersebut dirasakan langsung oleh warga.


Salah seorang penerima manfaat, Datuak Bagindo Kali (75), mengaku sangat terbantu dengan adanya pemeriksaan mata dan pemberian kacamata secara gratis.


Di usia yang tidak lagi muda, akses terhadap layanan kesehatan menjadi tantangan tersendiri. Mobilitas yang terbatas dan proses mendapatkan pelayanan kesehatan terkadang membuat warga lanjut usia harus berpikir ulang ketika membutuhkan pemeriksaan.


Karena itu, kehadiran layanan kesehatan di Gedung Joeang 45 memberikan kemudahan baginya.

 

“Yang sudah tua-tua ini kalau pergi ke rumah sakit, pergi ke klinik, pergi ke mana itu sudah serba susah. Dengan adanya pemeriksaan pada acara ini, jauh lebih mudah prosedurnya dan cepat prosesnya untuk dapat kacamatanya,” ungkap Datuak Bagindo.


Ia juga mengapresiasi kegiatan yang menurutnya menunjukkan perkembangan dibandingkan pelaksanaan sebelumnya.


Jumlah penerima manfaat yang mencapai 150 orang dinilainya menjadi bukti bahwa kepedulian terhadap masyarakat semakin luas.


Kacamata Gratis, Harapan Baru bagi Warga


Hal serupa dirasakan Alfiana (58).


Bagi Alfiana, mendapatkan kacamata secara gratis bukan hanya soal memperoleh sebuah alat bantu penglihatan. Bantuan tersebut menjadi jawaban atas kebutuhan yang selama ini mungkin belum mudah dipenuhi.


Ia bersyukur bisa menjadi salah satu penerima manfaat.

 

“Alhamdulillah saya menerima manfaat dari kegiatan ini. Ada orang-orang yang tidak bisa membeli kacamata, terbantu,” ujarnya.


Menurutnya, kegiatan sosial seperti ini sangat dibutuhkan karena masih ada masyarakat yang membutuhkan kacamata tetapi memiliki keterbatasan untuk membelinya.


Ia berharap kegiatan serupa tidak berhenti pada momentum peringatan kemerdekaan, tetapi dapat terus dilakukan secara berkelanjutan dan menjangkau lebih banyak masyarakat di berbagai wilayah Kota Padang.


Memaknai Kemerdekaan dengan Kepedulian


Bakti Kemerdekaan Angkatan 45 DHD BPK 45 Sumatera Barat pada akhirnya menunjukkan bahwa memaknai kemerdekaan dapat dilakukan dengan berbagai cara.


Jika dahulu para pejuang berjuang mempertahankan kemerdekaan dengan tenaga dan pengorbanan, maka generasi hari ini dapat meneruskan semangat tersebut melalui kepedulian, pelayanan dan pengabdian kepada masyarakat.


Pemeriksaan mata, kacamata gratis, pemeriksaan jantung, laboratorium darah hingga donor darah menjadi bentuk sederhana dari semangat tersebut.


Fajar pun menyampaikan harapannya dalam momentum peringatan kemerdekaan dan HJK Padang.

 

“81 tahun Republik Indonesia: berdaya, berdaulat, adil, dan makmur. Kemudian HUT Kota Padang ke-357: semoga sehat warganya, cerdas warga kotanya, dan nyaman semua.”


Pesan itu seolah menjadi benang merah dari kegiatan di Gedung Joeang 45: bahwa kota yang maju bukan hanya dibangun melalui pembangunan fisik, tetapi juga melalui masyarakat yang sehat, peduli dan saling membantu.


Pada akhirnya, kemerdekaan menjadi lebih bermakna ketika hadir dalam kehidupan sehari-hari.


Bagi 150 warga yang hari itu mendapatkan pemeriksaan mata dan kacamata gratis, kemerdekaan mungkin hadir dalam bentuk yang sangat sederhana sebuah layanan kesehatan tanpa biaya, sebuah kacamata untuk membantu melihat lebih jelas, dan sebuah kepedulian yang membuat mereka merasa tidak berjalan sendirian.


Dari Gedung Joeang 45, semangat perjuangan itu kembali dihidupkan. Bukan dengan mengangkat senjata, melainkan dengan mengulurkan tangan kepada masyarakat.


(Mond)


#Padang #Daerah

×
Berita Terbaru Update