
Buntut Challenge Hafalan Al-Qur’an Berhadiah Miras, Rumah Orangtua MC Digedor Massa
D'On, Bekasi - Video tantangan hafalan Al-Qur’an yang dikaitkan dengan hadiah minuman keras (miras) berbuntut panjang. Rumah orangtua Revnaldo Ega Siahaan, pria yang disebut sebagai MC booth minuman beralkohol Newport dalam gelaran The Sounds Project di Ancol, Pademangan, Jakarta Utara, didatangi sekelompok massa pada Selasa (11/8/2026) malam.
Kedatangan massa tersebut dipicu kemarahan setelah video yang memperlihatkan tantangan hafalan Al-Qur’an dengan hadiah minuman keras beredar luas di media sosial dan menuai sorotan publik.
Rumah yang berada di kawasan Pengasinan, Rawalumbu, Kota Bekasi, itu didatangi sejumlah orang yang ingin meminta penjelasan terkait aksi yang terjadi di booth sponsor tersebut.
Namun, massa rupanya mendatangi alamat yang keliru.
Rumah tersebut bukan tempat tinggal Ega. Bangunan itu merupakan rumah milik orangtuanya yang telah meninggal dunia. Meski demikian, Ega disebut masih kerap datang ke rumah tersebut sehingga massa menduga tempat itu merupakan kediamannya.
Situasi sempat memanas ketika beberapa orang bahkan masuk ke dalam rumah. Beruntung, aparat kepolisian segera tiba di lokasi sebelum situasi berkembang menjadi keributan.
Polisi Turun Tangan
Kapolsek Rawalumbu Kompol Akhmadi membenarkan adanya kedatangan massa ke rumah tersebut.
Menurutnya, polisi langsung mendatangi lokasi setelah menerima informasi adanya sekelompok orang yang berkumpul dan mendatangi sebuah rumah yang dikaitkan dengan Ega.
Setibanya di lokasi, polisi memberikan penjelasan kepada massa mengenai identitas pemilik rumah dan keberadaan Ega.
“Mereka itu kan nggak paham, makanya saya kasih pemahaman akhirnya mereka membubarkan diri,” kata Akhmadi kepada wartawan, Rabu (12/8/2026).
Akhmadi menegaskan, informasi yang diterima massa mengenai rumah tersebut tidak sepenuhnya benar.
Rumah itu memang berkaitan dengan Ega, tetapi bukan merupakan tempat tinggalnya.
“Bukan, jadi itu adalah rumah orang tuanya, tapi orang tuanya meninggal, tapi dia suka ke situ,” ujar Akhmadi.
Kondisi tersebut membuat massa akhirnya memahami bahwa mereka telah mendatangi alamat yang bukan merupakan kediaman Ega.
Ega Tidak Ada di Rumah
Saat massa datang, Ega ternyata tidak berada di lokasi.
Polisi memastikan pria yang menjadi sorotan dalam video tantangan hafalan Al-Qur’an tersebut tidak berada di rumah.
“Enggak ada,” kata Akhmadi.
Dengan demikian, kedatangan massa tidak berujung pada pertemuan langsung dengan Ega.
Polisi kemudian meminta massa tidak mengambil tindakan sendiri dan menyerahkan persoalan tersebut kepada aparat yang berwenang.
“Saya kasih pemahaman, bahwa itu sudah ditangani sama polisi,” ujar Akhmadi.
Penjelasan tersebut menjadi titik balik situasi. Massa yang sebelumnya datang untuk mempertanyakan persoalan video akhirnya memilih meninggalkan lokasi.
Berawal dari Video di Booth Sponsor
Persoalan ini bermula dari sebuah video yang direkam di booth sponsor dalam gelaran The Sounds Project di Ancol.
Dalam video yang beredar, terlihat adanya tantangan hafalan Al-Qur’an yang dikaitkan dengan hadiah minuman keras.
Konten tersebut kemudian memicu reaksi keras dari masyarakat. Banyak pihak menilai penggunaan hafalan ayat suci Al-Qur’an dalam sebuah tantangan yang hadiahnya berupa minuman keras merupakan persoalan serius dan tidak pantas.
Video tersebut pun menyebar di media sosial dan menjadi bahan perbincangan publik.
Kemunculan nama Ega sebagai MC yang memandu booth sponsor tersebut kemudian membuat sebagian orang berusaha mencari tahu keberadaannya.
Informasi mengenai alamat yang diduga sebagai tempat tinggal Ega akhirnya membawa massa ke kawasan Pengasinan, Rawalumbu.
Masalahnya, alamat yang didatangi ternyata merupakan rumah orangtuanya yang telah meninggal dunia.
Polisi Pastikan Situasi Terkendali
Kedatangan massa memang sempat membuat suasana di sekitar rumah menjadi tegang. Namun, situasi tidak sampai berkembang menjadi kerusuhan.
Aparat kepolisian yang datang ke lokasi langsung melakukan pendekatan dan memberikan pemahaman kepada massa.
“Enggak, aman. Kan ada saya,” kata Akhmadi.
Menurutnya, massa tidak bertahan lama setelah mendapat penjelasan.
Bahkan, Akhmadi menyebut dirinya mengenal beberapa orang yang datang sehingga komunikasi dapat dilakukan secara langsung dan situasi lebih mudah dikendalikan.
“Pas saya datang saya kasih pemahaman, beberapa mereka saya kenal. Akhirnya saya kasih pemahaman dan mereka langsung balik,” jelasnya.
Massa pun akhirnya meninggalkan rumah tersebut.
Bola Panas Belum Berhenti
Meski massa telah membubarkan diri dan situasi di Rawalumbu dinyatakan aman, polemik video tantangan hafalan Al-Qur’an berhadiah minuman keras tersebut belum sepenuhnya mereda.
Peristiwa ini menunjukkan bagaimana sebuah konten yang beredar di media sosial dapat dengan cepat memicu reaksi publik, bahkan berujung pada pencarian alamat seseorang dan kedatangan massa ke rumah yang ternyata bukan kediamannya.
Di sisi lain, munculnya aksi massa di rumah orangtua Ega juga menjadi pengingat bahwa kemarahan publik tetap harus disalurkan melalui jalur hukum dan tidak boleh berubah menjadi tindakan main hakim sendiri.
Untuk saat ini, polisi memastikan tidak terjadi keributan di lokasi. Sementara persoalan terkait video tantangan hafalan Al-Qur’an dan pihak-pihak yang terlibat di dalamnya menjadi ranah penanganan aparat kepolisian.
Kasus tersebut kini menjadi perhatian publik bukan hanya karena isi videonya yang kontroversial, tetapi juga karena dampaknya telah merembet ke luar lokasi acara hingga menyasar sebuah rumah keluarga yang ternyata bukan tempat tinggal orang yang menjadi sorotan.
(L6)
#PenistaanAgama #Peristiwa