Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

438 Personel DLH Dikerahkan, HJK Padang ke-357 Dibidik Zero Visible Litter

09 August 2026 | August 09, 2026 WIB Last Updated 2026-08-09T10:44:23Z

438 Personel DLH Dikerahkan, HJK Padang ke-357 Dibidik Zero Visible Litter



D'On, Padang  Semarak perayaan Hari Jadi Kota (HJK) Padang ke-357 tidak hanya ditandai dengan kemeriahan berbagai kegiatan di sejumlah titik kota. Di balik ramainya panggung, kerumunan masyarakat, dan aktivitas ekonomi warga, terdapat pekerjaan besar yang berlangsung nyaris tanpa henti: memastikan seluruh kawasan acara tetap bersih.


Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Padang menyiagakan 438 personel operasional untuk mengawal kebersihan selama rangkaian HJK Padang ke-357 yang berlangsung di 10 venue utama dan pendukung, Minggu (9/8/2026).


Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kota Padang untuk menghadirkan perayaan hari jadi kota yang tidak hanya meriah, tetapi juga nyaman, tertib, dan bersih bagi masyarakat.


Kepala DLH Kota Padang, Fadelan Fitra Masta, mengatakan pihaknya telah menyiapkan pola kerja khusus agar persoalan sampah tidak menjadi persoalan di tengah tingginya aktivitas masyarakat selama perayaan HJK.


"Target utama kita dalam perayaan HJK ke-357 ini adalah Zero Visible Litter. Seluruh kawasan acara harus tetap bersih, nyaman, dan bebas dari sampah yang berserakan," tegas Fadelan.


438 Personel Bekerja 24 Jam


Untuk mencapai target tersebut, ratusan personel DLH tidak ditempatkan secara terpusat. Mereka disebar ke seluruh venue kegiatan sesuai kebutuhan dan tingkat kepadatan aktivitas masyarakat.


Dari 10 lokasi yang menjadi venue HJK, konsentrasi pengamanan kebersihan diberikan pada kawasan yang diperkirakan menjadi titik dengan aktivitas dan kunjungan masyarakat paling tinggi, yakni Batang Arau, Pantai Cimpago, dan kawasan Kota Tua.


Agar kebersihan tidak hanya dijaga pada jam-jam kegiatan, DLH menerapkan sistem kerja tiga shift selama 24 jam.


Dengan pola tersebut, petugas tetap berada di lapangan sejak aktivitas masyarakat mulai berlangsung hingga rangkaian kegiatan berakhir. Setelah masyarakat meninggalkan lokasi, petugas kembali bekerja memastikan kawasan venue dibersihkan dan sampah tidak menumpuk hingga keesokan harinya.


"Kami membagi petugas ke dalam tiga shift operasional selama 24 jam penuh agar kondisi kebersihan di setiap venue tetap terjaga secara konsisten dari pagi hingga malam," ujar Fadelan.


Puluhan Armada dan Peralatan Dikerahkan


Besarnya jumlah personel juga diperkuat dengan dukungan sarana dan prasarana operasional.


DLH menyiapkan 60 unit tong sampah terpilah, 60 unit gerobak, 35 unit becak motor, 18 unit dump truck, 10 unit kendaraan pick up, serta enam unit kendaraan patroli.


Ketersediaan armada tersebut dirancang untuk mempercepat proses pengumpulan hingga pengangkutan sampah dari lokasi kegiatan.


Tong sampah terpilah ditempatkan di sejumlah titik strategis untuk memudahkan masyarakat membuang sampah sekaligus mendukung proses pemilahan. Sementara gerobak dan becak motor digunakan untuk mengumpulkan sampah dari titik-titik yang tidak dapat dijangkau langsung oleh kendaraan berukuran besar.


Sampah yang telah dikumpulkan kemudian masuk dalam jalur pengangkutan yang telah ditetapkan DLH, mulai dari TPS venue menuju TPS antara, sebelum akhirnya dibawa ke TPA Air Dingin.


DLH menargetkan seluruh sampah yang dihasilkan dari aktivitas harian di venue dapat diangkut dan dituntaskan maksimal pukul 02.00 WIB setiap hari.


Artinya, ketika aktivitas masyarakat kembali dimulai pada pagi hari, kawasan acara diharapkan sudah berada dalam kondisi bersih dan siap digunakan kembali.


Kebersihan Dipantau 12 Kali Sehari


Pengawasan juga menjadi bagian penting dari strategi DLH.


Tidak cukup hanya mengandalkan petugas yang berada di lapangan, kondisi kebersihan setiap venue dipantau secara intensif melalui inspeksi sebanyak 12 kali dalam sehari.


Pengawasan dilakukan untuk memastikan tidak ada titik yang luput dari penanganan, terutama pada lokasi yang mengalami peningkatan volume sampah akibat tingginya aktivitas pengunjung.


Evaluasi kemudian dilakukan setiap malam pada pukul 22.30 WIB di Posko Utama Batang Arau.


Dari posko tersebut, kondisi masing-masing venue dievaluasi, termasuk kebutuhan penambahan personel, pengangkutan sampah, maupun penanganan apabila ditemukan persoalan kebersihan di lapangan.


DLH juga menetapkan standar respons cepat terhadap setiap laporan.


Setiap keluhan terkait kebersihan yang diterima Posko Pengendali ditargetkan mendapatkan tindak lanjut maksimal lima menit setelah laporan diterima.


Pola ini menunjukkan bahwa pengelolaan kebersihan HJK Padang ke-357 tidak dilakukan secara reaktif setelah sampah menumpuk, melainkan melalui sistem pengawasan dan respons cepat sepanjang kegiatan berlangsung.


Menjaga Wajah Kota di Tengah Perayaan


Bagi DLH Kota Padang, pengelolaan sampah dalam momentum HJK bukan sekadar persoalan teknis membersihkan lokasi acara.


Rangkaian perayaan hari jadi kota menjadi momentum ketika wajah Padang dilihat dan dinikmati langsung oleh masyarakat. Karena itu, kebersihan kawasan publik menjadi bagian penting dalam memberikan kenyamanan sekaligus menjaga citra kota.


Batang Arau, Pantai Cimpago, hingga kawasan Kota Tua merupakan ruang publik yang selama perayaan HJK menjadi magnet bagi masyarakat. Semakin ramai sebuah lokasi, semakin besar pula potensi timbulan sampah yang dihasilkan.


Di sinilah 438 personel DLH dituntut bekerja cepat dan konsisten.


Mereka tidak hanya bertugas mengumpulkan sampah, tetapi juga memastikan sampah tidak sempat menjadi pemandangan yang mengganggu kenyamanan masyarakat.


Dengan konsep Zero Visible Litter, DLH ingin memastikan masyarakat dapat menikmati seluruh rangkaian HJK tanpa harus berhadapan dengan tumpukan sampah di ruang-ruang publik.


"Target utama kita dalam perayaan HJK ke-357 ini adalah Zero Visible Litter. Seluruh kawasan acara harus tetap bersih, nyaman, dan bebas dari sampah yang berserakan," kata Fadelan.


Dengan pengerahan ratusan personel, sistem kerja tiga shift, dukungan puluhan armada, inspeksi berkala, hingga mekanisme respons lima menit, DLH Kota Padang berupaya memastikan kemeriahan HJK Padang ke-357 tidak meninggalkan persoalan sampah.


Sebab, keberhasilan sebuah perayaan kota bukan hanya diukur dari meriahnya acara, tetapi juga dari bagaimana kota tetap bersih dan nyaman setelah keramaian berakhir.


Pada akhirnya, ketika lampu panggung dipadamkan dan kerumunan mulai meninggalkan lokasi, pekerjaan para petugas kebersihan justru belum selesai. Mereka memastikan esok pagi, Padang kembali menyambut warganya dengan ruang publik yang bersih dan nyaman.


(Mond)


#Padang #Daerah #DLH

×
Berita Terbaru Update