Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

4.000 Pelari Kepung Pantai Cimpago, BOM Run 2026 Jadi Panggung Promosi Wisata dan Gastronomi Kota Padang

09 August 2026 | August 09, 2026 WIB Last Updated 2026-08-09T10:09:23Z

4.000 Pelari Kepung Pantai Cimpago, BOM Run 2026 Jadi Panggung Promosi Wisata dan Gastronomi Kota Padang



D'On, Padang — Ribuan langkah kaki berlari menyusuri jalan-jalan Kota Padang, Minggu (9/8/2026) pagi. Dari Pantai Cimpago, semangat olahraga berpadu dengan pesona laut, budaya, kuliner hingga geliat pariwisata dalam gelaran Blue Ocean Minang (BOM) Run 2026.


Lebih dari 4.000 pelari dari berbagai daerah di Sumatera Barat, luar provinsi, bahkan mancanegara, ambil bagian dalam event lari yang menjadi salah satu agenda istimewa dalam rangkaian Hari Jadi Kota (HJK) Padang ke-357.


Bukan sekadar perlombaan mengejar catatan waktu, BOM Run 2026 dirancang sebagai sebuah pengalaman untuk mengenalkan wajah Kota Padang secara lebih utuh. Mengusung semangat “Taste of Padang Experience: Road to Gastronomy City”, kegiatan ini memadukan olahraga, wisata, budaya, tradisi, kebersamaan dan kekayaan gastronomi Minangkabau.


Kawasan Pantai Cimpago menjadi titik start sekaligus finis. Dari kawasan pesisir tersebut, para peserta kemudian menjelajahi sejumlah kawasan ikonik Kota Padang sebelum kembali ke garis finis.


Momen pelepasan peserta dilakukan langsung oleh Wali Kota Padang Fadly Amran bersama Wakil Wali Kota Maigus Nasir.


Turut hadir Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Barat Arry Yuswandi, unsur Forkopimda Sumbar dan Kota Padang, Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Ikasmantri Padang Rahyussalim beserta jajaran pengurus, Kepala SMAN 3 Padang Zahroni, perwakilan sponsor serta sejumlah unsur terkait lainnya.


Bukan Sekadar Lari, Tapi Membawa Nama Padang


Wali Kota Padang Fadly Amran menegaskan, BOM Run memiliki makna yang jauh lebih besar daripada sekadar event olahraga.


Menurutnya, olahraga dalam kegiatan tersebut menjadi pintu masuk untuk memperkenalkan berbagai potensi yang dimiliki Kota Padang kepada masyarakat luas.


Konsep Taste of Padang Experience, kata Fadly, tidak berhenti pada persoalan makanan dan gastronomi. Di dalamnya terdapat tradisi, kebersamaan, kekeluargaan, pendidikan serta semangat masyarakat untuk bergerak bersama membangun kota.

 

“Taste of Padang bukan sekadar soal rasa di lidah dan gastronomi, tetapi juga tradisi, kebersamaan, kekeluargaan, pendidikan dan semangat bergerak bersama membangun dan memperbaiki kota,” ujar Fadly Amran.


Ia pun memberikan apresiasi kepada Ikasmantri yang telah menggagas dan menyelenggarakan BOM Run sebagai bagian dari HJK Padang ke-357.


Menurut Fadly, kehadiran ribuan peserta dari berbagai daerah hingga mancanegara menunjukkan bahwa event semacam ini memiliki potensi besar untuk menjadi media promosi Kota Padang.


Tidak hanya promosi wisata, aktivitas tersebut juga memberikan efek berantai terhadap perekonomian daerah.


Kehadiran ribuan pelari dan pendamping berpotensi meningkatkan okupansi hotel, transaksi pelaku UMKM, konsumsi kuliner lokal hingga kunjungan ke berbagai destinasi wisata yang ada di Kota Padang.


“Dampak ekonomi dari BOM RUN sangat terasa. Di setiap event HJK-357 kali ini, kami juga memasukan program charity untuk membantu masyarakat terdampak bencana,” katanya.


Mengajak Masyarakat “Menoleh ke Laut”


Sementara itu, Ketua Umum PB Ikasmantri Padang Rahyussalim mengungkapkan bahwa BOM Run berangkat dari sebuah gagasan sederhana namun strategis: mengajak masyarakat kembali melihat potensi laut Kota Padang.


Selama ini, Padang dikenal luas dengan kekayaan kulinernya. Namun, menurut Rahyussalim, identitas Padang tidak semestinya berhenti pada makanan.


Kota ini juga memiliki garis pantai, bentang alam, kawasan bersejarah dan destinasi wisata yang dapat dikembangkan menjadi kekuatan baru dalam mendatangkan wisatawan.

 

“Gagasan ini adalah gagasan untuk kita menoleh ke laut. Padang punya laut dan kita ingin Padang dikenal tidak hanya makanannya saja, tapi juga keindahan alam wisatanya,” ujar Rahyussalim.


Karena itu, BOM Run 2026 membawa konsep Sport & Blue Tourism.


Konsep tersebut mencoba menyatukan energi olahraga dengan potensi wisata bahari, komunitas, budaya dan kuliner. Peserta tidak hanya datang untuk berlari, tetapi juga diajak menikmati pengalaman berada di Kota Padang.


Bagi Ikasmantri, event ini sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat promosi Padang sebagai kota yang memiliki daya tarik olahraga sekaligus destinasi wisata.

 

“Mengusung konsep Sport & Blue Tourism, BOM Run 2026 menjadi momentum memadukan olahraga, energi komunitas, pesona laut, budaya, dan kuliner dalam satu pengalaman. Gelaran ini sekaligus memperkuat rangkaian HJK Padang ke-357 sebagai ajang promosi kota di tingkat nasional dan internasional,” jelasnya.


Menyusuri Wajah Ikonik Kota Padang


BOM Run 2026 menghadirkan beberapa kategori lomba, mulai dari 21K, 10K, 5K, Kids hingga kategori Lansia.


Pilihan kategori tersebut membuat event ini tidak hanya diperuntukkan bagi pelari profesional atau komunitas lari, tetapi juga membuka ruang bagi keluarga dan masyarakat dari berbagai kelompok usia.


Rute perlombaan menjadi salah satu daya tarik tersendiri.


Dari Pantai Cimpago, peserta melintasi sejumlah kawasan ikonik Kota Padang, termasuk kawasan Kota Tua dan Gunung Padang, sebelum akhirnya kembali menuju garis finis.


Dengan rute tersebut, para peserta secara tidak langsung diajak mengenal Padang melalui setiap langkah yang mereka tempuh.


Laut, kawasan perkotaan, jejak sejarah dan lanskap Kota Padang menjadi bagian dari pengalaman yang ditawarkan.


Inilah yang membedakan BOM Run dari event lari biasa.


Jika lomba lari umumnya berorientasi pada jarak dan waktu tempuh, BOM Run mencoba menjadikan rute sebagai bagian dari cerita. Setiap kilometer yang dilalui menjadi kesempatan untuk memperlihatkan bahwa Padang memiliki lebih dari sekadar garis pantai dan kuliner.


Olahraga yang Menggerakkan Ekonomi


Kehadiran lebih dari 4.000 peserta juga memperlihatkan bahwa olahraga dapat menjadi salah satu instrumen penggerak ekonomi daerah.


Peserta dari luar daerah membutuhkan akomodasi, transportasi, makanan, hingga berbagai kebutuhan selama berada di Padang. Kondisi tersebut membuka peluang bagi hotel, restoran, UMKM, pelaku ekonomi kreatif, transportasi dan sektor pariwisata untuk ikut merasakan manfaat dari penyelenggaraan event.


Bagi pemerintah daerah, pola seperti ini menjadi penting dalam membangun event yang tidak hanya ramai secara seremonial, tetapi juga menghasilkan dampak nyata bagi masyarakat.


Terlebih BOM Run ditempatkan dalam rangkaian HJK Padang ke-357 dengan semangat menuju Gastronomy City.


Olahraga menjadi magnet untuk mendatangkan orang, sementara kuliner, budaya dan pariwisata menjadi pengalaman yang mereka bawa pulang.


Membawa Pesan Kepedulian


Yang menarik, semangat HJK Padang ke-357 juga tidak hanya diarahkan pada kemeriahan.


Fadly Amran menyebut bahwa rangkaian kegiatan HJK tahun ini turut memasukkan program charity sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak bencana.


Dengan demikian, kemeriahan perayaan hari jadi kota tidak semata-mata menjadi panggung hiburan dan promosi, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat solidaritas sosial.


Semangat tersebut memperlihatkan bahwa pembangunan kota tidak hanya berbicara tentang infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga tentang bagaimana masyarakat saling menguatkan ketika menghadapi kesulitan.


Dari Pantai Cimpago untuk Indonesia dan Dunia


BOM Run 2026 pada akhirnya bukan hanya tentang siapa yang paling cepat mencapai garis finis.


Lebih dari itu, event ini menjadi cara baru memperkenalkan Padang melalui perpaduan olahraga, laut, budaya, kuliner dan komunitas.


Ribuan pelari yang berkumpul di Pantai Cimpago membawa energi yang sama: berlari, menikmati kota dan merasakan pengalaman Padang dari dekat.


Dari kawasan pesisir itu pula, sebuah pesan promosi kota digaungkan bahwa Padang memiliki potensi besar untuk menjadi destinasi olahraga dan wisata yang diperhitungkan, bukan hanya di tingkat nasional tetapi juga internasional.


BOM Run 2026 pun menjadi bukti bahwa ketika olahraga dipadukan dengan pariwisata, budaya dan gastronomi, sebuah perlombaan dapat berubah menjadi panggung besar untuk memperkenalkan identitas sebuah kota.


Dan pagi itu, ribuan langkah di Pantai Cimpago bukan sekadar mengejar garis finis.

Mereka ikut berlari membawa nama Padang.


(Mond)


#Padang #Daerah

×
Berita Terbaru Update