Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

270 Rumah Terdampak Banjir Terima Bantuan Rp540 Juta, Pemko Padang Percepat Pemulihan Pascabencana

09 August 2026 | August 09, 2026 WIB Last Updated 2026-08-09T10:24:09Z

270 Rumah Terdampak Banjir Terima Bantuan Rp540 Juta, Pemko Padang Percepat Pemulihan Pascabencana



D'On, Padang — Pemerintah Kota Padang mulai menyalurkan bantuan langsung kepada warga yang rumahnya masih terdampak bencana banjir dan cuaca ekstrem yang melanda sejumlah wilayah Kota Padang pada 3 Agustus 2026 lalu.


Sebanyak 270 rumah warga yang tersebar di empat kecamatan menerima bantuan dengan total nilai mencapai Rp540 juta. Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Wali Kota Padang Fadly Amran kepada perwakilan warga di Lapau Munggu, Kelurahan Kuranji, Kecamatan Kuranji, Minggu (9/8/2026).


Penyerahan bantuan turut dihadiri Sekretaris Daerah Kota Padang Raju Minropa, Asisten Pemerintahan dan Kesra Tarmizi Ismail, Kalaksa BPBD Kota Padang Hendri Zulviton, para camat dari empat kecamatan, serta warga penerima bantuan.


Bantuan ini menjadi bagian dari langkah Pemerintah Kota Padang untuk membantu masyarakat yang masih berada dalam tahap pemulihan setelah diterjang banjir dan cuaca ekstrem.


Dari total 270 rumah penerima bantuan, sebanyak 191 rumah berada di Kecamatan Kuranji, 45 rumah di Kecamatan Nanggalo, 24 rumah di Kecamatan Koto Tangah, dan 10 rumah di Kecamatan Padang Utara.


Masing-masing rumah mendapatkan bantuan sebesar Rp2 juta, yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Padang.


Bagi warga yang masih harus membersihkan sisa-sisa banjir dan memperbaiki bagian rumah yang mengalami kerusakan, bantuan tersebut diharapkan dapat menjadi penopang awal untuk kembali menata kehidupan setelah bencana.


6.618 Rumah Terdampak, 270 Masih Membutuhkan Penanganan


Banjir yang terjadi pada 3 Agustus 2026 memberikan dampak cukup luas terhadap permukiman warga di Kota Padang.


Berdasarkan pendataan Pemerintah Kota Padang, sebanyak 6.618 rumah sempat terdampak bencana tersebut.


Namun, upaya penanganan yang dilakukan secara bersama-sama oleh pemerintah daerah, masyarakat, dan berbagai unsur lainnya membuat sebagian besar wilayah terdampak dapat segera dipulihkan.


Hingga 5 Agustus 2026, sebanyak 6.348 rumah telah dinyatakan pulih. Sementara itu, masih terdapat 270 rumah yang terdampak dan mengalami kerusakan ringan dengan tingkat kerusakan di bawah 20 persen.


Rumah-rumah yang masih terdampak inilah yang kemudian menjadi sasaran penyaluran bantuan pemerintah daerah.


Wali Kota Padang Fadly Amran mengatakan, pemerintah tidak ingin warga yang terdampak bencana berjalan sendiri dalam menghadapi masa pemulihan.


Menurutnya, bantuan tersebut merupakan bentuk perhatian dan kepedulian pemerintah terhadap masyarakat yang mengalami dampak langsung akibat bencana.


“Hari ini kami menyerahkan bantuan kepada 270 rumah yang masih terdampak bencana di empat kecamatan. Data tersebut masih dapat berkembang. Karena itu, warga yang belum terdata diminta segera berkoordinasi dengan lurah dan camat setempat,” ujar Fadly.


Pesan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa pendataan korban bencana masih bersifat dinamis. Pemerintah Kota Padang membuka ruang bagi warga yang merasa belum terdata untuk segera melapor melalui pemerintah di tingkat kelurahan maupun kecamatan.


Tak Hanya Uang, Bantuan Kebutuhan Dasar Juga Disalurkan


Penanganan pascabencana tidak berhenti pada bantuan berupa uang tunai.


Dalam kesempatan tersebut, warga juga mendapatkan berbagai bantuan kebutuhan dasar untuk mendukung proses pembersihan dan pemulihan rumah masing-masing.


Peralatan kebersihan yang diserahkan berasal dari Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming. Bantuan tersebut antara lain berupa sapu, kain pel, plastik sampah, karet pel, sikat lantai, Wipol, dan sabun.


Peralatan tersebut menjadi penting bagi warga karena salah satu pekerjaan utama setelah banjir adalah membersihkan rumah dari lumpur, kotoran, dan material yang terbawa arus.


Selain itu, turut disalurkan bantuan sembako dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), berupa beras, gula, roti, serta sejumlah kebutuhan lainnya.


Bantuan juga dilengkapi dengan hygiene kit, selimut, makanan bayi, kasur lipat, dan peralatan kebersihan.


Beragam jenis bantuan tersebut memperlihatkan bahwa pemulihan pascabencana tidak hanya berkaitan dengan memperbaiki bangunan yang rusak, tetapi juga memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi selama masa pemulihan.


Pemko Apresiasi Dukungan Pemerintah Pusat


Fadly Amran menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat yang telah memberikan dukungan dalam penanganan bencana di Kota Padang.


Menurutnya, sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah sangat dibutuhkan, terutama untuk mempercepat pemulihan masyarakat sekaligus menangani kerusakan infrastruktur yang muncul akibat bencana.


“Kami menyampaikan terima kasih kepada pemerintah pusat, khususnya Presiden dan Wakil Presiden RI melalui BNPB, atas dukungan bantuan dan peralatan penanganan bencana yang telah diberikan,” katanya.


Ia berharap dukungan tersebut dapat terus berlanjut, terutama dalam mempercepat pembangunan dan perbaikan infrastruktur yang terdampak bencana.


“Kami berharap kepada pemerintah pusat agar penanganan dan pembangunan infrastruktur dapat segera direalisasikan,” lanjutnya.


Harapan tersebut menjadi penting mengingat dampak bencana tidak hanya dirasakan oleh masyarakat dari sisi rumah tinggal, tetapi juga dapat berpengaruh terhadap berbagai infrastruktur dan fasilitas publik.


Pemulihan Belum Berakhir


Meski ribuan rumah telah kembali pulih, Pemerintah Kota Padang menegaskan bahwa proses penanganan pascabanjir belum sepenuhnya selesai.


Masih adanya 270 rumah terdampak menjadi perhatian pemerintah untuk memastikan masyarakat benar-benar dapat kembali menjalani aktivitas secara normal.


Penyerahan bantuan di Lapau Munggu sekaligus menjadi penegasan bahwa pemerintah terus mengikuti perkembangan kondisi warga di lapangan.


Pemko Padang juga meminta masyarakat yang belum masuk dalam pendataan agar tidak menunggu, melainkan segera menyampaikan kondisi mereka kepada lurah atau camat.


Dengan demikian, data korban dan kerusakan dapat terus diperbarui sehingga langkah penanganan dapat dilakukan secara lebih tepat sasaran.


Bagi warga terdampak, bantuan tersebut bukan sekadar nominal maupun barang yang diterima. Lebih dari itu, bantuan menjadi tanda bahwa setelah bencana berlalu, pemerintah tetap hadir bersama masyarakat untuk membantu mereka bangkit dan menata kembali kehidupan.


Banjir 3 Agustus menjadi pengingat bahwa pemulihan pascabencana membutuhkan kerja bersama. Pemerintah, masyarakat, dunia usaha, hingga pemerintah pusat memiliki peran masing-masing agar Kota Padang dapat kembali pulih dan semakin siap menghadapi potensi bencana di masa mendatang.


(Mond)


#Padang #Daerah

×
Berita Terbaru Update