Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Wakil Wali Kota Padang Lepas 345 Mahasiswa KKN UIN Imam Bonjol, Didorong Sukseskan Program Smart Surau

21 July 2026 | July 21, 2026 WIB Last Updated 2026-07-21T10:51:05Z

Wakil Wali Kota Padang Lepas 345 Mahasiswa KKN UIN Imam Bonjol, Didorong Sukseskan Program Smart Surau



D'On, PadangWakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, secara resmi melepas 345 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol Padang dalam sebuah seremoni yang berlangsung di Palanta Rumah Dinas Wali Kota Padang, Senin (20/7/2026).


Kegiatan pelepasan tersebut dihadiri Kepala Biro Administrasi Akademik, Kemahasiswaan, dan Kerja Sama UIN Imam Bonjol Padang, Dr. H. Masmuni Mahatma, Camat Koto Tangah Rio Ebu Pratama, Camat Kuranji Rozaldi Rosman, para lurah dari Kecamatan Koto Tangah dan Kecamatan Kuranji, dosen pembimbing lapangan, serta ratusan mahasiswa peserta KKN.


Dalam sambutannya, Maigus Nasir menyampaikan apresiasi atas kepercayaan UIN Imam Bonjol Padang yang kembali menjadikan Kota Padang sebagai lokasi pengabdian mahasiswa. Menurutnya, kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat bukan sekadar menjalankan kewajiban akademik, tetapi juga menjadi bagian penting dalam mendukung pembangunan daerah melalui gagasan, inovasi, dan semangat pengabdian.


"Atas nama Pemerintah Kota Padang, kami mengucapkan selamat datang kepada para mahasiswa KKN UIN Imam Bonjol. Kehadiran adik-adik sekalian sangat berarti bagi kami, karena sejalan dengan visi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Padang untuk menggerakkan segala potensi guna mewujudkan Kota Padang yang pintar dan sehat, berlandaskan agama dan budaya," ujar Maigus.


Ia menegaskan bahwa percepatan pembangunan Kota Padang tidak mungkin hanya mengandalkan kerja birokrasi. Dibutuhkan sinergi dan kolaborasi dari seluruh elemen masyarakat, termasuk perguruan tinggi yang memiliki sumber daya intelektual serta semangat pengabdian kepada masyarakat.


Karena itu, Pemerintah Kota Padang mengajak para mahasiswa agar mampu menghadirkan program-program yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat selama masa pengabdian berlangsung.


Salah satu fokus yang ditekankan Wakil Wali Kota adalah keterlibatan mahasiswa dalam mendukung Program Unggulan (Progul) Pemerintah Kota Padang, yakni Smart Surau. Program tersebut diharapkan menjadi media untuk menghidupkan kembali fungsi masjid sebagai pusat pembinaan generasi muda, pendidikan, dan aktivitas sosial kemasyarakatan.


Maigus meminta setiap kelompok KKN melakukan pemetaan terhadap masjid-masjid yang ada di wilayah pengabdiannya. Dari hasil pemetaan tersebut, mahasiswa didorong membentuk Remaja Masjid Reborn, sebuah wadah yang diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang aktif, kreatif, dan memiliki kepedulian sosial.


"Kami mengharapkan mahasiswa dapat memetakan masjid-masjid di lokasi pengabdian dan mendirikan 'Remaja Masjid Reborn' sebagai bagian dari program Smart Surau. Wadah ini dibentuk untuk menggali serta mengembangkan minat dan bakat generasi muda, termasuk melatih kemampuan mereka dalam mengelola berbagai kegiatan positif (event management)," katanya.


Menurut Maigus, keberadaan organisasi kepemudaan berbasis masjid diharapkan mampu menjadi ruang pembinaan karakter sekaligus melahirkan generasi muda yang produktif, memiliki jiwa kepemimpinan, serta mampu menjadi motor penggerak kegiatan sosial dan keagamaan di lingkungan masing-masing.


Selain menjalankan program kerja, mahasiswa juga diingatkan agar mampu membangun hubungan yang harmonis dengan masyarakat. Ia menilai keberhasilan KKN bukan hanya diukur dari banyaknya kegiatan yang dilaksanakan, tetapi juga dari kemampuan mahasiswa beradaptasi, menghormati adat istiadat, serta menjadi bagian dari kehidupan warga selama berada di lokasi pengabdian.


"Jangan ada jarak dengan masyarakat, anggap lokasi KKN sebagai kampung sendiri dan anggap warga sebagai orang tua sendiri. Untuk para lurah, tolong terima mereka dengan hangat sebagai anak, bukan sekadar sebagai adik," pesannya.


Maigus juga mengajak seluruh lurah beserta perangkat kelurahan untuk memberikan pendampingan dan perhatian kepada mahasiswa selama menjalankan KKN. Menurutnya, dukungan pemerintah di tingkat kelurahan akan membantu mahasiswa melaksanakan berbagai program secara lebih efektif dan tepat sasaran.


Sementara itu, Kepala Biro Administrasi Akademik, Kemahasiswaan, dan Kerja Sama UIN Imam Bonjol Padang, Dr. H. Masmuni Mahatma, mengingatkan seluruh mahasiswa agar menjaga nama baik almamater selama berada di tengah masyarakat.


Ia menekankan bahwa status sebagai mahasiswa UIN Imam Bonjol membawa tanggung jawab moral yang harus diwujudkan melalui sikap, perilaku, dan etika yang baik dalam setiap aktivitas pengabdian.


"Jaga nama baik almamater kampus. Ingat, almamater bukan sekadar identitas fisik, melainkan ada pesan moral dan amanat besar di dalamnya yang harus dijaga dengan perilaku yang baik," tegas Masmuni.


Ia berharap seluruh mahasiswa mampu menjadi teladan di tengah masyarakat, menjaga integritas, moralitas, serta menjunjung tinggi nilai-nilai akademik dan keislaman selama melaksanakan pengabdian.


Program KKN UIN Imam Bonjol Padang tahun 2026 akan berlangsung selama satu bulan penuh, mulai 20 Juli hingga 20 Agustus 2026. Sebanyak 345 mahasiswa akan diterjunkan ke 22 kelurahan yang tersebar di dua kecamatan strategis di Kota Padang, yakni 9 kelurahan di Kecamatan Kuranji dan 13 kelurahan di Kecamatan Koto Tangah.


Melalui pelaksanaan KKN tersebut, diharapkan terbangun kolaborasi yang semakin erat antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam menghadirkan solusi atas berbagai persoalan masyarakat, sekaligus memperkuat pembangunan Kota Padang yang maju, sejahtera, religius, dan berbudaya.


(Mond)


#Padang #Daerah

×
Berita Terbaru Update