Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Tanggapi Maraknya Bullying di Kota Padang, KKN 52 UIN Imam Bonjol Gelar Sosialisasi Anti-Perundungan di SDN 009 Aie Pacah

29 July 2026 | July 29, 2026 WIB Last Updated 2026-07-29T05:28:23Z

Tanggapi Maraknya Bullying di Kota Padang, KKN 52 UIN Imam Bonjol Gelar Sosialisasi Anti-Perundungan di SDN 009 Aie Pacah



D'On, Padang Maraknya kasus perundungan (bullying) yang belakangan menjadi sorotan di Kota Padang mendorong Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Angkatan 52 Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol Padang mengambil langkah nyata. Melalui program pengabdian kepada masyarakat, mereka menggelar Sosialisasi Anti-Bullying di SDN 009 Aie Pacah pada 28–29 Juli 2026, sebagai upaya membangun kesadaran sejak dini akan pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman, ramah, dan bebas dari kekerasan.


Kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi agenda penyampaian materi, tetapi juga menjadi ruang edukasi yang mengajak siswa memahami bahwa perundungan bukanlah candaan biasa. Setiap tindakan mengejek, mengucilkan, mengintimidasi, hingga kekerasan fisik maupun verbal dapat meninggalkan luka psikologis yang berkepanjangan bagi korban.


Di tengah meningkatnya perhatian publik terhadap berbagai kasus bullying yang menimpa pelajar, mahasiswa KKN UIN Imam Bonjol menilai edukasi sejak usia sekolah dasar menjadi langkah paling efektif untuk memutus rantai perundungan di masa depan.


Selama dua hari pelaksanaan, para mahasiswa menyampaikan materi secara komunikatif dan interaktif. Melalui diskusi, permainan edukatif, simulasi, hingga sesi tanya jawab, siswa diajak mengenali berbagai bentuk bullying, memahami dampak yang ditimbulkan terhadap korban maupun pelaku, serta belajar bagaimana bersikap ketika melihat atau mengalami tindakan perundungan.


Para peserta tampak antusias mengikuti setiap rangkaian kegiatan. Mereka aktif menjawab pertanyaan, berbagi pengalaman sederhana yang pernah terjadi di lingkungan sekolah, sekaligus belajar bahwa menghargai perbedaan merupakan salah satu fondasi utama dalam membangun kehidupan sosial yang sehat.


Mahasiswa KKN juga menekankan bahwa bullying tidak selalu berbentuk kekerasan fisik. Ucapan yang merendahkan, ejekan terhadap kondisi fisik, pengucilan dalam pergaulan, hingga intimidasi melalui media sosial merupakan bentuk perundungan yang sama-sama dapat memberikan dampak serius terhadap kesehatan mental dan perkembangan anak.


Menurut mereka, korban bullying kerap mengalami penurunan rasa percaya diri, kesulitan belajar, gangguan emosional, hingga trauma berkepanjangan apabila tidak segera mendapatkan perhatian dari lingkungan sekitar.


Membangun Karakter Sejak Dini


Pemilihan siswa sekolah dasar sebagai sasaran utama kegiatan bukan tanpa alasan. Masa kanak-kanak merupakan periode penting dalam pembentukan karakter dan nilai-nilai sosial. Pada fase inilah anak mulai belajar memahami empati, menghargai perbedaan, mengendalikan emosi, serta membangun hubungan yang sehat dengan teman sebaya.


Melalui sosialisasi ini, mahasiswa KKN berharap nilai-nilai saling menghormati, saling menghargai, peduli terhadap sesama, dan berani menolak tindakan perundungan dapat tertanam kuat dalam diri peserta didik.


Dengan bekal karakter tersebut, diharapkan para siswa mampu tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial dan keberanian untuk menciptakan lingkungan belajar yang inklusif ketika melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.


Respons atas Fenomena Bullying di Kota Padang


Wakil Ketua KKN 52 Aie Pacah, Fadli Hasibuan, mengatakan bahwa kegiatan ini lahir dari keprihatinan mahasiswa terhadap meningkatnya kasus bullying yang terjadi di Kota Padang.

 

"Melihat maraknya kasus bullying yang terjadi di Kota Padang saat ini, kami memandang sosialisasi ini sangat penting dan mendesak untuk dilaksanakan. Kami berharap penanaman nilai-nilai anti-bullying kepada anak-anak sekolah dasar dapat membentuk karakter yang saling menghormati dan menghargai sesama. Dengan demikian, ketika mereka melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, diharapkan tidak lagi terjadi tindakan bullying di lingkungan sekolah," ujar Fadli Hasibuan.


Ia menegaskan bahwa pencegahan merupakan langkah yang jauh lebih efektif dibandingkan penanganan setelah perundungan terjadi. Oleh karena itu, pendidikan karakter harus menjadi tanggung jawab bersama antara sekolah, keluarga, dan masyarakat.


Mewujudkan Sekolah yang Aman dan Ramah Anak


Kegiatan sosialisasi ini menjadi bagian dari komitmen KKN 52 UIN Imam Bonjol Padang dalam menghadirkan program-program yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Mahasiswa berharap edukasi yang diberikan mampu menumbuhkan budaya saling menghormati serta meningkatkan kepedulian seluruh warga sekolah terhadap pentingnya menjaga lingkungan belajar yang bebas dari intimidasi.


Lebih dari sekadar kegiatan seremonial, sosialisasi ini diharapkan menjadi titik awal lahirnya gerakan bersama untuk menolak segala bentuk perundungan di lingkungan pendidikan. Sinergi antara guru, orang tua, siswa, dan masyarakat dinilai menjadi kunci utama dalam menciptakan sekolah yang benar-benar menjadi tempat tumbuh kembang anak secara aman, nyaman, dan bermartabat.


Melalui langkah sederhana namun bermakna ini, Mahasiswa KKN Angkatan 52 UIN Imam Bonjol Padang ingin menegaskan bahwa pencegahan bullying harus dimulai dari pendidikan karakter sejak dini. Sebab, lingkungan sekolah yang sehat tidak hanya melahirkan generasi yang berprestasi, tetapi juga generasi yang berempati, menghargai sesama, dan mampu menjadi agen perubahan bagi masa depan yang lebih baik.


(Fadly)


#Pendidikan #Bullying #Padang #Daerah

×
Berita Terbaru Update