Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Kasat Narkoba Polres Tangsel Ditangkap Bareskrim, Tujuh Aparat Ikut Terseret Dugaan Peredaran Narkoba dan Penyalahgunaan Wewenang

27 July 2026 | July 27, 2026 WIB Last Updated 2026-07-27T06:08:29Z

Ilustrasi 



D'On, Jakarta Publik kembali dikejutkan oleh kabar yang mencoreng wajah penegakan hukum di Indonesia. Seorang perwira yang seharusnya berada di garis depan dalam perang melawan narkotika justru ditangkap oleh institusinya sendiri. Kepala Satuan (Kasat) Narkoba Polres Tangerang Selatan bersama enam anggotanya dan seorang personel Polda Aceh diamankan Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri dalam operasi gabungan yang digelar pada Senin (27/7/2026).


Total delapan aparat penegak hukum itu ditangkap oleh tim gabungan Subdirektorat IV dan Satuan Tugas NIC Dittipidnarkoba Bareskrim Polri. Operasi tersebut dipimpin langsung oleh Kombes Pol Handik Zusen dan Kombes Pol Kevin Leleury.


Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Pol Eko Hadi Santoso, membenarkan penangkapan tersebut.

 

"Bahwa benar Tim Gabungan Subdit IV dan Satgas NIC Dittipidnarkoba Bareskrim Polri telah melakukan penangkapan terhadap Kasat Narkoba Polres Tangsel beserta enam orang anggotanya dan satu orang anggota Polda Aceh," ujar Eko.


Diduga Tak Hanya Terlibat Narkoba, tetapi Juga Menyalahgunakan Wewenang


Perkara yang menjerat para aparat ini disebut bukan sekadar dugaan penyalahgunaan narkotika. Mereka juga diduga terlibat dalam peredaran gelap narkoba serta melakukan penyalahgunaan kewenangan dalam proses penegakan hukum kasus narkotika.

 

"Kasus peredaran gelap narkoba dan penyalahgunaan narkoba serta penyalahgunaan wewenang dalam penegakan hukum narkoba," kata Eko.


Dugaan tersebut membuka kemungkinan adanya praktik yang jauh lebih serius, yakni keterlibatan oknum aparat dalam jaringan yang seharusnya mereka berantas. Jika terbukti, kasus ini tidak hanya menyangkut pelanggaran pidana, tetapi juga berpotensi meruntuhkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi penegak hukum.


Bareskrim Masih Tutup Rapat Kronologi


Hingga kini, Bareskrim Polri belum mengungkap secara rinci bagaimana modus operandi para terduga, sejak kapan dugaan pelanggaran berlangsung, maupun bagaimana proses penangkapan dilakukan. Identitas para personel yang diamankan juga masih dirahasiakan demi kepentingan penyidikan.


Penyidik disebut masih mendalami kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat, termasuk apakah terdapat jaringan yang lebih besar di balik perkara tersebut.


Tamparan Keras bagi Institusi Penegak Hukum


Kasus ini menjadi ironi di tengah gencarnya komitmen Polri dalam memerangi peredaran narkotika. Seorang Kasat Narkoba merupakan pejabat yang memiliki peran strategis dalam memburu bandar, mengungkap jaringan, serta menegakkan hukum terhadap pelaku kejahatan narkoba. Ketika pejabat yang memegang kewenangan itu justru diduga terlibat dalam tindak pidana yang sama, muncul pertanyaan serius mengenai integritas pengawasan internal dan mekanisme pengendalian di tubuh aparat penegak hukum.


Publik kini menanti langkah tegas Polri untuk mengusut perkara ini secara transparan tanpa pandang bulu. Penegakan hukum yang terbuka dan akuntabel dinilai menjadi kunci untuk memulihkan kepercayaan masyarakat sekaligus membuktikan bahwa tidak ada seorang pun yang kebal hukum, termasuk aparat penegak hukum sendiri.


Penyidikan masih terus berlangsung, sementara Bareskrim Polri berjanji akan menyampaikan perkembangan kasus setelah seluruh fakta dan alat bukti berhasil dihimpun.


(L6)


#Hukum #Narkoba #Polri

×
Berita Terbaru Update