
Mahasiswa FKM Unand Tingkatkan Kesadaran Warga Batu Busuak Cegah DBD Melalui Edukasi 3M Plus Berbasis Pemberdayaan Masyarakat
D'On, PADANG – Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi ancaman kesehatan yang nyata bagi masyarakat Indonesia. Penyakit yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti ini tidak hanya berpotensi menyebabkan komplikasi serius, tetapi juga dapat menimbulkan Kejadian Luar Biasa (KLB) apabila upaya pencegahan tidak dilakukan secara optimal dan berkelanjutan.
Menyadari pentingnya keterlibatan masyarakat dalam pengendalian penyakit tersebut, mahasiswa Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat Bidang Ilmu Promosi Kesehatan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Andalas (FKM Unand) Kelompok 3 melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat melalui skema Project Based Learning (PJBL) dengan mengusung tema “Peningkatan Pengetahuan dan Perilaku Masyarakat dalam Pencegahan DBD melalui Edukasi 3M Plus di RW 03 Batu Busuak, Kelurahan Lambung Bukit, Kota Padang.”
Kegiatan yang berlangsung pada 13-14 Mei 2026 ini menyasar anggota Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) sebagai agen perubahan yang memiliki peran strategis dalam membangun budaya hidup sehat di lingkungan keluarga dan masyarakat.
Menjadikan PKK Sebagai Garda Terdepan Pencegahan DBD
Pemilihan anggota PKK sebagai sasaran utama bukan tanpa alasan. Sebagai organisasi yang aktif bersentuhan langsung dengan kehidupan rumah tangga, PKK dinilai memiliki posisi yang sangat penting dalam membentuk kebiasaan sehat di tengah masyarakat.
Melalui pendekatan edukatif dan partisipatif, mahasiswa berupaya memperkuat kapasitas anggota PKK agar mampu menjadi pelopor dalam upaya pemberantasan sarang nyamuk (PSN) di lingkungan tempat tinggalnya.
Kegiatan ini juga menjadi wujud nyata implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat, yang menghubungkan ilmu pengetahuan dengan kebutuhan riil masyarakat.
Edukasi Interaktif tentang Bahaya DBD dan Pentingnya 3M Plus
Rangkaian kegiatan diawali dengan penyampaian materi edukasi mengenai Demam Berdarah Dengue. Para peserta diberikan pemahaman secara komprehensif terkait penyebab penyakit, siklus hidup nyamuk Aedes aegypti, cara penularan, tanda dan gejala yang perlu diwaspadai, hingga langkah-langkah pencegahan yang dapat diterapkan secara mandiri.
Materi difokuskan pada penerapan 3M Plus, yaitu:
- Menguras tempat penampungan air secara rutin.
- Menutup rapat seluruh wadah penyimpanan air.
- Memanfaatkan kembali atau mendaur ulang barang-barang bekas yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk.
Sementara konsep “Plus” mencakup berbagai tindakan tambahan, seperti menggunakan obat anti nyamuk, memelihara ikan pemakan jentik, memasang kawat kasa, menanam tanaman pengusir nyamuk, menggunakan kelambu, hingga menjaga kebersihan lingkungan secara konsisten.
Penyampaian materi dilakukan secara interaktif menggunakan media edukasi yang sederhana dan mudah dipahami oleh seluruh peserta.
Suasana diskusi berlangsung hidup. Para anggota PKK aktif menyampaikan pertanyaan sekaligus berbagi pengalaman mengenai kondisi lingkungan di sekitar tempat tinggal mereka, termasuk tantangan yang sering dihadapi dalam menjaga kebersihan dan mengendalikan populasi nyamuk.
Antusiasme peserta menunjukkan bahwa pendekatan berbasis dialog dan partisipasi masyarakat mampu meningkatkan efektivitas penyampaian pesan kesehatan.
Demonstrasi Praktik Menguras Tempat Penampungan Air
Tidak berhenti pada penyampaian teori, mahasiswa juga mengajak peserta mempraktikkan langsung cara menguras tempat penampungan air yang benar.
Sebuah ember digunakan sebagai simulasi bak mandi untuk menunjukkan bagaimana proses pembersihan harus dilakukan secara menyeluruh, termasuk menggosok bagian dinding wadah yang sering kali menjadi tempat melekatnya telur nyamuk.
Demonstrasi ini bertujuan mengubah kebiasaan masyarakat yang selama ini hanya mengganti air tanpa membersihkan permukaan wadah, padahal telur nyamuk dapat bertahan menempel pada dinding tempat penampungan air dalam jangka waktu tertentu.
Melalui praktik langsung, peserta diharapkan mampu menerapkan teknik yang benar di rumah masing-masing dan menularkannya kepada anggota keluarga lainnya.
Mengubah Limbah Menjadi Produk Bernilai Ekonomi
Salah satu inovasi menarik dalam kegiatan ini adalah pelatihan pemanfaatan limbah rumah tangga melalui pembuatan gantungan kunci dari tutup botol bekas.
Kegiatan tersebut menjadi implementasi nyata konsep “Plus” dalam gerakan 3M Plus, sekaligus mengedukasi masyarakat bahwa pengelolaan sampah memiliki keterkaitan erat dengan upaya pencegahan DBD.
Barang-barang yang sebelumnya berpotensi menjadi tempat genangan air dan sarang nyamuk dapat diubah menjadi produk kreatif yang memiliki nilai guna bahkan berpotensi memiliki nilai ekonomi.
Selain memberikan keterampilan baru, kegiatan ini juga mendorong tumbuhnya kesadaran masyarakat untuk lebih bijak dalam mengelola sampah rumah tangga.
Penyerahan Tanaman Kemangi Sebagai Pengendalian Nyamuk Secara Alami
Sebagai bentuk dukungan terhadap pengendalian nyamuk yang ramah lingkungan, tim mahasiswa turut menyerahkan tanaman kemangi kepada para peserta.
Tanaman tersebut diharapkan dapat dibudidayakan di pekarangan rumah sebagai salah satu alternatif pendukung dalam mengurangi keberadaan nyamuk di lingkungan sekitar.
Di sisi lain, keberadaan tanaman kemangi juga dapat memperindah halaman rumah sekaligus memberikan manfaat tambahan bagi kebutuhan sehari-hari.
Langkah sederhana ini menjadi bagian dari upaya membangun lingkungan yang sehat, asri, dan berkelanjutan.
Meningkatkan Kesadaran Kolektif Masyarakat
Pada akhir kegiatan, tim mahasiswa melakukan evaluasi untuk mengukur tingkat pemahaman peserta setelah mengikuti seluruh rangkaian edukasi dan demonstrasi.
Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan kesadaran anggota PKK mengenai pentingnya penerapan perilaku 3M Plus sebagai langkah utama dalam mencegah Demam Berdarah Dengue.
Tidak hanya itu, para peserta juga menyatakan komitmennya untuk menerapkan praktik yang telah dipelajari serta mengajak anggota keluarga dan warga sekitar agar ikut berpartisipasi menjaga kebersihan lingkungan.
Hal ini menjadi indikator bahwa pemberdayaan masyarakat merupakan salah satu strategi yang efektif dalam membangun sistem pencegahan penyakit yang berkelanjutan.
Kolaborasi Mahasiswa dan Masyarakat untuk Mewujudkan Lingkungan Sehat
Kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan mahasiswa FKM Universitas Andalas ini menjadi bukti bahwa upaya pencegahan DBD tidak dapat hanya bergantung pada sektor kesehatan semata, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
Melalui peningkatan pengetahuan, perubahan perilaku, dan penguatan partisipasi warga, diharapkan RW 03 Batu Busuak dapat menjadi lingkungan yang lebih tangguh dalam menghadapi ancaman DBD.
Ke depan, kegiatan serupa diharapkan dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dan menjangkau lebih banyak wilayah sehingga budaya hidup bersih dan sehat semakin mengakar di tengah masyarakat.
Sebab, perang melawan DBD sesungguhnya dimulai dari langkah-langkah sederhana yang dilakukan secara bersama-sama, dari rumah, untuk lingkungan yang lebih sehat dan masa depan yang lebih baik.
(*)
#Padang #Daerah