Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Khatam Alquran dan Wisuda Tartil ke-5 MDTA Darul Muslimin Muhammadiyah, Maigus Nasir: Alquran Harus Menjadi Pedoman Hidup Generasi Muda

07 June 2026 | June 07, 2026 WIB Last Updated 2026-06-07T06:38:36Z

Khatam Alquran dan Wisuda Tartil ke-5 MDTA Darul Muslimin Muhammadiyah, Maigus Nasir: Alquran Harus Menjadi Pedoman Hidup Generasi Muda



D'On, Padang – Suasana haru dan penuh kebanggaan menyelimuti Komplek Muslim Village Sang Surya Rimbo Tarok, Kelurahan Gunung Sarik, Kecamatan Kuranji, Minggu (7/6/2026). Puluhan orang tua, tokoh masyarakat, pengurus masjid, serta para santri berkumpul dalam kegiatan Khatam Alquran dan Wisuda Tartil ke-5 Madrasah Diniyah Takmiliyah Awwaliyah (MDTA) Masjid Darul Muslimin Muhammadiyah.


Kegiatan yang mengusung tema “Melalui Khatam Alquran Kita Tingkatkan Ghirah dan Kecintaan pada Alquran” itu secara resmi dibuka oleh Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir. Turut hadir Ketua DPRD Kota Padang Muharlion, Camat Kuranji Rozaldi Rosman, Kepala MDTA Darul Muslimin Muhammadiyah Fahrul Usmi, pengurus masjid, tokoh masyarakat, serta para orang tua santri.


Pada tahun ini, sebanyak sembilan santri mengikuti khatam Alquran dan 16 santri menjalani wisuda tartil, menandai keberhasilan mereka dalam menempuh proses pembelajaran membaca Alquran secara baik dan benar.


Dalam sambutannya, Maigus Nasir menyampaikan apresiasi tinggi kepada pengelola MDTA Darul Muslimin Muhammadiyah yang dinilainya konsisten membina generasi muda melalui pendidikan keagamaan. Menurutnya, keberhasilan para santri mencapai tahap khatam Alquran dan wisuda tartil merupakan buah dari kerja keras guru, dukungan orang tua, serta lingkungan yang kondusif dalam menanamkan nilai-nilai Islam sejak dini.


“Selamat kepada anak-anak yang hari ini mengikuti khatam Alquran dan wisuda tartil. Ini adalah awal untuk terus mempelajari, memahami, dan mengamalkan ajaran Alquran dalam kehidupan,” ujar Maigus Nasir.


Ia menegaskan bahwa khatam Alquran bukanlah garis akhir dari proses belajar, melainkan langkah awal untuk semakin mendekatkan diri kepada kitab suci Alquran. Kemampuan membaca Alquran yang telah diperoleh para santri harus terus diasah sehingga dapat menjadi pedoman dalam menjalani kehidupan sehari-hari.


Menurut Maigus, tantangan generasi muda saat ini semakin kompleks seiring perkembangan teknologi dan arus informasi yang begitu cepat. Karena itu, pendidikan berbasis Alquran menjadi benteng utama dalam membentuk karakter, akhlak, dan moral anak-anak agar tidak mudah terpengaruh oleh hal-hal negatif.


“Apresiasi bagi MDTA Darul Muslimin Muhammadiyah yang telah berhasil melahirkan santri-santri yang terus meningkatkan kemampuan membaca serta memahami Alquran,” katanya.


Konsisten Membina Santri Sejak 2021


Maigus Nasir juga mengaku terkesan dengan perkembangan MDTA Darul Muslimin Muhammadiyah yang berdiri pada tahun 2021. Meski tergolong masih muda, lembaga pendidikan keagamaan tersebut mampu menunjukkan komitmen yang kuat dalam mencetak generasi Qurani.


Sejak berdiri, MDTA Darul Muslimin Muhammadiyah secara rutin melaksanakan kegiatan khatam Alquran dan wisuda tartil setiap tahun. Konsistensi tersebut menjadi bukti keseriusan pengelola dalam meningkatkan kualitas pendidikan agama di lingkungan masyarakat.


Menurutnya, capaian ini tidak hanya menunjukkan keberhasilan para santri dalam membaca Alquran, tetapi juga menggambarkan keberhasilan para guru dan pengurus masjid dalam membangun sistem pembinaan yang berkelanjutan.


“Keberhasilan ini menunjukkan komitmen MDTA dalam melahirkan santri yang terus meningkatkan kemampuan membaca dan memahami Alquran,” ungkapnya.


Smart Surau Perkuat Peran Masjid


Dalam kesempatan tersebut, Maigus Nasir turut memaparkan komitmen Pemerintah Kota Padang dalam memperkuat fungsi masjid sebagai pusat pembinaan umat melalui Program Unggulan (Progul) Smart Surau.


Program tersebut dirancang untuk menghidupkan kembali peran masjid tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pendidikan, pembinaan karakter, dan pengembangan potensi generasi muda.


Berbagai program telah dijalankan melalui Smart Surau, di antaranya Subuh Mubarokah, Remaja Masjid Reborn, fasilitasi rumah tahfiz, hingga penyediaan ruang belajar digital dengan akses WiFi gratis di masjid-masjid.


Menurut Maigus, kehadiran Smart Surau merupakan upaya nyata Pemerintah Kota Padang dalam menciptakan generasi yang religius, cerdas, dan berdaya saing di tengah perkembangan zaman.


Ia menilai keberhasilan program tersebut tidak dapat dicapai hanya oleh pemerintah semata. Dibutuhkan sinergi dan kolaborasi seluruh elemen masyarakat, mulai dari keluarga, pengurus masjid, lembaga pendidikan, hingga tokoh masyarakat.


“Kolaborasi semua pihak menjadi kunci dalam menyukseskan program Smart Surau dalam rangka mencetak generasi yang kuat iman, unggul akhlak, dan siap menghadapi tantangan masa depan,” tegasnya.


Momentum Menguatkan Kecintaan Terhadap Alquran


Kegiatan khatam Alquran dan wisuda tartil ini tidak hanya menjadi ajang seremoni bagi para santri, tetapi juga menjadi momentum penting untuk memperkuat kecintaan masyarakat terhadap Alquran. Kebahagiaan terpancar dari wajah para orang tua yang menyaksikan putra-putri mereka berhasil menyelesaikan tahapan pembelajaran membaca Alquran.


Melalui kegiatan ini, diharapkan semakin banyak anak-anak yang termotivasi untuk belajar Alquran sejak usia dini, sekaligus memperkuat peran masjid sebagai pusat pendidikan karakter dan pembinaan generasi Qurani di Kota Padang.


Dengan semangat kebersamaan antara pemerintah, lembaga pendidikan, masjid, dan masyarakat, cita-cita melahirkan generasi yang berakhlak mulia, berilmu, serta menjadikan Alquran sebagai pedoman hidup diyakini akan semakin mudah diwujudkan.


(Mond)


#Padang #Daerah 

×
Berita Terbaru Update