Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

AHY Minta PLN Usut Tuntas Blackout Sumatra, Jutaan Warga Terdampak Pemadaman Massal

23 May 2026 | May 23, 2026 WIB Last Updated 2026-05-23T08:53:53Z

AHY Minta PLN Usut Tuntas Blackout Sumatra, Jutaan Warga Terdampak Pemadaman Massal



D'On, Jakarta - Pemadaman listrik massal atau blackout yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Sumatra pada Jumat malam (22/5/2026) memicu perhatian serius pemerintah pusat. Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY, meminta PT PLN segera mengusut penyebab utama gangguan sistem kelistrikan yang berdampak luas terhadap aktivitas masyarakat tersebut.


Gangguan listrik berskala besar itu terjadi sekitar pukul 18.44 WIB dan menyebabkan pasokan listrik di sejumlah daerah di Sumatra terganggu. Aktivitas masyarakat lumpuh di berbagai sektor, mulai dari rumah tangga, pusat perdagangan, layanan publik, hingga transportasi.


AHY menegaskan bahwa listrik merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang tidak boleh terganggu dalam waktu lama. Karena itu, pemerintah terus memantau proses pemulihan dan investigasi yang dilakukan PLN.


“Intinya kita, saya sedang mengikuti juga ya. Tentu PLN, kita ingin cek seperti apa yang terjadi sesungguhnya. Kita dengar memang ada blackout di beberapa wilayah di Sumatra,” kata AHY usai menghadiri Musyawarah Nasional Ikatan Alumni SMA Taruna Nusantara (Munas Ikastara) di Wisma Serbaguna Senayan, Jakarta Pusat, Sabtu (23/5/2026).


Menurut AHY, pemerintah ingin memastikan pelayanan publik paling mendasar, terutama sektor kelistrikan, tetap tersedia dan berjalan optimal bagi masyarakat.


“Kita harus memastikan pelayanan publik yang paling mendasar di antaranya listrik ini juga selalu tersedia. Dan saya rasa sedang diinvestigasi ya apa permasalahan utamanya,” ujarnya.


Blackout tersebut menjadi salah satu gangguan kelistrikan terbesar yang terjadi di Sumatra dalam beberapa waktu terakhir. Pemadaman terjadi pada jam-jam sibuk malam hari ketika aktivitas masyarakat masih tinggi. Di sejumlah daerah, kondisi gelap gulita sempat menyebabkan kemacetan lalu lintas akibat lampu pengatur jalan tidak berfungsi. Aktivitas ekonomi masyarakat juga ikut terganggu karena banyak pelaku usaha harus menghentikan operasional sementara.


Selain itu, warga di beberapa wilayah dilaporkan mengalami kesulitan mengakses layanan digital dan komunikasi karena sebagian infrastruktur telekomunikasi ikut terdampak gangguan listrik.


PT PLN (Persero) menyatakan saat ini proses pemulihan terus dilakukan secara bertahap. Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, mengatakan lebih dari 8,3 juta pelanggan telah kembali menikmati aliran listrik hingga Sabtu pagi.


“Hingga pukul 10.00 WIB, sebanyak 8.351.670 pelanggan telah kembali mendapat pasokan listrik,” ujar Darmawan dalam keterangan tertulis, Sabtu (23/5/2026).


PLN juga menyebutkan bahwa lebih dari 3.192 megawatt (MW) listrik telah berhasil disalurkan kembali dari total gangguan sebesar 5.334 MW. Sementara itu, sebanyak 157 dari total 176 gardu induk yang terdampak kini sudah kembali beroperasi.


Menurut Darmawan, seluruh petugas PLN saat ini bekerja penuh selama 24 jam untuk mempercepat pemulihan sistem kelistrikan di lapangan.


“Saat ini seluruh petugas dan tim teknis PLN bekerja penuh selama 24 jam di lapangan. Proses pemulihan terus berjalan dan kami all out agar pasokan listrik kepada masyarakat dapat segera pulih kembali secara bertahap dan aman,” katanya.


PLN mengungkapkan indikasi awal gangguan dipicu oleh cuaca buruk yang memengaruhi sistem transmisi 275 kV Muara Bungo–Sungai Rumbai. Gangguan pada jalur transmisi utama tersebut kemudian berdampak luas terhadap jaringan kelistrikan interkoneksi Sumatra.


Meski demikian, PLN menegaskan investigasi masih terus dilakukan untuk memastikan penyebab pasti blackout tersebut. Tim teknis disebut tengah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem transmisi dan distribusi guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.


Insiden ini kembali menjadi pengingat pentingnya keandalan infrastruktur energi nasional, khususnya di wilayah dengan sistem interkoneksi besar seperti Sumatra. Stabilitas pasokan listrik dinilai sangat krusial karena berkaitan langsung dengan aktivitas ekonomi, pelayanan publik, hingga keamanan masyarakat.


Pemerintah bersama PLN kini berpacu dengan waktu untuk memastikan seluruh wilayah terdampak dapat kembali menikmati listrik secara normal, sekaligus mengungkap akar persoalan yang menyebabkan blackout massal tersebut.


(L6)


#Nasional #Blackout #Peristiwa

×
Berita Terbaru Update