
Ribuan Warga Panipahan Mengamuk, Tempat Hiburan Diduga Sarang Narkoba Dihancurkan Tanpa Sisa
D'On, Panipahan, Rokan Hilir — Amarah warga akhirnya meledak. Sabtu siang, 11 April 2026, ribuan masyarakat di Panipahan, Kecamatan Pasir Limau Kapas, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), Riau, turun ke jalan dan melakukan aksi brutal sebagai bentuk “perang terbuka” terhadap peredaran narkoba yang mereka anggap semakin tak terkendali.
Hanya berselang sehari setelah massa menggasak rumah yang diduga milik bandar sabu, gelombang kemarahan kembali memuncak. Kali ini, sasaran warga adalah sebuah tempat hiburan malam bernama Family Karaoke yang dituding sebagai pusat aktivitas ilegal mulai dari peredaran narkotika hingga praktik prostitusi terselubung.
Tanpa mampu dibendung, ribuan warga menyerbu lokasi tersebut. Bangunan diobrak-abrik, fasilitas dihancurkan, hingga akhirnya tempat itu rata dengan tanah. Aksi berlangsung cepat dan penuh emosi, seolah menjadi pelampiasan atas keresahan yang telah lama dipendam.
Warga menyebut tindakan nekat itu bukan tanpa alasan. Mereka mengaku sudah berulang kali melaporkan maraknya peredaran narkoba kepada aparat penegak hukum. Namun, respons yang dinilai lamban dan tidak tegas membuat kepercayaan masyarakat runtuh.
“Sudah terlalu lama kami diam. Kampung kami dirusak narkoba. Anak-anak kami jadi korban. Tapi laporan kami seperti tidak dianggap,” ungkap salah seorang warga dengan nada geram.
Situasi ini mencerminkan krisis kepercayaan yang serius terhadap penegakan hukum di daerah tersebut. Ketika masyarakat merasa tidak lagi dilindungi, mereka memilih bertindak sendiri meski harus melanggar batas hukum.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak berwenang terkait aksi massa tersebut maupun langkah yang akan diambil ke depan. Namun satu hal jelas: kemarahan warga Panipahan bukan lagi sekadar peringatan ini adalah ledakan yang bisa menjadi bom waktu jika tidak segera ditangani secara serius dan adil.
(Mond)
#Peristiwa #Viral #Narkoba