
Penemuan Mayat di Campago Kabupaten Padang Pariaman Gegerkan Warga, Babinsa Turun Tangan Bantu Evakuasi
D'On, Padang Pariaman — Suasana tenang di Korong Bukik Gonggang, Nagari Campago, Kecamatan V Koto, mendadak berubah menjadi kepanikan setelah warga menemukan sesosok mayat laki-laki di dalam rumahnya, Kamis (9/4/2026) sekitar pukul 09.00 WIB.
Korban diketahui bernama Candra Frisno (59), seorang wiraswasta setempat. Ia ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa di kamar tidur rumahnya. Saat ditemukan, posisi korban dalam keadaan duduk, dengan kondisi tubuh yang telah membengkak dan menimbulkan bau tidak sedap, mengindikasikan korban telah meninggal beberapa waktu sebelumnya.
Penemuan ini bermula dari kecurigaan warga sekitar. Afrianto (51), tetangga korban, mencium bau menyengat dari arah rumah korban. Ia kemudian mengajak Asrizal (38) untuk memastikan sumber bau tersebut. Namun, saat hendak memeriksa, keduanya mendapati pintu rumah dalam kondisi terkunci dari dalam.
Merasa ada yang tidak beres, mereka segera menghubungi warga lain dan pihak keluarga, termasuk Iqbal (51). Setelah pintu berhasil dibuka secara bersama-sama, korban ditemukan sudah dalam keadaan meninggal dunia di dalam kamar.
Peristiwa tersebut langsung dilaporkan kepada aparat setempat. Tak berselang lama, Babinsa Nagari Campago Koramil 06/Kampung Dalam Kodim 0308/Padang Pariaman, Serda Nofrizal, tiba di lokasi. Ia bersama unsur terkait melakukan monitoring sekaligus membantu proses evakuasi jenazah.
Petugas dari Polsek V Koto Kampung Dalam bersama tim identifikasi Sat Reskrim Polres Pariaman kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Proses ini turut dipimpin Kapolsek V Koto Kampung Dalam, AKP Manahan Afrianto Simatupang, SH, guna memastikan tidak adanya indikasi tindak pidana.
Selanjutnya, jenazah korban dievakuasi ke RSUD M. Yamin Pariaman untuk dilakukan pemeriksaan awal sebelum proses pemulasaraan.
Berdasarkan keterangan keluarga, korban memiliki riwayat penyakit komplikasi, di antaranya penyakit jantung dan gangguan asam lambung. Pihak keluarga menyatakan menerima kejadian ini dengan ikhlas dan menolak untuk dilakukan autopsi.
Proses evakuasi berlangsung dengan penuh kebersamaan. Babinsa, aparat kepolisian, perangkat nagari, tenaga kesehatan dari Puskesmas Kampung Dalam, hingga masyarakat setempat terlihat bahu-membahu memastikan seluruh rangkaian penanganan berjalan aman dan lancar.
Kehadiran Babinsa di tengah situasi ini menjadi bukti nyata kepedulian TNI terhadap masyarakat. Dalam kondisi darurat sekalipun, aparat kewilayahan dituntut sigap dan hadir langsung memberikan bantuan, sekaligus memastikan situasi tetap kondusif.
Peristiwa ini pun menjadi pengingat bagi masyarakat akan pentingnya kepedulian terhadap lingkungan sekitar, terutama dalam memantau kondisi tetangga yang tinggal sendiri, guna mencegah kejadian serupa tidak luput dari perhatian.
(Mond)
#Peristiwa #PenemuanMayat #Daerah #KabupatenPadangPariaman