-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Klarifikasi Tegas SMA Pertiwi 2 Padang: Tuduhan Perundungan Viral Disebut Tidak Sesuai Fakta

08 April 2026 | April 08, 2026 WIB Last Updated 2026-04-08T08:10:41Z

Kepala Sekolah SMA Pertiwi 2 Padang 



D'On, Padang Viral di media sosial mengenai dugaan kasus perundungan yang menyeret nama SMA  Pertiwi 2 Padang akhirnya mendapat klarifikasi resmi dari pihak sekolah. Kepala sekolah, Syafril S.Ag, menegaskan bahwa informasi yang beredar tidak mencerminkan kondisi sebenarnya di lapangan.


Dalam keterangannya kepada media, Rabu (8/4/2026), Syafril menyatakan bahwa tidak pernah terjadi tindakan kekerasan, apalagi pengeroyokan seperti yang ramai dituduhkan di media sosial.


“Tidak ada pengeroyokan ataupun kekerasan seperti yang dituduhkan. Kami sudah beberapa kali mempertemukan orang tua siswa untuk menyelesaikan persoalan ini secara kekeluargaan,” tegasnya.


Narasi Media Sosial Dinilai Menyesatkan


Syafril menyebutkan, narasi yang berkembang di media sosial yang menyebut korban mengalami perundungan oleh empat siswa lain dinilai tidak benar. Bahkan, berdasarkan video yang turut beredar, pihak sekolah melihat adanya indikasi bahwa justru korban yang melontarkan ancaman terhadap siswa lain.


Menurutnya, penyebaran informasi yang tidak utuh tersebut telah memicu kesalahpahaman di tengah masyarakat.


“Video yang beredar tidak menggambarkan kejadian secara keseluruhan. Justru terlihat adanya ancaman dari pihak korban kepada siswa lain yang masih di bawah umur,” jelasnya.


Soroti Sikap Keluarga Korban


Lebih lanjut, pihak sekolah juga menyayangkan sikap keluarga korban yang dinilai bertindak berlebihan dalam menyikapi persoalan ini. Syafril bahkan menyebut adanya tindakan intimidatif yang berdampak pada kondisi psikologis tenaga pendidik.


“Kami sangat menyesalkan adanya tindakan arogansi dan intimidasi dari pihak keluarga korban. Bahkan salah seorang guru kami mengalami gangguan kesehatan akibat tekanan tersebut,” ungkapnya.


Kondisi Psikologis Korban Jadi Pertimbangan


Sementara itu, wali kelas korban, Megawati, mengungkapkan bahwa pihak sekolah telah melakukan pendekatan personal dengan keluarga korban. Dari komunikasi tersebut diketahui bahwa kondisi psikologis korban tengah tidak stabil.


“Ibunda korban menyampaikan bahwa sejak ayahnya meninggal dunia, anak tersebut mengalami penurunan kondisi mental. Hal ini tentu menjadi perhatian kami dalam menyikapi permasalahan ini secara bijak,” terang Megawati.


Sekolah Lakukan Penelusuran Internal


Wakil Kepala Sekolah, Desi Novita Sari, S.Pd., Gr, menambahkan bahwa pihak sekolah tidak tinggal diam. Penelusuran internal terus dilakukan dengan memanggil para siswa yang terlibat guna mendapatkan gambaran yang objektif.


“Kami berkomitmen untuk mengusut tuntas persoalan ini secara adil dan proporsional. Semua pihak telah kami panggil untuk dimintai keterangan,” jelas Desi.


Komitmen Tegas Tolak Perundungan


Syafril menegaskan, sebagai institusi pendidikan, pihaknya tidak mentolerir segala bentuk perundungan. Namun ia juga mengingatkan pentingnya kehati-hatian dalam menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.


“Kami fokus pada pembinaan karakter siswa. Segala bentuk perundungan jelas tidak dibenarkan. Namun publik juga harus bijak agar tidak menghakimi berdasarkan informasi yang belum tentu benar,” tegasnya.


Imbauan Bijak Bermedia Sosial


Kasus ini menjadi pengingat pentingnya literasi digital di tengah masyarakat. Penyebaran informasi yang tidak utuh berpotensi merugikan banyak pihak, termasuk siswa yang masih dalam usia sekolah.


Pihak SMA 2 Pertiwi Padang berharap agar masyarakat memberikan ruang bagi proses penyelesaian yang sedang berjalan serta tidak memperkeruh situasi dengan spekulasi yang belum terbukti.


“Biarkan proses ini berjalan secara adil. Kami ingin semua siswa tetap terlindungi dan mendapatkan hak pendidikan yang baik,” tutup Syafril.


(Mond)


#Peristiwa #Padang #Viral

×
Berita Terbaru Update