![]() |
| Jaksa Turun ke Sekolah: Kejati Sumbar Bentuk Generasi Sadar Hukum di Era Digital |
D'On, Padang — Komitmen membangun generasi muda yang sadar hukum kembali ditegaskan oleh Kejaksaan Tinggi Sumatera Barat melalui pelaksanaan program unggulan Jaksa Masuk Sekolah (JMS) Tahun 2026. Kegiatan yang berlangsung pada Kamis, 9 April 2026 ini digelar di lingkungan SMA Negeri 7 Padang dan mendapat antusiasme tinggi dari para siswa.
Program JMS kali ini dipimpin langsung oleh Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Sumbar, Benyamin Arsis, S.H., yang mengangkat tema strategis: “Membangun Generasi Muda Sadar Hukum, Cerdas, dan Berintegritas di Era Digital.” Tema ini dinilai relevan dengan tantangan zaman, di mana arus informasi yang cepat sering kali tidak diimbangi dengan pemahaman hukum yang memadai di kalangan remaja.
Dalam suasana yang interaktif dan penuh dialog, tim pemateri yang terdiri dari Ardi, S.H., M.H., Rifki Riza, S.H. (Jaksa Fungsional), serta Anton Juanda (Analis Hukum) menyampaikan materi secara komunikatif. Para siswa tidak hanya menjadi pendengar pasif, tetapi juga diajak berdiskusi, mengemukakan pendapat, hingga mengulas kasus-kasus sederhana yang dekat dengan kehidupan mereka sehari-hari.
Materi yang disampaikan mencakup peran dan fungsi Kejaksaan Republik Indonesia dalam sistem peradilan, bahaya laten penyalahgunaan narkotika di kalangan remaja, hingga isu krusial seperti perundungan (bullying) yang kerap terjadi di lingkungan sekolah. Penjelasan tidak hanya berfokus pada aspek hukum semata, tetapi juga menekankan dampak sosial dan psikologis yang dapat ditimbulkan dari perilaku menyimpang tersebut.
Benyamin Arsis dalam pemaparannya menegaskan bahwa program JMS bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bagian dari strategi jangka panjang Kejaksaan dalam menanamkan kesadaran hukum sejak dini.
“Kami ingin para pelajar tidak hanya tahu hukum, tetapi juga memiliki keberanian untuk menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Mereka harus mampu menjadi generasi yang paham batasan, menjunjung etika, dan tidak mudah terjerumus dalam pelanggaran hukum,” tegasnya.
Ia juga menambahkan bahwa pembentukan karakter berbasis kesadaran hukum menjadi fondasi penting dalam menciptakan sumber daya manusia yang unggul. Hal ini selaras dengan visi besar menuju Indonesia Emas 2045, di mana generasi muda diharapkan tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga berintegritas tinggi dan memiliki daya saing global.
Program Jaksa Masuk Sekolah sendiri merupakan agenda berkelanjutan yang terus digencarkan di berbagai daerah. Melalui pendekatan edukatif dan persuasif, Kejaksaan berupaya menjangkau pelajar sebagai kelompok strategis yang akan menentukan arah masa depan bangsa.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, siswa-siswi SMA Negeri 7 Padang diharapkan tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi juga mampu bertransformasi menjadi pelopor budaya sadar hukum di lingkungan sekolah. Lebih dari itu, mereka diharapkan dapat menjadi agen perubahan di tengah masyarakat membawa nilai-nilai keadilan, etika, dan integritas dalam setiap langkah kehidupan mereka.
(Mond)
#JaksaMasukSekolah #Padang #Daerah
