![]() |
| Festival Literasi Padang 2026 Digelar Meriah, Kolaborasi Pemko dan Gramedia Perkuat Budaya Baca |
D'On, Padang — Upaya membangun budaya literasi di tengah masyarakat terus digencarkan oleh Pemerintah Kota Padang. Melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, sebuah langkah konkret diwujudkan dalam bentuk Festival Literasi Padang 2026 yang digelar selama sepuluh hari, mulai 24 April hingga 3 Mei 2026.
Kegiatan ini menjadi momentum penting karena tidak hanya memperingati Hari Buku Sedunia yang jatuh setiap 23 April, tetapi juga menyambut Hari Pendidikan Nasional pada 2 Mei. Perpaduan dua momen tersebut menjadikan festival ini sarat makna dalam mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui literasi.
Festival ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara Pemerintah Kota Padang melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan dengan Gramedia sebagai mitra swasta. Kolaborasi ini dinilai menjadi kekuatan utama dalam menghadirkan kegiatan literasi yang lebih luas, variatif, dan berdampak.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Padang, Heriza Syafani, menegaskan bahwa festival ini lahir dari semangat kolaborasi dan kesadaran bahwa penguatan literasi tidak bisa dilakukan secara parsial.
“Awalnya ini berangkat dari pembicaraan singkat bersama Pak Wali Kota. Kami menyadari bahwa kekuatan pemerintah terbatas, tetapi ketika digabungkan dengan mitra seperti Gramedia, dampaknya menjadi jauh lebih besar. Maka dari itu, kami langsung mengeksekusi ide ini menjadi Festival Literasi,” ujar Heriza., saat pembukaan Festival Literasi yang Bertema "Perpustakaan Keran Menghasilkan Penulis Paten" pada Rabu (29/4/2026).
Ia menjelaskan bahwa dasar pelaksanaan kegiatan ini mengacu pada Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan yang menegaskan pentingnya peran perpustakaan dalam meningkatkan budaya baca masyarakat.
Lebih jauh, Heriza menyampaikan bahwa festival ini tidak sekadar seremoni, tetapi dirancang sebagai wadah kolaboratif yang melibatkan berbagai elemen, mulai dari pemerintah daerah, komunitas literasi, dunia pendidikan, hingga sektor swasta.
“Festival ini kami harapkan menjadi ruang bertemunya ide, kreativitas, dan gerakan literasi. Di sini, masyarakat tidak hanya membaca, tetapi juga berdiskusi, belajar, dan berinteraksi dengan berbagai sumber pengetahuan,” jelasnya.
Adapun tujuan utama penyelenggaraan Festival Literasi Padang 2026 meliputi peningkatan minat baca masyarakat, penguatan pemahaman dan keterampilan literasi, serta perluasan akses terhadap bahan bacaan berkualitas. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan mendorong sinergi lintas sektor dan mengoptimalkan peran perpustakaan sebagai pusat literasi masyarakat.
Beragam kegiatan turut meramaikan festival ini, mulai dari pameran buku, diskusi literasi, bedah buku, hingga program edukatif yang melibatkan pelajar dan komunitas. Kehadiran Gramedia memberikan warna tersendiri melalui penyediaan buku-buku berkualitas dengan akses yang lebih mudah bagi masyarakat.
Heriza menambahkan, literasi bukan hanya tentang kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga tentang kemampuan memahami informasi secara kritis di era digital saat ini.
“Literasi hari ini bukan sekadar membaca teks, tetapi bagaimana masyarakat mampu menyaring informasi, memahami konteks, dan mengambil keputusan yang tepat. Inilah yang ingin kita bangun melalui festival ini,” tegasnya.
Ia berharap Festival Literasi Padang dapat menjadi agenda tahunan yang berkelanjutan dan mampu menciptakan ekosistem literasi yang kuat di Kota Padang.
“Jika budaya baca tumbuh, maka kualitas masyarakat juga akan meningkat. Dan itu adalah fondasi utama dalam membangun daerah yang maju dan berdaya saing,” tutup Heriza.
Dengan semangat kolaborasi dan komitmen bersama, Festival Literasi Padang 2026 diharapkan menjadi tonggak penting dalam perjalanan panjang membangun generasi yang cerdas, kritis, dan berdaya melalui literasi.
(Mond)
#Padang #FestivalLiterasi #Daerah #Disperpusip

