-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Delapan “Pendatang” Tantang ASN Padang, Perebutan Kursi Kepala OPD Kian Memanas

05 April 2026 | April 05, 2026 WIB Last Updated 2026-04-05T09:55:52Z

Delapan “Pendatang” Tantang ASN Padang, Perebutan Kursi Kepala OPD Kian Memanas



D'On, PADANG  — Aroma persaingan panas kian terasa dalam seleksi terbuka empat jabatan strategis Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Padang. Tak hanya diikuti pejabat internal, delapan Aparatur Sipil Negara (ASN) dari luar daerah ikut “turun gelanggang”, menantang dominasi birokrat lokal.


Sebanyak 30 pejabat eselon III dipastikan lolos seleksi administrasi dan kini bersiap memasuki tahapan krusial. Mereka bukan sekadar bersaing di atas kertas, tetapi juga membawa ambisi besar untuk mengisi kursi-kursi strategis yang selama ini menjadi pusat kendali kebijakan daerah.


Kepala BKPSDM Kota Padang melalui Kabid Pengembangan Aparatur, Diane Mary, mengungkapkan bahwa dari total peserta, delapan orang berasal dari luar Kota Padang. Kehadiran mereka dinilai menambah tensi persaingan.


“Delapan peserta berasal dari luar Kota Padang,” ujar Diane, Minggu (5/4/2026).


Tak tanggung-tanggung, lima di antaranya merupakan pejabat dari Pemprov Sumatera Barat. Nama-nama seperti Harry Fitriadi, Wahendra, Rasydi Sumetri, Rizaldi, hingga Ice Eryora kini ikut berebut peluang. Sementara tiga lainnya datang dari daerah berbeda Ricky Falantino (Pariaman), Syahriwan (Sijunjung), dan Eldon Maron (Pasaman Barat).


Empat Kursi Panas, 30 Pejabat Saling Sikut


Empat jabatan yang diperebutkan bukan posisi biasa. Semuanya merupakan OPD vital yang berpengaruh langsung terhadap pembangunan kota:


  • Dinas Kominfo (7 pelamar)
  • Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) (10 pelamar)
  • Dinas PUPR (9 pelamar)
  • Bapenda (4 pelamar)


Persaingan paling sengit terjadi di kursi Kepala Dispora, dengan 10 pelamar saling adu kapasitas. Sementara itu, posisi Kepala Bapenda menjadi yang paling “sepi peminat”, hanya diikuti empat orang namun tetap sarat kepentingan karena menyangkut urusan pendapatan daerah.


Nama-nama pejabat yang bertarung pun bukan figur sembarangan. Mulai dari camat aktif, kepala bagian, hingga pejabat teknis berpengalaman ikut ambil bagian. Mereka kini tengah menyiapkan strategi terbaik untuk menghadapi tahapan berikutnya.


Adu Gagasan Jadi Penentu


Seleksi tak berhenti di administrasi. Para peserta akan diuji melalui penulisan makalah pada 9 April mendatang tahapan yang kerap menjadi “medan tempur” sesungguhnya untuk menguji visi, inovasi, dan kemampuan strategis.


Diane menegaskan, seluruh peserta memiliki peluang yang sama. Namun, hanya mereka yang mampu menunjukkan kapasitas terbaik yang akan melaju ke tahap akhir.


Taruhan Reputasi dan Masa Depan Birokrasi


Masuknya ASN dari luar daerah memunculkan dinamika baru. Di satu sisi, ini membuka peluang hadirnya perspektif segar dalam birokrasi Kota Padang. Namun di sisi lain, hal ini juga menjadi ujian bagi ASN lokal untuk membuktikan kualitas dan daya saing mereka di “kandang sendiri”.


Seleksi ini bukan sekadar perebutan jabatan. Ini adalah pertarungan reputasi, kompetensi, dan masa depan arah kebijakan Kota Padang.


Apakah kursi-kursi strategis ini akan tetap dikuasai “putra daerah”, atau justru direbut oleh para penantang dari luar? Semua akan terjawab dalam tahapan seleksi berikutnya.


(Mond)


#PemkoPadang #LelangJabatan #Daerah #Padang

×
Berita Terbaru Update