-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Pemkab Tanah Datar Fasilitasi Dua Hari Shalat Id, Bupati Ajak Warga Jadikan Perbedaan sebagai Perekat Ukhuwah

20 March 2026 | March 20, 2026 WIB Last Updated 2026-03-20T06:53:04Z

Pemkab Tanah Datar Fasilitasi Dua Hari Shalat Id, Bupati Ajak Warga Jadikan Perbedaan sebagai Perekat Ukhuwah



D'On, Tanah Datar  – Momentum Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah di Kabupaten Tanah Datar tahun ini diwarnai perbedaan penetapan 1 Syawal. Namun alih-alih menjadi pemicu perpecahan, Pemerintah Kabupaten justru menjadikannya sebagai ruang memperkuat persatuan umat.


Sebagian umat Islam telah melaksanakan Shalat Idul Fitri pada Jumat (20/3/2026) di Lapangan Cindua Mato, mengikuti ketetapan Muhammadiyah yang menetapkan 1 Syawal jatuh pada hari tersebut. Sementara pemerintah melalui sidang isbat menetapkan Idul Fitri pada Sabtu (21/3/2026).


Menghadapi perbedaan ini, Bupati Tanah Datar Eka Putra mengambil langkah bijak dengan memfasilitasi pelaksanaan Shalat Id selama dua hari di lokasi yang sama.

 

“Walaupun ada perbedaan, pemerintah daerah tetap memfasilitasi keduanya. Mari kita saling menghargai dan jadikan perbedaan ini untuk mempererat ukhuwah Islamiyah,” ujar Bupati saat memberikan sambutan usai pelaksanaan shalat Id, Jumat pagi.


Perbedaan yang Dirangkul, Bukan Diperdebatkan


Bupati menegaskan bahwa perbedaan dalam penentuan hari raya merupakan hal yang lumrah dalam dinamika umat Islam. Ia mengingatkan masyarakat agar tidak terjebak dalam perdebatan yang justru merusak semangat kebersamaan.


Menurutnya, Idul Fitri seharusnya menjadi momentum kembali ke fitrah membersihkan hati, mempererat silaturahmi, dan menghapus sekat-sekat perbedaan.

 

“Mari kita hilangkan rasa benci, perkuat hubungan sesama manusia (hablumminannas) dan dengan Allah (hablumminallah), agar kita memperoleh keselamatan dunia dan akhirat,” tambahnya.


Sambutan Hangat untuk Perantau


Dalam suasana penuh kebersamaan, Bupati juga menyampaikan ucapan selamat datang kepada para perantau yang pulang ke kampung halaman.


Ia mengajak seluruh masyarakat merayakan lebaran dengan penuh kesederhanaan dan kebahagiaan bersama keluarga.

 

“Selamat datang di kampung halaman. Mari rayakan kemenangan ini dengan penuh kesederhanaan,” ucapnya.


Di akhir sambutan, Bupati menyampaikan ucapan Idul Fitri kepada seluruh masyarakat Tanah Datar.

 

“Minal aidzin wal faidzin, mohon maaf lahir dan batin. Semoga Allah SWT menerima ibadah kita dan mengampuni dosa-dosa kita,” tutupnya.


DPRD: Jangan Sampai Ada yang Tak Bisa Berlebaran


Hal senada disampaikan Ketua DPRD Tanah Datar Anton Yondra. Ia menekankan bahwa perbedaan tidak perlu diperdebatkan, selama seluruh masyarakat tetap bisa merayakan Idul Fitri dengan khidmat.

 

“Yang terpenting semua bisa merayakan. Jangan sampai ada masyarakat kita yang tidak bisa berlebaran,” ujarnya.


Anton juga berharap momentum Idul Fitri menjadi titik kebangkitan kebersamaan, terutama pasca berbagai bencana yang melanda daerah tersebut.


Pelaksanaan Dua Hari, Dua Susunan Petugas


Sementara itu, laporan panitia yang disampaikan perwakilan PHBI melalui Kakan Kemenag Tanah Datar H. Amril menjelaskan teknis pelaksanaan Shalat Id selama dua hari.


Untuk Jumat (20/3/2026):

  • Khatib: Prof. Dr. Ismail Novel, M.Ag
  • Imam: Ustadz Darussalam, S.Pd.I


Sedangkan Sabtu (21/3/2026):

  • Khatib: Kepala Kemenag Tanah Datar
  • Imam: Ustadz Dodi Hendra, S.Pd.I, M.A


Idul Fitri Jadi Simbol Kedewasaan Umat


Perbedaan penetapan Idul Fitri di Tanah Datar tahun ini justru menjadi contoh nyata kedewasaan masyarakat dalam menyikapi keberagaman. Pemerintah hadir sebagai penengah, bukan penentu siapa yang benar, melainkan sebagai fasilitator agar semua pihak dapat menjalankan ibadah dengan tenang.


Di tengah dinamika tersebut, satu pesan kuat mengemuka: perbedaan bukan untuk dipertentangkan, melainkan dirangkul demi memperkuat persaudaraan.


(Mond)


#IdulFitri #Daerah #KabupatenTanahDatar

×
Berita Terbaru Update