D'On, PADANG — Tradisi mudik menjelang Hari Raya selalu membawa suasana haru dan bahagia. Ribuan warga meninggalkan rumah untuk pulang ke kampung halaman, bersilaturahmi dengan keluarga, serta merayakan momen kebersamaan yang hanya datang setahun sekali. Namun di balik kegembiraan itu, ada satu hal sederhana yang kerap luput dari perhatian: memastikan keran air di rumah dalam keadaan tertutup rapat.
Direktur Utama Perumda Air Minum Kota Padang, Hendra Pebrizal, mengingatkan para pelanggan agar lebih waspada sebelum meninggalkan rumah dalam waktu lama saat mudik Lebaran.
Menurutnya, kebiasaan kecil seperti mengecek keran air bisa berdampak besar, baik bagi pelanggan maupun bagi pengelolaan sumber daya air secara keseluruhan.
“Kami mengimbau kepada seluruh pelanggan sebelum mudik agar memastikan seluruh keran air di rumah sudah tertutup dengan baik. Hal ini penting untuk mencegah terjadinya pemborosan air yang dapat membuat tagihan pelanggan membengkak,” ujar Hendra Pebrizal kepada dirgantaraonline.co.id, Rabu (11/3/2026).
Kebocoran Kecil, Dampak Besar
Hendra menjelaskan, banyak pelanggan tidak menyadari bahwa keran yang menetes perlahan atau terbuka sedikit saja dapat menyebabkan air terbuang dalam jumlah besar jika dibiarkan selama berhari-hari.
Dalam hitungan sederhana, tetesan air yang terus mengalir selama rumah ditinggalkan bisa mencapai ratusan bahkan ribuan liter. Akibatnya, meteran air tetap berputar meskipun rumah dalam keadaan kosong.
“Sering kali pelanggan baru menyadari setelah kembali dari mudik ketika melihat tagihan air meningkat. Padahal penyebabnya hanya keran yang tidak tertutup rapat atau ada kebocoran kecil di instalasi rumah,” jelasnya.
Karena itu, ia menyarankan agar pelanggan melakukan pengecekan menyeluruh sebelum bepergian jauh. Tidak hanya keran di dapur dan kamar mandi, tetapi juga keran di halaman, tempat cuci, hingga sambungan selang air.
Menghemat Air, Menghindari Mubazir
Lebih jauh, Hendra menegaskan bahwa menjaga penggunaan air secara bijak bukan sekadar soal menghindari tagihan tinggi, tetapi juga bentuk tanggung jawab bersama dalam menjaga sumber daya air.
Menurutnya, air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang harus dikelola dengan bijak. Pemborosan air, sekecil apa pun, merupakan perilaku yang sebaiknya dihindari.
“Selain menghemat penggunaan air, langkah sederhana seperti menutup keran sebelum mudik juga menjauhkan kita dari sifat mubazir. Air adalah sumber kehidupan yang harus kita jaga bersama,” ungkapnya.
Ia juga mengingatkan bahwa penghematan air akan membantu menjaga kestabilan distribusi air bersih bagi masyarakat luas, terutama ketika permintaan air meningkat pada momen-momen tertentu seperti Ramadan dan Idul Fitri.
Langkah Sederhana Sebelum Mudik
Agar mudik berlangsung tenang tanpa kekhawatiran tagihan air yang melonjak, Hendra menyarankan beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan pelanggan:
- Memastikan seluruh keran air di rumah tertutup rapat.
- Memeriksa instalasi pipa untuk memastikan tidak ada kebocoran.
- Mematikan pompa atau penampungan air jika tidak diperlukan.
- Menginformasikan kepada tetangga atau keluarga terdekat untuk sesekali mengecek rumah jika mudik dalam waktu lama.
Langkah-langkah kecil ini, menurutnya, tidak hanya menghindarkan pelanggan dari pemborosan, tetapi juga membantu menjaga ketersediaan air bersih bagi masyarakat secara lebih luas.
Mudik Nyaman, Air Tetap Aman
Menjelang arus mudik Lebaran, Perumda Air Minum Kota Padang juga terus berupaya menjaga stabilitas distribusi air kepada pelanggan yang tetap berada di kota. Perusahaan daerah tersebut memastikan layanan tetap berjalan normal dengan kesiapsiagaan petugas di lapangan.
Hendra berharap masyarakat bisa menikmati momen mudik dengan tenang tanpa meninggalkan masalah di rumah, termasuk persoalan pemborosan air.
“Semoga masyarakat dapat menjalani mudik dengan nyaman dan kembali ke rumah tanpa kejutan tagihan air yang membengkak. Cukup dengan memastikan keran air tertutup, kita sudah ikut menjaga air sebagai nadi kehidupan,” tutupnya.
(Mond)
#PerumdaAirMinum #Padang #Daerah
