-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Dari Luka Menjadi Cahaya: Kisah Harapan di Yatim Fest 1447 H

09 March 2026 | March 09, 2026 WIB Last Updated 2026-03-09T08:09:22Z




D'On, PADANG — Suasana haru bercampur hangat memenuhi ballroom ZHM Premiere Hotel Padang pada Minggu (8/3/2026). Ratusan anak yatim duduk berderet dengan wajah penuh harap, sementara para ibu yang dijuluki “Bunda Tangguh”.perlahan saling menguatkan satu sama lain. Di tempat inilah Yatim Fest 1447 Hijriah digelar, menghadirkan ruang pemulihan bagi mereka yang masih menyimpan luka akibat bencana.


Kegiatan yang digagas oleh Yayasan Abulyatama Indonesia Cabang Padang ini diikuti sekitar 400 anak yatim dan 200 Bunda Tangguh, termasuk para penyintas banjir bandang dari Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam.


Bagi sebagian ibu yang hadir, perjalanan menuju acara ini bukan sekadar perjalanan fisik. Mereka datang membawa kenangan tentang rumah yang rusak, ladang yang hilang, dan hari-hari panjang yang diwarnai ketidakpastian setelah bencana.


Namun di ruangan itu, mereka menemukan sesuatu yang berbeda: ruang untuk pulih.


Ruang Pulih bagi Bunda Tangguh


Acara dibuka dengan sesi “Ruang Pulih”, sebuah forum khusus bagi para ibu untuk berbagi cerita, melepaskan beban emosi, sekaligus menemukan kembali kekuatan dalam diri mereka.


Tangis dan tawa bergantian terdengar. Beberapa ibu menunduk saat mengenang masa-masa sulit, namun yang lain menggenggam tangan sahabat di sebelahnya sebagai tanda dukungan.


Dalam kesempatan itu, Wakil Wali Kota Maigus Nasir memberikan motivasi kepada para ibu penyintas agar tetap tegar menghadapi ujian hidup.


“Ini semua adalah qadarullah. Insyaallah dengan tawakal kepada Allah, ibu-ibu akan mampu mengantarkan anak-anak ini menjadi generasi yang tangguh dan hebat di masa depan,” ujarnya.


Kata-kata itu sederhana, namun bagi banyak peserta, kalimat tersebut seperti pengingat bahwa harapan belum benar-benar hilang.


Tawa Anak-anak di Tengah Luka


Sementara para ibu mengikuti sesi pemulihan, anak-anak yatim menikmati rangkaian permainan yang penuh keceriaan. Tawa mereka sesekali pecah, menggema di ruangan yang sebelumnya dipenuhi kisah duka.


Bagi anak-anak itu, permainan sederhana dan hadiah kecil terasa seperti momen istimewa. Mereka berlari, bernyanyi, dan mengikuti berbagai aktivitas yang disiapkan panitia.


Sejenak, luka akibat kehilangan terasa lebih ringan.


Ketua YAI Cabang Padang, Romi Satriawan Cahyadi menjelaskan bahwa Yatim Fest bukan sekadar kegiatan berbagi, tetapi juga upaya membangun kepedulian sosial.


Menurutnya, program ini merupakan agenda nasional yang dilaksanakan serentak oleh Yayasan Abulyatama Indonesia di berbagai daerah.


“Yatim Fest dilaksanakan di 48 cabang YAI di seluruh Indonesia selama Ramadan sebagai bentuk kepedulian untuk berbagi kebahagiaan dengan anak-anak yatim sekaligus menumbuhkan semangat berbagi di tengah masyarakat,” katanya.


Dari Luka Menjadi Cahaya


Tema kegiatan tahun ini berbunyi puitis: “Dari Luka Menjadi Pembawa Cahaya, Menguatkan Tulang Rusuk yang Patah, Memuliakan Anak Yatim dengan Indah.”


Tema itu seakan menggambarkan perjalanan para peserta yang hadir mereka yang pernah jatuh, namun perlahan belajar bangkit kembali.


Di akhir acara, sejumlah anak yatim menerima hadiah secara simbolis. Beberapa dari mereka memeluk bingkisan itu dengan senyum malu-malu, sementara para ibu memandang dengan mata yang mulai kembali berbinar.


Hari itu, mungkin luka belum sepenuhnya sembuh.


Namun di ruangan itu, di antara doa, tawa, dan pelukan hangat, harapan kembali menemukan tempatnya.


(Mond)


#Daerah #Padang

×
Berita Terbaru Update