![]() |
| Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa |
D'On, Jakarta — Pemerintah memastikan pencairan Tunjangan Hari Raya (THR) tahun 2026 bagi aparatur sipil negara (ASN), prajurit TNI, dan anggota Polri dengan total anggaran mencapai Rp55 triliun. Dana tersebut ditargetkan mulai disalurkan pada awal Ramadan 2026, sebagai bagian dari strategi pemerintah menjaga daya beli masyarakat sekaligus menopang pertumbuhan ekonomi nasional.
Kepastian itu disampaikan Purbaya Yudhi Sadewa, dalam acara Indonesia Economic Outlook 2026 yang digelar di Wisma Danantara, Jumat (13/2/2026). Pernyataan tersebut dikutip dari Antara, Senin (16/2/2026).
“Ada pasti nanti (pencairan THR ASN). Tapi saya belum tahu tanggal pastinya, yang jelas di awal-awal puasa kita harapkan sudah bisa kita salurkan,” ujar Purbaya.
Belanja Negara Kuartal I 2026 Tembus Rp809 Triliun
THR ASN merupakan bagian dari belanja pemerintah kuartal I 2026 yang diproyeksikan mencapai Rp809 triliun. Pemerintah menekankan bahwa belanja negara di awal tahun akan dieksekusi secara tepat waktu dan terukur, guna menjaga momentum pertumbuhan ekonomi tetap solid.
Selain THR, pemerintah juga telah menyiapkan sejumlah pos belanja strategis, antara lain:
- Percepatan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebesar Rp62 triliun
- Rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Sumatera senilai Rp6 triliun
- Paket stimulus ekonomi senilai Rp13 triliun
Menurut Purbaya, belanja-belanja tersebut dirancang tidak hanya sebagai pengeluaran rutin, tetapi sebagai instrumen fiskal aktif untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional.
Ekonomi Indonesia Diproyeksikan Tumbuh Hingga 6 Persen
Dengan dorongan belanja negara yang kuat, pemerintah memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan I 2026 berada di kisaran 5,5 hingga 6 persen. Angka tersebut dinilai signifikan, mengingat selama bertahun-tahun Indonesia kerap terjebak dalam pola pertumbuhan di sekitar 5 persen.
“Target ini angka yang luar biasa. Kalau tercapai, artinya kita sudah mulai keluar dari jebakan pertumbuhan 5 persen,” kata Purbaya.
Ia menambahkan, tren positif pertumbuhan ekonomi 2025 diyakini berlanjut hingga 2026, ditopang oleh kebijakan fiskal yang ekspansif namun tetap terkendali.
THR, Libur Panjang, dan WFA Dorong Konsumsi Rumah Tangga
Pemerintah juga menaruh harapan besar pada penguatan konsumsi rumah tangga, terutama pada triwulan I 2026. Momentum tersebut didukung oleh:
- Pencairan THR ASN
- Libur dan cuti bersama Imlek serta Idul Fitri
- Penerapan kebijakan Work From Anywhere (WFA)
Kombinasi kebijakan ini diyakini akan meningkatkan mobilitas masyarakat, belanja konsumsi, serta aktivitas sektor perdagangan dan jasa di berbagai daerah.
Dorongan Investasi Rp220 Triliun, dari Desa hingga Hilirisasi
Dari sisi penawaran dan investasi, pemerintah juga mengakselerasi pembangunan ekonomi melalui:
- Pembangunan 30 ribu Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dengan nilai investasi Rp90 triliun
- Pembangunan 190 ribu unit perumahan, mencakup rumah komersial, rumah subsidi, serta program BSPS, dengan total anggaran Rp20 triliun
- Groundbreaking proyek hilirisasi Danantara senilai 7 miliar dolar AS atau sekitar Rp110 triliun
Dengan berbagai proyek tersebut, total dorongan investasi langsung yang teridentifikasi mencapai sekitar Rp220 triliun, yang diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan nilai tambah industri, serta memperkuat struktur ekonomi nasional.
Strategi Fiskal Awal Tahun Jadi Kunci 2026
Pemerintah menegaskan bahwa strategi belanja besar di awal tahun, termasuk pencairan THR lebih cepat, bukan sekadar kebijakan rutin, melainkan langkah strategis untuk memastikan ekonomi tetap tumbuh kuat, inklusif, dan berkelanjutan sepanjang 2026.
Dengan kombinasi belanja negara, stimulus konsumsi, serta investasi masif, pemerintah optimistis ekonomi Indonesia mampu melaju lebih cepat dan keluar dari bayang-bayang stagnasi pertumbuhan.
(L6)
#Nasional
