
Seorang Remaja Hanyut di Sungai Ranah Pesisir
D'On, PESISIR SELATAN — Suasana duka dan kecemasan menyelimuti Kampung Kelok Koto Langang, Nagari Sei Liku, Kecamatan Ranah Pesisir, Kabupaten Pesisir Selatan, Sabtu (14/2) sore. Seorang remaja berusia 13 tahun bernama Aska dilaporkan hanyut di sungai setempat dan hingga malam hari belum ditemukan.
Peristiwa tragis itu terjadi sekitar pukul 17.00 WIB. Berdasarkan informasi yang dihimpun dari warga dan teman-teman korban, Aska bersama beberapa rekannya pergi ke sungai untuk menyeberang sekaligus mandi, seperti yang kerap dilakukan anak-anak seusianya saat sore hari.
Awalnya, suasana berlangsung biasa. Mereka berenang dan bermain air tanpa tanda-tanda bahaya. Namun sekitar pukul 18.00 WIB, teman-teman korban memutuskan untuk naik ke daratan karena hari mulai gelap. Saat itulah mereka menyadari Aska tidak ikut kembali ke tepi sungai.
“Waktu kami naik, dia masih di air. Tapi pas kami lihat lagi, sudah tidak kelihatan,” ungkap salah seorang teman korban dengan nada cemas.
Diduga korban terseret arus sungai yang mulai meningkat menjelang petang. Kondisi sungai di wilayah tersebut dikenal memiliki arus yang cukup deras, terutama setelah hujan di hulu, meski di lokasi kejadian cuaca terlihat relatif normal.
Warga sekitar yang mengetahui kejadian tersebut segera melakukan pencarian secara manual dengan menyusuri tepian sungai menggunakan penerangan seadanya. Namun upaya awal itu belum membuahkan hasil.
Laporan resmi diterima pihak berwenang dari Bhabinkamtibmas sekitar pukul 21.00 WIB. Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim TRC BPBD Kabupaten Pesisir Selatan langsung menuju lokasi untuk melakukan asesmen dan koordinasi penanganan.
Petugas melakukan pendataan awal, memetakan titik terakhir korban terlihat, serta mengidentifikasi potensi bahaya di sekitar aliran sungai. Pencarian pada malam hari dilakukan secara terbatas dengan mempertimbangkan faktor keselamatan tim dan kondisi pencahayaan.
“Kami terus berkoordinasi dengan unsur terkait dan masyarakat setempat untuk melakukan pencarian. Upaya akan dilanjutkan secara intensif,” ujar salah satu petugas di lokasi.
Keluarga korban tampak terpukul dan terus menunggu kabar di sekitar lokasi kejadian. Sejumlah warga turut memberikan dukungan moral dan membantu proses pencarian.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya pengawasan terhadap anak-anak saat beraktivitas di sungai, terutama menjelang sore hingga malam hari ketika visibilitas menurun dan arus air sulit dipantau. Sungai yang tampak tenang di permukaan bisa menyimpan arus bawah yang kuat dan berbahaya.
Hingga berita ini diturunkan, Aska masih dalam pencarian. Tim gabungan bersama masyarakat terus berpacu dengan waktu, menyisir aliran sungai dengan harapan korban segera ditemukan.
Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan segera melaporkan kepada pihak berwenang jika menemukan tanda-tanda yang berkaitan dengan korban.
(KP)
#Peristiwa #Daerah #OrangHanyut