
Pasutri di Lampung korban pembacokan
D'On, Lampung — Aksi kekerasan brutal menimpa pasangan suami istri lanjut usia pemilik toko kelontong di Dusun Katibung 2, Desa Sidomulyo, Kecamatan Sidomulyo, Lampung Selatan, Rabu (11/2/2026) malam. Seorang pria tak dikenal yang mengenakan topeng menyerang kedua korban dengan senjata tajam, menyebabkan luka serius dan menggegerkan warga sekitar.
Peristiwa terjadi sekitar pukul 19.30 WIB saat kondisi lingkungan mulai sepi. Pelaku awalnya mendatangi toko kelontong milik korban dan berpura-pura menjadi pembeli. Ia sempat menawar barang dagangan yang dilayani sang istri, Rohimah (61). Situasi tampak normal hingga percakapan mengenai harga berakhir ricuh.
Tanpa peringatan, pelaku mengeluarkan senjata tajam dan melukai Rohimah. Teriakan minta tolong korban memecah keheningan malam. Suaminya, Fajri (62), yang berada tak jauh dari lokasi, bergegas keluar untuk menolong. Namun, pelaku kembali menyerang hingga Fajri mengalami luka berat pada lengan.
Warga sekitar yang mendengar keributan segera berdatangan ke lokasi. Pelaku diduga melarikan diri seorang diri sambil membawa dua bilah senjata tajam. Tidak ada barang dagangan yang dilaporkan hilang, sehingga motif penyerangan masih menjadi tanda tanya.
Korban segera dievakuasi. Fajri dilarikan ke rumah sakit di Bandar Lampung untuk mendapatkan penanganan intensif, sementara Rohimah menjalani perawatan di klinik terdekat. Kondisi keduanya masih dalam pemantauan tenaga medis.
Kepolisian bergerak cepat melakukan olah tempat kejadian perkara dan mengumpulkan keterangan saksi. Kasatreskrim Polres Lampung Selatan, AKP Noviarif Kurniawan, membenarkan peristiwa tersebut dan menyatakan pelaku masih dalam pengejaran.
“Benar, kejadian di Sidomulyo tadi malam. Korbannya suami istri. Saat ini pelaku masih kami selidiki dan dilakukan pengejaran,” ujar Noviarif saat dikonfirmasi, Kamis (12/2).
Polisi juga tengah mendalami ciri-ciri pelaku, termasuk dugaan penggunaan topeng saat beraksi, serta menelusuri kemungkinan motif pribadi atau kejahatan terencana. Aparat mengimbau masyarakat yang memiliki informasi terkait kejadian ini agar segera melapor.
Insiden ini menyisakan trauma mendalam bagi keluarga korban dan warga sekitar. Toko kelontong yang selama ini menjadi tumpuan ekonomi pasutri lansia itu kini ditutup sementara. Warga berharap pelaku segera tertangkap dan keamanan lingkungan kembali pulih.
(L6)
#Daerah #Pembacokan #Kriminal #Lampung