-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Pesawat Pelita Air Jatuh, TNI Evakuasi Pilot Tewas di Pegunungan Krayan

19 February 2026 | February 19, 2026 WIB Last Updated 2026-02-19T10:04:43Z

Prajurit Kodam VI/Mulawarman bergerak cepat merespons laporan kecelakaan pesawat milik PT Pelita Air Service dengan nomor penerbangan 7101. Pesawat tersebut jatuh di wilayah pegunungan Pa Remayo, Kecamatan Krayan Timur, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, Kamis, 19 Februari 2026. Setelah menembus medan hutan yang terjal dan licin, prajurit TNI akhirnya tiba di lokasi dan menemukan pilot dalam kondisi meninggal dunia.



D'On, NUNUKAN – Prajurit Kodam VI/Mulawarman bergerak cepat menembus medan berat pegunungan perbatasan untuk mengevakuasi korban kecelakaan pesawat milik PT Pelita Air Service dengan nomor penerbangan 7101 yang jatuh di wilayah Pa Remayo, Kecamatan Krayan Timur, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, Kamis (19/2/2026).


Pesawat jenis Air Tractor AT-802 dengan registrasi PK-PAA itu ditemukan dalam kondisi hancur di kawasan perbukitan terpencil yang sulit dijangkau kendaraan darat. Lokasinya berada di hamparan hutan lebat dengan kontur tanah terjal dan licin, khas wilayah perbatasan Indonesia–Malaysia.


Medan Berat dan Akses Terbatas


Informasi awal kecelakaan diterima jajaran TNI di wilayah perbatasan pada Kamis siang. Tanpa menunggu lama, personel dari Kodim 0911/Nunukan bersama Satgas Pamtas RI–Malaysia Yon Armed 4/Prh dan Koramil 0911-06/Krayan langsung bergerak menuju titik yang diduga sebagai lokasi jatuhnya pesawat.


Perjalanan menuju lokasi bukan perkara mudah. Prajurit harus berjalan kaki menyusuri jalur setapak, menembus semak belukar, serta melewati lereng curam yang rawan longsor. Cuaca pegunungan yang cepat berubah serta minimnya jaringan komunikasi turut menjadi tantangan tersendiri dalam proses pencarian.


Setelah beberapa jam menyisir area, tim gabungan akhirnya menemukan bangkai pesawat pada Kamis sore. Badan pesawat terlihat terpisah di beberapa bagian dan tersebar di lereng perbukitan.


Pilot Ditemukan Meninggal Dunia


Setibanya di lokasi, prajurit segera melakukan pengamanan area guna mencegah gangguan dan memastikan keselamatan tim. Penyisiran dilakukan secara sistematis di sekitar titik jatuhnya pesawat.


Dari hasil pencarian tersebut, satu orang pilot ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di sekitar badan pesawat. Tidak ada laporan korban lain dalam insiden ini.


Kapendam VI/Mulawarman, Gatot Teguh Waluyo, menyampaikan bahwa respons cepat dilakukan begitu informasi diterima.

 

“Meskipun medan cukup berat dan akses terbatas, anggota kita tetap berupaya maksimal melaksanakan evakuasi dan pengamanan area,” ujarnya di Balikpapan.


Jenazah pilot kemudian dievakuasi oleh danpos AU dan Danramil Krayan menuju RS Pratama setempat untuk penanganan lebih lanjut.


Pengamanan Puing dan Proses Investigasi


Selain mengevakuasi korban, prajurit TNI juga mengamankan puing-puing pesawat untuk mendukung proses investigasi lanjutan oleh otoritas terkait. Area sekitar lokasi kejadian dipasangi garis pembatas guna menjaga keutuhan barang bukti.


Kodam VI/Mulawarman memastikan akan terus berkoordinasi dengan instansi terkait guna mendukung penyelidikan penyebab kecelakaan. Hingga kini, belum ada keterangan resmi mengenai faktor yang memicu jatuhnya pesawat tersebut, termasuk kemungkinan gangguan teknis atau faktor cuaca.


Kesiapsiagaan di Wilayah Perbatasan


Keberhasilan personel TNI menjangkau lokasi dalam waktu relatif singkat menunjukkan kesiapsiagaan aparat di wilayah perbatasan yang memiliki karakteristik geografis ekstrem. Krayan Timur sendiri dikenal sebagai kawasan terpencil dengan akses transportasi terbatas, sebagian besar hanya dapat dijangkau melalui jalur udara atau perjalanan darat berjam-jam.


Peristiwa ini kembali menegaskan pentingnya koordinasi lintas instansi dalam penanganan kecelakaan di daerah terpencil. Di tengah medan berat dan keterbatasan fasilitas, respons cepat menjadi kunci dalam upaya penyelamatan, evakuasi, serta pengamanan lokasi untuk proses hukum dan investigasi selanjutnya.


Pihak Kodam VI/Mulawarman menegaskan komitmennya untuk terus mendukung proses investigasi hingga tuntas, sekaligus memastikan situasi keamanan di wilayah Krayan Timur tetap kondusif pascakejadian.


(B1)


#Peristiwa #PesawatJatuh 

×
Berita Terbaru Update