
Penjual Pinang di Yahukimo Ditusuk KKB (foto: dok ist
D'On Dekai - Aksi kekerasan kembali mengguncang wilayah Papua Pegunungan. Seorang perempuan penjual pinang berinisial EK (33) menjadi korban penusukan brutal yang diduga dilakukan oleh anggota Kelompok Kriminal Bersenjata di Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo. Peristiwa ini menambah daftar panjang teror terhadap warga sipil tak bersenjata.
Insiden tersebut terjadi saat korban tengah menjalankan aktivitas rutinnya berjualan pinang di kawasan Jalan Gunung, Distrik Dekai. Tanpa firasat buruk, EK melayani pembeli seperti biasa hingga dua pria datang berboncengan menggunakan sepeda motor Honda Beat hitam dan berhenti di samping lapaknya.
Korban sempat mengenali salah satu pelaku karena kerap membeli pinang di tempatnya. Namun, hubungan sebagai pelanggan itu berubah menjadi mimpi buruk. Tanpa peringatan, salah satu pelaku mendekat lalu melakukan penyerangan menggunakan senjata tajam, melukai korban di bagian pundak kanan sebelum melarikan diri.
Dugaan Kuat Keterlibatan Simpatisan KKB
Hasil penyelidikan awal aparat mengarah pada dugaan kuat keterlibatan simpatisan KKB Kodap XVI Yahukimo. Kelompok ini sebelumnya juga diduga terlibat dalam aksi pembakaran Ruko Blok A pada pertengahan Februari 2026. Aparat masih terus mendalami motif penyerangan serta jaringan pelaku untuk memastikan keterkaitan antaraksi kekerasan tersebut.
Kepala Operasi Operasi Damai Cartenz 2026, Brigjen Faizal Ramadhani, menegaskan bahwa negara tidak akan tinggal diam menghadapi teror yang menyasar warga sipil, terlebih perempuan pencari nafkah.
“Tindakan kekerasan terhadap masyarakat sipil adalah pelanggaran serius terhadap nilai kemanusiaan. Apalagi korban adalah perempuan yang berjualan untuk bertahan hidup. Ini tidak bisa ditoleransi dan pelaku akan kami kejar hingga tertangkap,” tegasnya.
Menurut Faizal, pola penyerangan semacam ini menunjukkan upaya intimidasi yang disengaja untuk menciptakan ketakutan di tengah masyarakat, sesuatu yang harus segera dihentikan.
Korban Dirawat Intensif, Aparat Lakukan Pengejaran
Usai kejadian, warga sekitar segera memberikan pertolongan dan membawa korban ke RSUD Dekai. Hingga kini, korban yang diketahui berasal dari Nusa Tenggara Timur tepatnya Kabupaten Alor, masih menjalani perawatan medis.
Sementara itu, Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Adarma Sinaga, memastikan proses hukum berjalan komprehensif. Seluruh barang bukti telah diamankan dan saksi-saksi di sekitar lokasi kejadian mulai dimintai keterangan.
“Kami mengerahkan seluruh kemampuan penyelidikan untuk mengungkap pelaku. Masyarakat diimbau tetap tenang dan segera melapor jika mengetahui informasi terkait keberadaan pelaku,” ujarnya.
Keamanan Diperketat, Warga Diminta Tetap Waspada
Aparat gabungan TNI-Polri saat ini meningkatkan pengamanan di sejumlah titik strategis, termasuk kawasan Ruko Blok A dan pusat aktivitas masyarakat di Dekai. Langkah ini dilakukan guna mencegah aksi susulan serta memulihkan rasa aman warga.
Peristiwa ini menjadi pengingat keras bahwa ancaman terhadap warga sipil masih nyata. Negara dituntut hadir secara tegas, cepat, dan berkeadilan agar teror tidak terus merenggut rasa aman masyarakat Papua.
(Okz)
#Peristiwa #Penikaman #KKB