
Garda Terdepan di Jalanan: Ketika Ribuan Driver Ojol Padang Resmi Jadi Mitra Operasi Keselamatan Singgalang 2026
D'On, PADANG — Pagi itu, denyut Kota Padang terasa berbeda. Di bawah langit yang mulai menghangat, ribuan jaket hijau dan hitam berlogo aplikasi transportasi daring memadati kawasan pusat kota. Mesin-mesin motor berderet rapi, helm tergantung di setang, sementara para pengemudinya berdiri tegap mengikuti apel besar yang digelar Polda Sumatera Barat, Rabu (11/02/2026).
Bukan sekadar apel biasa. Hari itu menjadi penanda babak baru: ribuan driver ojek online (ojol) resmi dilibatkan sebagai mitra dalam Operasi Keselamatan Singgalang 2026. Mereka bukan lagi hanya pengantar penumpang dan paket, melainkan garda terdepan dalam mengampanyekan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas atau yang dikenal dengan Kamseltibcarlantas.
Dari Pemburu Order ke Pelopor Keselamatan
Setiap hari, para driver ojol menembus panas, hujan, dan kemacetan demi menyelesaikan order. Mobilitas tinggi membuat mereka akrab dengan setiap sudut kota dari jalan protokol hingga gang-gang kecil. Justru karena intensitas itulah, Polda Sumbar melihat potensi besar.
“Driver ojol adalah contoh langsung di jalan raya. Apa yang mereka lakukan akan dilihat dan ditiru pengguna jalan lain,” ujar Dirlantas Polda Sumbar, Kombes Pol M. Reza Chairul Akbar Sidiq, dalam amanatnya.
Menurutnya, pelibatan komunitas ojol bukan hanya soal sosialisasi aturan. Lebih dari itu, ini adalah upaya membangun budaya tertib berlalu lintas dari kelompok yang paling sering bersentuhan dengan dinamika jalanan.
Kini, para driver didorong menjadi agen perubahan: disiplin menggunakan helm standar, mematuhi rambu, tidak melawan arus, tidak menggunakan ponsel saat berkendara, serta memastikan kondisi kendaraan layak jalan. Hal-hal yang tampak sederhana, namun kerap menjadi pemicu kecelakaan.
“Pulang ke Rumah Adalah Tujuan Utama”
Di hadapan ribuan peserta apel, Wakapolda Sumbar Brigjen Pol. Solihin, S.I.K., M.H., CSPHR, menyampaikan pesan yang lebih menyentuh sisi emosional ketimbang sekadar imbauan formal.
“Ingat, keselamatan bukan hanya soal aturan, tapi bentuk rasa sayang pada diri sendiri dan keluarga yang menunggu di rumah,” tegasnya.
Kalimat itu seolah menggema di antara barisan driver. Sebagian dari mereka adalah tulang punggung keluarga. Ada yang harus membayar cicilan motor, biaya sekolah anak, hingga kebutuhan dapur sehari-hari. Kecelakaan bukan hanya soal luka fisik, tapi juga bisa mengguncang stabilitas keluarga.
Pendekatan humanis inilah yang menjadi ruh Operasi Keselamatan Singgalang 2026. Operasi ini tidak semata-mata berorientasi pada penindakan, melainkan mengedepankan edukasi dan pencegahan.
Ikatan yang Diperkuat dengan Kepedulian
Apel besar itu juga menghadirkan suasana yang berbeda. Di sela kegiatan, Polda Sumbar membagikan paket sembako kepada para driver. Bukan sekadar bantuan, melainkan simbol bahwa relasi antara aparat dan komunitas ojol bukan hubungan satu arah.
Langkah ini menjadi bentuk pengakuan bahwa para pengemudi ojol memiliki kontribusi nyata terhadap pergerakan ekonomi kota. Mereka mengantarkan makanan ke rumah-rumah, membantu pelaku UMKM menjangkau pelanggan, hingga menjadi solusi mobilitas warga.
“Ini membuat kami merasa dihargai dan dirangkul,” ujar Nandes, perwakilan komunitas Ojek Online Partap.
Menurutnya, selama ini banyak rekan seprofesinya yang terjebak pada tekanan target harian. Dalam kondisi itu, keselamatan kadang terpinggirkan. Melalui edukasi dan pelibatan resmi seperti ini, kesadaran kolektif diharapkan tumbuh.
“Kami diingatkan bahwa target penting, tapi pulang dengan selamat jauh lebih penting,” tambahnya.
Menekan Angka Kecelakaan, Membangun Budaya Baru
Data kecelakaan lalu lintas setiap tahun menunjukkan bahwa faktor kelalaian manusia masih menjadi penyebab dominan. Pelanggaran seperti tidak memakai helm, melawan arus, hingga berkendara melebihi batas kecepatan sering berujung fatal.
Dengan menjadikan ribuan driver ojol sebagai role model, Polda Sumbar berharap efek domino tercipta. Ketika pengemudi ojol tertib, penumpang merasa aman. Ketika penumpang melihat kedisiplinan, muncul kesadaran bersama. Dari sana, budaya berlalu lintas yang lebih tertib bisa tumbuh secara organik.
Padang pun diharapkan menjadi barometer kota tertib lalu lintas di tingkat nasional bukan hanya karena penegakan hukumnya, tetapi karena partisipasi aktif masyarakatnya.
Jalanan Adalah Ruang Bersama
Apel besar itu akhirnya usai. Satu per satu motor kembali dinyalakan. Para driver kembali ke aplikasi masing-masing, menunggu notifikasi order masuk. Namun ada yang berbeda dari hari itu: mereka pulang membawa peran baru.
Di tengah hiruk-pikuk jalanan, di antara klakson dan lampu merah, kini ada ribuan “duta keselamatan” yang bergerak setiap hari. Mereka bukan hanya pengantar, tetapi penjaga ritme kota.
Karena pada akhirnya, jalan raya adalah ruang bersama. Dan keselamatan, seperti yang diingatkan Wakapolda, adalah bentuk cinta pada diri sendiri, pada keluarga, dan pada kota yang mereka lalui setiap hari.
(Mond)
#DirlantasPolda #SumateraBarat #PoldaSumbar