-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

BTS Berdiri di Jalur Ekstrem Sitinjau Lauik, Akses Komunikasi Ditarget Aktif Sebelum Lebaran

17 February 2026 | February 17, 2026 WIB Last Updated 2026-02-17T04:20:00Z

Anggota DPR RI Andre Rosiade Tinjau Pembangunan BTS di Sitinjau Lauik (Zulkifli)



D'On, PADANG — Pembangunan menara Base Transceiver Station (BTS) di kawasan ekstrem Sitinjau Lauik menjadi angin segar bagi para pengguna jalan lintas Padang–Solok. Jalur berkelok dengan tanjakan dan turunan tajam itu selama ini dikenal rawan kecelakaan serta memiliki sejumlah titik tanpa sinyal (blank spot), kondisi yang kerap menyulitkan komunikasi saat keadaan darurat terjadi.


Untuk memastikan proyek berjalan sesuai rencana, anggota DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra, Andre Rosiade, turun langsung meninjau progres pembangunan pada Selasa (17/2/2026). Dalam kunjungannya, ia menyampaikan optimisme bahwa jaringan telekomunikasi di kawasan tersebut sudah dapat dimanfaatkan masyarakat sebelum Hari Raya Idulfitri tahun ini.


Menurutnya, keberadaan BTS di Sitinjau Lauik bukan sekadar peningkatan kualitas sinyal, tetapi menyangkut aspek keselamatan jiwa. Selama ini, ketika terjadi kecelakaan lalu lintas, kendaraan mogok, atau longsor yang menutup badan jalan, pengendara sering kesulitan menghubungi petugas karena sinyal yang tidak stabil bahkan hilang sama sekali.


Titik Rawan, Respons Cepat Dibutuhkan


Sitinjau Lauik merupakan jalur vital penghubung Kota Padang dengan wilayah Solok dan sekitarnya. Setiap hari, ratusan kendaraan pribadi, bus, hingga truk bermuatan berat melintasi kawasan ini. Karakter jalannya yang curam dan memiliki tikungan tajam membuat risiko kecelakaan cukup tinggi, terutama saat hujan atau kabut tebal menyelimuti perbukitan.


Dengan hadirnya BTS baru, akses komunikasi diharapkan menjadi lebih kuat dan merata. Hal ini penting untuk:

  • Memudahkan pengendara mengakses informasi cuaca dan kondisi lalu lintas secara real time.
  • Mempercepat panggilan darurat kepada kepolisian, ambulans, maupun tim SAR jika terjadi insiden.
  • Mendukung sistem pemantauan lalu lintas berbasis digital di jalur ekstrem tersebut.


Jaringan yang stabil juga memungkinkan pemanfaatan teknologi seperti GPS tracking kendaraan dan integrasi dengan sistem peringatan dini bencana, mengingat kawasan ini juga rawan longsor.


Dorong Ekonomi dan Pemerataan Digital


Tak hanya berdampak pada keselamatan, infrastruktur telekomunikasi ini juga dinilai membuka peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar. Akses internet yang lebih baik dapat mendukung promosi usaha kecil, penjualan produk lokal secara daring, hingga potensi pengembangan titik wisata di sekitar perbukitan Sitinjau Lauik.


Langkah pembangunan BTS ini menjadi bagian dari upaya pemerataan infrastruktur digital di Sumatera Barat, terutama pada kawasan yang selama ini terpinggirkan dari jangkauan sinyal kuat. Pemerataan tersebut dinilai krusial di era digital, ketika konektivitas menjadi kebutuhan dasar hampir di setiap sektor kehidupan.


Jika target operasional sebelum Lebaran tercapai, maka musim mudik tahun ini diperkirakan akan menjadi momentum uji coba penting bagi efektivitas jaringan baru tersebut. Para pemudik dan pengguna jalan diharapkan dapat merasakan langsung manfaat konektivitas yang lebih stabil di salah satu jalur paling menantang di Sumatera Barat itu.


(Mond)


#Daerah #SumateraBarat

×
Berita Terbaru Update