Update Bencana Sumatra 4 Januari 2026: 1.177 Orang Meninggal Dunia, Lebih dari 242 Ribu Jiwa Mengungsi
D'On, Jakarta — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan jumlah korban meninggal dunia akibat rangkaian bencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Sumatra terus bertambah. Hingga 4 Januari 2026, tercatat 1.177 orang meninggal dunia, sementara 242.174 jiwa terpaksa mengungsi akibat banjir, tanah longsor, dan cuaca ekstrem yang terjadi sejak akhir 2025.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyampaikan bahwa angka tersebut merupakan hasil pembaruan data terakhir per Minggu (4/1).
“Kemarin, rekapitulasi kita di cut off pukul 16.00 WIB masih berada di angka 1.167 korban meninggal dunia. Hari ini bertambah 10 jiwa, sehingga totalnya menjadi 1.177 orang,” ujar Abdul dalam konferensi pers di Jakarta, seperti dikutip dari Antara.
Sebaran Korban Jiwa di Tiga Provinsi
Tambahan korban meninggal dunia tersebut berasal dari tiga provinsi terdampak, yakni:
- Aceh Utara: 3 orang meninggal dunia
- Tapanuli Selatan, Sumatra Utara: 5 orang meninggal dunia
- Sumatra Barat: 2 orang meninggal dunia
BNPB menjelaskan bahwa korban mayoritas meninggal akibat tertimbun longsor, terseret banjir bandang, serta terjebak di permukiman yang runtuh akibat cuaca ekstrem berkepanjangan.
148 Orang Masih Dinyatakan Hilang
Di tengah proses evakuasi dan pencarian, tim SAR gabungan juga menemukan sejumlah warga yang sebelumnya dilaporkan hilang. Hal ini menyebabkan adanya koreksi data.
“Hari ini terdapat pengurangan 17 nama dalam daftar orang hilang, setelah dilakukan verifikasi oleh desa, kecamatan, maupun anggota keluarga,” jelas Abdul.
Meski demikian, hingga saat ini sebanyak 148 orang masih dinyatakan hilang dan masuk dalam daftar pencarian oleh tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI, Polri, BPBD, serta relawan.
Lebih dari 242 Ribu Jiwa Mengungsi
BNPB mencatat 242.174 jiwa kini berada di lokasi pengungsian yang tersebar di berbagai kabupaten dan kota terdampak. Para pengungsi sebagian besar kehilangan tempat tinggal akibat rumah rusak berat, terendam banjir, atau berada di zona rawan longsor susulan.
Kondisi di sejumlah lokasi pengungsian masih membutuhkan perhatian serius, terutama terkait ketersediaan air bersih, layanan kesehatan, serta kebutuhan kelompok rentan seperti balita, lansia, dan ibu hamil.
Status Tanggap Darurat di Berbagai Daerah
Aceh
Di Provinsi Aceh, 10 kabupaten/kota memperpanjang status tanggap darurat, sementara 8 daerah lainnya telah memasuki fase transisi darurat menuju pemulihan.
Sumatra Utara
Sementara itu, di Sumatra Utara, situasi mulai menunjukkan perbaikan.
“Saat ini sudah tidak ada kabupaten/kota di Sumatra Utara yang berstatus tanggap darurat. Seluruh wilayah telah masuk dalam tahap transisi darurat,” ujar Abdul.
Tercatat 14 daerah berada dalam status transisi darurat, sedangkan dua daerah mengakhiri status tanggap darurat tanpa perpanjangan.
Sumatra Barat
Berbeda dengan dua provinsi lainnya, Kabupaten Agam, Sumatra Barat, masih memperpanjang status tanggap darurat. Hal ini disebabkan oleh potensi longsor susulan yang masih tinggi.
“Hingga tiga hari terakhir masih terjadi longsor susulan. Tim di lapangan mendeteksi adanya rekahan tanah yang berpotensi longsor kembali jika hujan deras terjadi dalam durasi lama,” ungkap Abdul.
Di luar Kabupaten Agam, seluruh kabupaten dan kota di Sumatra Barat telah memasuki fase transisi darurat.
Fokus Mitigasi dan Pencegahan Longsor Susulan
BNPB menegaskan bahwa upaya mitigasi terus dilakukan, khususnya di wilayah rawan seperti Kabupaten Agam. Langkah-langkah tersebut meliputi:
- Pemantauan intensif kondisi tanah dan curah hujan
- Penutupan sementara jalur rawan longsor
- Edukasi masyarakat terkait tanda-tanda longsor
- Relokasi sementara warga dari zona berbahaya
“Kami terus memantau dan mengupayakan langkah-langkah mitigasi agar potensi longsor susulan bisa diminimalkan, terutama di wilayah dengan risiko tinggi,” tegas Abdul Muhari.
Bencana Hidrometeorologi Masih Mengintai
BNPB mengingatkan bahwa ancaman bencana hidrometeorologi masih tinggi seiring puncak musim hujan yang diperkirakan berlangsung hingga beberapa bulan ke depan. Masyarakat di wilayah rawan diimbau untuk tetap waspada, mengikuti arahan pemerintah daerah, serta segera mengungsi apabila kondisi dinilai tidak aman.
Pemerintah pusat dan daerah memastikan penanganan darurat, pencarian korban hilang, serta pemulihan pascabencana akan terus dilakukan secara bertahap dan terkoordinasi.
(L6)
#UpdateKorbanBencanaSumatera #BNPB #Nasional
