Update Bencana Sumatera 1 Januari: 1.157 Orang Meninggal, 165 Masih Hilang, Ratusan Ribu Mengungsi

Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam konferensi pers di Graha BNPB, Jakarta Timur, Kamis (1/1/2026).
D'On, Jakarta — Dampak bencana banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Sumatera terus menunjukkan angka yang mengkhawatirkan. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan hingga Kamis, 1 Januari, jumlah korban meninggal dunia akibat bencana tersebut telah mencapai 1.157 orang, sementara 165 orang lainnya masih dinyatakan hilang dan dalam proses pencarian.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengungkapkan bahwa penambahan jumlah korban jiwa terjadi setelah tim SAR menemukan tiga jenazah baru di wilayah Aceh Utara.
“Ada tiga jasad yang ditemukan di Aceh Utara. Dengan demikian, jumlah total korban jiwa meninggal dunia bertambah dari 1.154 orang pada rekapitulasi kemarin menjadi 1.157 orang per hari ini,” ujar Abdul Muhari dalam konferensi pers di Graha BNPB, Jakarta Timur.
Aceh Jadi Wilayah Terdampak Terparah
Dari tiga provinsi terdampak, Aceh menjadi wilayah dengan dampak paling besar, baik dari sisi korban jiwa maupun jumlah pengungsi. BNPB mencatat total 380.399 jiwa terpaksa mengungsi akibat kehilangan tempat tinggal, rusaknya infrastruktur, serta ancaman bencana susulan.
Rinciannya sebagai berikut:
- Aceh: 356.684 pengungsi
- Sumatera Utara: 13.770 pengungsi
- Sumatera Barat: 9.945 pengungsi
Sebagian besar pengungsi kini berada di tenda darurat, balai desa, sekolah, dan fasilitas umum lainnya. Kebutuhan mendesak seperti logistik pangan, air bersih, obat-obatan, selimut, serta layanan kesehatan menjadi prioritas utama penanganan di lapangan.
Operasi Pencarian Diperpanjang
BNPB menegaskan bahwa operasi pencarian dan pertolongan (SAR) terhadap korban yang masih hilang terus digencarkan. Tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI, Polri, relawan, dan masyarakat setempat masih menyisir area terdampak, meskipun dihadapkan pada medan berat dan cuaca yang belum sepenuhnya bersahabat.
“Operasi pencarian masih terus dilakukan sampai kita mengupayakan jumlah korban atau daftar nama-nama yang masih masuk dalam daftar pencarian orang dapat berkurang seminimal mungkin,” kata Abdul Muhari.
Ia menambahkan, pencarian difokuskan pada wilayah yang sebelumnya terisolasi akibat longsor, luapan sungai, serta runtuhan material bangunan.
Ancaman Bencana Susulan Masih Mengintai
BNPB juga mengingatkan adanya potensi bencana susulan, terutama longsor dan banjir bandang, mengingat curah hujan di sejumlah wilayah Sumatera masih tinggi. Pemerintah daerah diminta meningkatkan kewaspadaan dan memastikan jalur evakuasi tetap terbuka.
Selain itu, BNPB mengimbau masyarakat untuk tidak kembali ke rumah sebelum dinyatakan aman oleh petugas, terutama bagi warga yang tinggal di lereng perbukitan, bantaran sungai, dan daerah rawan longsor.
Pemerintah Fokus pada Penanganan Darurat
Pemerintah pusat bersama pemerintah daerah kini memfokuskan upaya pada:
- Penanganan darurat dan pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi
- Percepatan pencarian korban hilang
- Pemulihan akses jalan dan fasilitas vital
- Pendataan kerusakan rumah dan infrastruktur
Bencana ini menjadi salah satu tragedi kemanusiaan terbesar di awal tahun, sekaligus pengingat akan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem yang kian meningkat.
(K)
#BNPB #UpdateKorbanBencanaSumatera #Nasional