Trump Klaim AS Tangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro dalam Operasi Militer Skala Besar

Presiden Venezuela Nicolas Maduro (AP/Ariana Cubillas)
D'On, Washington/Caracas — Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim bahwa militer AS telah melancarkan operasi militer berskala besar ke wilayah Venezuela dan berhasil menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro beserta istrinya. Klaim mengejutkan ini disampaikan Trump melalui akun media sosial Truth Social miliknya pada Sabtu (3/1/2025) waktu setempat.
Dalam unggahannya, Trump menyebut operasi tersebut sebagai misi gabungan yang melibatkan militer dan aparat penegak hukum Amerika Serikat.
“Amerika Serikat telah berhasil melaksanakan sebuah operasi serangan berskala besar terhadap Venezuela. Dalam operasi tersebut, pemimpin Venezuela, Presiden Nicolas Maduro, bersama istrinya, berhasil ditangkap dan diterbangkan keluar dari negara itu,” tulis Trump.
Trump juga menyatakan bahwa rincian lengkap terkait operasi tersebut akan diumumkan dalam konferensi pers yang dijadwalkan berlangsung pada pukul 11.00 waktu setempat di Mar-a-Lago, Florida.
Ledakan di Caracas Picu Ketegangan Regional
Klaim Trump muncul di tengah laporan situasi genting di Venezuela. Kantor berita Associated Press sebelumnya melaporkan terdengar sedikitnya tujuh ledakan di ibu kota Caracas pada Sabtu dini hari sekitar pukul 02.00 waktu setempat. Ledakan tersebut mengguncang beberapa wilayah strategis kota, memicu kepanikan warga sipil.
Pemerintah Venezuela menyebut ledakan itu sebagai dampak dari serangan militer Amerika Serikat yang menargetkan instalasi militer dan sejumlah fasilitas sipil. Hingga kini, belum ada laporan resmi mengenai jumlah korban jiwa maupun kerusakan secara rinci.
Pemerintah Venezuela: Pelanggaran Berat Hukum Internasional
Menanggapi situasi tersebut, Pemerintah Bolivarian Venezuela mengeluarkan komunike resmi yang disampaikan melalui Kedutaan Besar Venezuela di Jakarta. Dalam pernyataannya, Venezuela mengecam keras tindakan yang mereka sebut sebagai agresi militer serius oleh Amerika Serikat.
“Serangan yang tidak dapat dibenarkan ini merupakan pelanggaran berat terhadap hukum internasional serta ancaman nyata bagi perdamaian dan stabilitas di Amerika Latin dan kawasan Karibia,” tulis pernyataan resmi tersebut.
Venezuela menuding AS melakukan penyerangan terhadap kedaulatan negara dan berupaya merebut sumber daya strategis nasional serta melemahkan kemerdekaan politik Venezuela.
Seruan Mobilisasi dan Solidaritas Internasional
Dalam komunike yang sama, pemerintah Venezuela menyerukan persatuan nasional dan solidaritas internasional untuk menghadapi apa yang mereka sebut sebagai agresi imperialis.
“Kami menyerukan kepada seluruh gerakan sosial dan politik untuk bersatu dalam mengecam agresi ini. Mobilisasi dan solidaritas sangat dibutuhkan untuk mempertahankan tanah air, martabat bangsa, serta hak kami untuk menentukan nasib sendiri,” lanjut pernyataan tersebut.
Masih Minim Konfirmasi Independen
Hingga berita ini ditulis, belum ada konfirmasi independen dari Pentagon, Departemen Luar Negeri AS, maupun organisasi internasional terkait klaim penangkapan Presiden Nicolas Maduro. Status keberadaan Maduro juga belum dapat diverifikasi secara independen.
Sejumlah pengamat menilai, bila klaim ini terbukti benar, maka peristiwa tersebut berpotensi menjadi eskalasi konflik terbesar antara Amerika Serikat dan Venezuela dalam beberapa dekade terakhir, sekaligus memicu dampak geopolitik luas di kawasan Amerika Latin.
Dunia internasional kini menanti konferensi pers resmi dari Presiden Trump serta pernyataan lanjutan dari pemerintah Venezuela untuk memastikan kebenaran dan skala sebenarnya dari peristiwa yang mengguncang kawasan tersebut.
(L6)
#Internasional #Peristiwa #AmerikaSerikat