-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Sudirman Said Diperiksa 7 Jam di Kejagung soal Kasus Petral, Ungkap Hambatan Pemberantasan Mafia Migas

19 January 2026 | January 19, 2026 WIB Last Updated 2026-01-19T14:52:07Z
Mantan Menteri ESDM, Sudirman Said, usai menjalani pemeriksaan di Gedung Bundar Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, Senin (19/1/2026).


D'On, Jakarta - Kejaksaan Agung kembali memeriksa mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Sudirman Said, terkait penyidikan dugaan tindak pidana korupsi di Pertamina Energy Trading Limited (Petral). Pemeriksaan berlangsung selama kurang lebih tujuh jam di Gedung Bundar Kejagung, Jakarta, Senin (19/1/2026).

Pemeriksaan tersebut merupakan pemanggilan kedua terhadap Sudirman Said dalam perkara yang telah lama menjadi sorotan publik karena diduga melibatkan praktik mafia migas dan kerugian negara yang signifikan.

“Saya diundang oleh Kejaksaan Agung, ini kehadiran yang kedua kali, untuk memberi keterangan mengenai apa-apa yang saya lakukan, saya alami, dan saya lihat untuk dua tugas yang saya pernah jalankan,” ujar Sudirman Said kepada awak media usai pemeriksaan.

Dua Peran Strategis: Menteri ESDM dan Pejabat Pertamina

Dalam pemeriksaan ini, Sudirman Said tidak hanya dimintai keterangan dalam kapasitasnya sebagai mantan Menteri ESDM, tetapi juga sebagai Senior Vice President Integrated Supply Chain (ISC) Pertamina pada periode 2008–2009. Dua posisi tersebut dinilai krusial karena berkaitan langsung dengan tata kelola impor minyak dan rantai pasok energi nasional.

Sudirman mengungkapkan bahwa kepada penyidik ia telah menjelaskan berbagai upaya pembenahan yang pernah dilakukannya, baik saat berada di tubuh Pertamina maupun ketika menjabat sebagai Menteri ESDM.

Menurutnya, saat menjadi SVP ISC Pertamina, ia mencoba memperbaiki sistem rantai pasok yang dinilai rawan penyimpangan. Namun, langkah tersebut justru menghadapi hambatan serius dari internal perusahaan.

“Pada waktu ISC itu unitnya sedang berjalan, kemudian terjadi pergantian direksi Pertamina dan unit itu dilumpuhkan,” ungkapnya.

Upaya Memberantas Mafia Migas yang Terhambat

Sudirman Said juga menyinggung pengalamannya saat menjabat Menteri ESDM, di mana publik mengenalnya sebagai sosok yang vokal dalam pemberantasan mafia migas. Namun, ia mengakui bahwa langkah-langkah reformasi yang diupayakan juga tidak berjalan mulus.

“Yang publik mengenalnya sebagai membenahi masalah-masalah dengan mafia migas, kira-kira begitu. Tapi dua kali pula saya mengalami hambatan,” tuturnya.

Ia bahkan mempertanyakan mengapa pada masa itu aparat penegak hukum belum bergerak secara maksimal, meskipun berbagai indikasi persoalan di sektor migas sudah terlihat.

Meski demikian, Sudirman menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Kejaksaan Agung yang kini kembali membuka dan mendalami kasus Petral.

“Saya sangat senang dan mendukung ketika sekarang proses hukum ini berjalan,” ujarnya.

Nama Riza Chalid Kembali Mencuat

Dalam keterangannya, Sudirman Said juga mengakui bahwa nama Riza Chalid, yang kerap disebut sebagai “saudagar minyak”, telah lama beredar dalam pusaran isu Petral. Menurutnya, hal tersebut bukan lagi rahasia di kalangan tertentu.

“Nama itu dari dulu kan beredar ya. Jadi kalian juga tahu lah. Dan pihak penegak hukum sedang mencari berbagai bukti,” ucapnya singkat.

Pernyataan ini semakin menguatkan spekulasi publik bahwa penyidikan Kejagung tidak hanya berhenti pada aspek kebijakan, tetapi juga menelusuri aktor-aktor kunci yang diduga diuntungkan dari praktik korupsi di Petral.

Masih Berstatus Saksi

Dari pantauan di lokasi, Sudirman Said menjalani pemeriksaan dengan didampingi satu orang yang diduga merupakan stafnya. Hingga saat ini, ia menegaskan bahwa statusnya masih sebagai saksi.

Kasus Petral sendiri merupakan salah satu perkara besar di sektor energi yang sempat mandek selama bertahun-tahun. Pemeriksaan intensif terhadap tokoh-tokoh penting seperti Sudirman Said dinilai sebagai sinyal kuat bahwa Kejaksaan Agung serius membongkar dugaan korupsi sistemik dalam tata niaga minyak Indonesia.

Publik kini menanti, sejauh mana penyidikan ini akan mengungkap jaringan mafia migas dan siapa saja pihak yang akhirnya dimintai pertanggungjawaban hukum.

(T)

#MafiaMigas #KejaksaanAgung #Nasional

×
Berita Terbaru Update