D'On, Dharmasraya - Deru arus sungai yang kerap meninggi saat musim hujan selama ini menjadi kecemasan warga Dharmasraya. Dua jembatan penghubung antarnagari yang rusak diterjang banjir bukan sekadar infrastruktur yang patah, tetapi juga urat nadi ekonomi, pendidikan, dan keselamatan masyarakat yang terputus.
Namun kini, harapan itu kembali menyala.
Upaya gigih Bupati Dharmasraya, Annisa Suci Ramadhani, memperjuangkan pembangunan dua jembatan rusak ke pemerintah pusat akhirnya membuahkan hasil. Pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto merespons cepat dan memastikan dua jembatan vital di Kabupaten Dharmasraya segera dibangun kembali.
Kabar baik itu disampaikan langsung oleh Bupati Annisa di Pulau Punjung, Rabu (21/1/2026), dengan penuh rasa syukur.
“Alhamdulillah, perjuangan kita berhasil. Pemerintah pusat merespons cepat sehingga dua jembatan yang sangat dibutuhkan masyarakat akan segera dibangun,” ujar Annisa.
Jembatan Harapan di Ampang Kuranji
Jembatan pertama berada di Ampang Kuranji, Lubuk Botung, sebuah jembatan gantung yang membentang di atas Batang Siek. Selama bertahun-tahun, jembatan ini menjadi akses utama warga menuju kawasan perkebunan, sekaligus jalur pengangkutan hasil pertanian seperti sawit, karet, dan komoditas lainnya.
Sejak rusak akibat banjir, warga terpaksa memutar jauh atau menggunakan jalur darurat yang berisiko. Biaya angkut hasil pertanian melonjak, waktu tempuh semakin lama, dan aktivitas ekonomi masyarakat pun tersendat.
Pembangunan kembali jembatan gantung ini diharapkan mampu menghidupkan kembali roda ekonomi warga dan memulihkan akses vital yang sempat terputus.
Akses Sekolah yang Lebih Aman di Nagari Banai
Jembatan kedua terletak di Sungai Batang Lago, Nagari Banai, dengan konstruksi Aramco. Jembatan ini menghubungkan antardua jorong dan menjadi jalur utama anak-anak menuju sekolah.
Selama jembatan rusak, banyak siswa harus melintasi sungai atau menempuh jalur alternatif yang lebih jauh dan berbahaya, terutama saat debit air sungai meningkat.
Dengan dibangunnya kembali jembatan ini, perjalanan anak-anak menuju sekolah akan lebih singkat dan aman, sekaligus mengurangi risiko kecelakaan yang selama ini menghantui warga saat musim hujan.
Sinergi Daerah dan TNI Berbuah Hasil
Pengajuan pembangunan dua jembatan ini dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Dharmasraya melalui Kodim 0310/SSD. Dari total 11 proposal yang diajukan, dua jembatan dinyatakan lolos dan siap direalisasikan.
Komandan Kodim 0310/SSD, Letkol CZI Joko Stradona, menyebut keberhasilan ini sebagai bukti kuatnya sinergi antara pemerintah daerah dan TNI.
“Alhamdulillah, dari 11 proposal yang kita ajukan, dua jembatan berhasil dikabulkan. Jembatan ini sangat vital bagi aktivitas ekonomi warga dan keselamatan anak-anak menuju sekolah. Ini juga sejalan dengan program Asta Cita Presiden Prabowo,” ungkapnya.
Komitmen Pembangunan Nasional
Pembangunan dua jembatan ini merupakan bagian dari program nasional Presiden Prabowo Subianto yang menargetkan pembangunan 300 ribu jembatan di seluruh Indonesia, demi memperkuat konektivitas wilayah, keselamatan masyarakat, dan akses pendidikan bagi anak-anak di daerah.
Bupati Annisa pun menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada jajaran Kodim 0310/SSD atas dukungan penuh dan kerja sama yang solid.
“Terima kasih atas sinergi dan respon cepat Bapak Dandim dan jajaran. Berkat kerja sama ini, akses ekonomi warga dan kebutuhan anak-anak sekolah dapat segera diwujudkan,” ujarnya.
Harapan Baru untuk Dharmasraya
Dengan segera dibangunnya dua jembatan tersebut, masyarakat Dharmasraya menatap masa depan dengan optimisme. Konektivitas kembali normal, aktivitas ekonomi berjalan lancar, jalur transportasi menjadi aman, dan anak-anak dapat bersekolah tanpa rasa waswas.
Lebih dari sekadar pembangunan fisik, dua jembatan ini menjadi simbol hadirnya negara di tengah masyarakat, sekaligus bukti bahwa perjuangan dan sinergi yang kuat mampu menghadirkan perubahan.
(Papa Juan)
#Daerah #KabupatenDharmasraya
