Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Operasi Militer AS Guncang Venezuela Sebagian Besar Paspampres Dibantai Secara Sadis saat Maduro Ditangkap

Photo of the captured Nicolas Maduro on USS Iwo Jima, shared by Trump. (Photo: Donald Trump's Truth Social)

D'On, Caracas —
Dunia diguncang oleh peristiwa langka dalam sejarah geopolitik modern: Amerika Serikat melancarkan operasi militer besar-besaran di Venezuela, berhasil menangkap Presiden Nicolás Maduro dan istrinya Cilia Flores pada Sabtu dini hari 3 Januari 2026, dalam apa yang disebut pemerintahan AS sebagai aksi penegakan hukum presisi terhadap perdagangan narkoba dan terorisme narkotik.

Serangan Skala Besar di Ibu Kota Caracas

Operasi yang disebut Operation Absolute Resolve dimulai sekitar pukul 02.00 waktu setempat, dengan lebih dari 150 pesawat militer yang diluncurkan dari 20 pangkalan udara AS, diikuti oleh pasukan khusus—termasuk Delta Force, 75th Ranger Regiment, dan unit khusus lainnya. Sasaran utama: lokasi-lokasi militer strategis dan kediaman Maduro di Caracas.

Ledakan-ledakan keras mengguncang ibu kota; jaringan listrik diputus total, meninggalkan sebagian besar kota dalam kegelapan total. Presiden Trump kemudian menegaskan bahwa tak ada pasukan AS yang tewas, meski pihak Venezuela melaporkan korban massif di pihak mereka.

Korban di Pihak Venezuela: “Tim Keamanan Dibantai”

Menteri Pertahanan Venezuela Vladimir Padrino dalam pidato yang disiarkan televisi pada Minggu (4/1) mengecam operasi tersebut sebagai pembantaian. Ia menuduh pasukan AS telah secara kejam membunuh sebagian besar pasukan pengawal pribadi Presiden Maduro (Paspampres), serta prajurit dan warga sipil tak bersalah meskipun ia tidak membeberkan angka pasti.

Sumber independen dan laporan media internasional memperkirakan puluhan hingga sekitar 80 orang tewas di Venezuela akibat serangan ini, dengan mayoritas korban dari pasukan keamanan Venezuela dan beberapa warga sipil.

Penangkapan Maduro & Istri

Dalam operasi yang sangat cepat dan terkoordinasi, pasukan AS berhasil menangkap Maduro dan istrinya, Cilia Flores, di rumah mereka di Caracas. Mereka kemudian diterbangkan keluar negeri dan dibawa ke New York untuk menghadapi dakwaan federal AS, termasuk konspirasi narkotika dan terorisme narkotik. Kedua terdakwa mengaku tidak bersalah di pengadilan federal Manhattan.

Trump menggambarkan aksi itu sebagai keberhasilan besar dalam perang melawan narkoba dan kejahatan lintas negara, sambil menegaskan bahwa negara itu akan “mengendalikan Venezuela sementara waktu” termasuk sektor minyaknya.

Kekosongan Kekuasaan & Pemerintahan Baru

Begitu Maduro ditangkap, Mahkamah Agung Venezuela menginstruksikan Wakil Presiden Delcy Rodríguez untuk mengambil alih jabatan sebagai Presiden sementara berdasarkan konstitusi negara itu. Militer Venezuela kemudian menyatakan dukungan penuh kepada Rodríguez, sementara negaranya menyatakan keadaan darurat.

Reaksi Internasional & Dampak Global

Operasi tersebut memicu gelombang kecaman dari banyak negara dan organisasi internasional:

  • PBB menyatakan bahwa tindakan unilateral AS bisa melanggar hukum internasional dan merusak kedaulatan sebuah negara.
  • Rusia dan China mengecam keras aksi tersebut sebagai agresi yang tidak dapat diterima.
  • Demonstrasi pendukung Maduro berlangsung di depan istana kepresidenan Caracas.

Beberapa negara Barat pun kritis terhadap cara dan implikasi jangka panjang dari operasi itu, memperingatkan bahwa ini bisa menjadi preseden berbahaya bagi intervensi serupa di masa depan.

Apa Selanjutnya untuk Venezuela?

Sejak operasi itu, Venezuela menghadapi situasi tegang:

  • Pemerintahan baru di bawah Rodríguez mencoba mempertahankan stabilitas politik dan kontrol internal.
  • Militan paramiliter loyal terhadap pemerintah dilaporkan ditugaskan menjaga kota dan menekan oposisi.
  • Ekonomi negara dengan cadangan minyak terbesar di dunia terancam oleh blokade serta ketidakpastian politik.

Penangkapan Nicolas Maduro bukan hanya peristiwa besar dalam sejarah Venezuela, tetapi juga momen geopolitik global yang mengguncang tatanan internasional. Banyak pihak melihatnya sebagai kemenangan taktis AS, namun tak sedikit pula yang menganggapnya sebagai pelanggaran kedaulatan dan preseden berbahaya. Dengan jutaan hidup yang terdampak dan masa depan Venezuela yang penuh tanda tanya, dunia kini menyaksikan babak baru dari ketegangan kekuasaan global.

(*)

#Internasional #Peristiwa #Venezuela