-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Operasi Keselamatan Singgalang 2026: Saat Kepatuhan Berlalu Lintas Menjadi Tanggung Jawab Kemanusiaan

30 January 2026 | January 30, 2026 WIB Last Updated 2026-01-30T05:06:11Z

Dirlantas Polda Sumbar, Kombes Pol H. M. Reza Chairul Sidiq, S.I.K., M.M.



D'On, Padang — Kepolisian Daerah Sumatera Barat (Polda Sumbar) kembali menegaskan komitmennya dalam menciptakan lalu lintas yang aman, tertib, dan berkeselamatan melalui pelaksanaan Operasi Keselamatan Singgalang 2026. Operasi ini bukan sekadar agenda rutin tahunan, melainkan bagian dari ikhtiar besar Polri dalam membangun kesadaran kolektif masyarakat bahwa keselamatan di jalan raya adalah tanggung jawab bersama.


Di tengah meningkatnya mobilitas masyarakat dan kompleksitas lalu lintas, keselamatan menjadi isu yang tidak bisa ditawar. Jalan raya bukan hanya ruang perpindahan, tetapi juga ruang interaksi yang menuntut kedisiplinan, empati, dan kepatuhan terhadap aturan.


Kapolda Sumatera Barat Irjen Pol. Gatot Suryanta, OR, Drs., M.Si., GSFA, melalui Direktur Lalu Lintas Polda Sumbar Kombes Pol. H. M. Reza Chairul Akbar Sidiq, S.H., S.I.K., M.H., menegaskan bahwa Operasi Keselamatan Singgalang 2026 dirancang untuk menekan angka pelanggaran sekaligus meminimalisir risiko kecelakaan lalu lintas di wilayah Sumbar.

 

“Operasi Keselamatan Singgalang ini merupakan langkah konkret kami untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas. Kepatuhan terhadap aturan adalah kunci utama keselamatan di jalan raya,” ujar Kombes Pol. Reza Chairul Akbar Sidiq dalam keterangannya, Rabu (28/1/2026).


Lebih dari Penindakan, Mengedepankan Edukasi dan Humanisme


Berbeda dengan paradigma lama yang identik dengan penindakan semata, Operasi Keselamatan Singgalang 2026 mengusung semangat Polri Presisi prediktif, responsibilitas, dan transparansi berkeadilan. Pendekatan yang digunakan tidak hanya represif, tetapi lebih menitikberatkan pada preventif, edukatif, dan humanis.


Menurut Dirlantas Polda Sumbar, kecelakaan lalu lintas kerap berawal dari pelanggaran kecil yang dianggap sepele, seperti tidak menggunakan helm, melanggar rambu, atau mengabaikan kelengkapan kendaraan.

 

“Kami ingin mengubah cara pandang masyarakat. Tertib berlalu lintas bukan karena takut ditilang, tetapi karena sadar bahwa setiap pelanggaran berpotensi merenggut nyawa, baik diri sendiri maupun orang lain,” jelas Reza.


Ia menekankan bahwa keselamatan berlalu lintas adalah bentuk tanggung jawab kemanusiaan, bukan sekadar kewajiban administratif.


Fokus Operasi: Kesadaran, Kepatuhan, dan Keamanan Jalan Raya


Dalam pelaksanaannya, Operasi Keselamatan Singgalang 2026 akan difokuskan pada:

  • Peningkatan kesadaran masyarakat akan pentingnya keselamatan berlalu lintas
  • Penurunan angka pelanggaran yang berpotensi menyebabkan kecelakaan
  • Penciptaan kondisi jalan raya yang aman dan berkeselamatan bagi seluruh pengguna jalan


Petugas di lapangan akan mengedepankan dialog, imbauan, dan edukasi langsung kepada pengendara, tanpa mengesampingkan tindakan penegakan hukum apabila diperlukan.


Imbauan untuk Masyarakat: Keselamatan Lebih Penting dari Kecepatan


Dirlantas Polda Sumbar juga mengingatkan seluruh pengguna jalan agar selalu mengutamakan keselamatan dalam berkendara dan mematuhi arahan petugas selama operasi berlangsung.

 

“Kami mengimbau seluruh pengguna jalan agar selalu berhati-hati, mengutamakan keselamatan dibandingkan kecepatan, serta mengikuti arahan personel kepolisian yang bertugas di lapangan,” ujarnya.


Selain itu, masyarakat diminta untuk memastikan kelengkapan surat-surat kendaraan, seperti SIM dan STNK, serta kondisi kendaraan yang laik jalan.

 

“Lengkapi surat-surat kendaraan dan patuhi aturan lalu lintas, agar keamanan dan ketertiban di jalan raya dapat terjaga dengan baik. Tertib berlalu lintas adalah investasi keselamatan jangka panjang,” pungkas Reza.


Menuju Budaya Tertib Berlalu Lintas di Sumatera Barat


Operasi Keselamatan Singgalang 2026 diharapkan menjadi momentum penting untuk menumbuhkan budaya tertib berlalu lintas di Sumatera Barat. Ketika kepatuhan tumbuh dari kesadaran, bukan paksaan, maka keselamatan akan menjadi nilai bersama yang hidup di tengah masyarakat.


Karena pada akhirnya, setiap pengendara yang selamat sampai tujuan adalah keberhasilan bersama.bagi keluarga, masyarakat, dan negara.


(Mond)


#PoldaSumbar #DirlantasPoldaSumbar #OperasiKeselamatanSinggalang2026

×
Berita Terbaru Update